Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juni 2023

DONT KISS HS

Sebuah cerpen
Achmad Muryadi


Oleh : Achmad Muryadi Muryaputra


 Episode 1 , 

Kenangan ku dengan mas Kiswanto. NAMA AKRAB NYA mengingatkan ku akan seorang ksatria dari Spanyol yaitu Don Kisot De La Mantra, tetapi dia tidak sekonyol ksatria dari Spanyol tersebut. Dont Kiss Harto Saputro yang namanya yang asli adalah Kiswanto tersebut seorang yang berasal dari desa Kadilajo, kecamatan Karangnongko, kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah. 

 Kalau tidak ada dia aku tidak seproduktif menjadi seorang penulis sewaktu masih bersekolah di SPMA Ungaran. Dia menjadi semacam editor bagiku, memberi support, mengkritik memberikan saran tetapi tetap menjadikan aku seorang yang mempunyai ciri khas bukan seorang plagiator. 

 Nama Dont Kiss konon diperoleh atas pemberian teman-temannya saat sekolah di SMP Negeri Kemalang Klaten, dan hingga kini diabadikan dalam tanda tangannya. Ada juga beberapa teman yang mau membaca tulisan ku seperti Syukur Suharjo yang senantiasa mengomentari tulisanku. Kapan kowe ngimpi Mur?. Tentu saja ada yang cuek bebek. Dia mungkin pandai menulis tetapi tidak mau memberi saran. 

Atau ada yang tidak suka dengan tulisan saya. Aku bukan pengarang puisi seperti Chairil Anwar atau Sapardi Joko Damono atau Sutan Takdir Alisahbana. Tetapi ketika itu aku senang dengan tulisan Agatha Christi atau Frederic Forsyt. Cerbung nya berjudul Perburuan atau The Jackal yang ditulis di Harian Kompas aku senantiasa mengikuti nya.

 Aku senang membaca cerpen nya O, Hara, pengarang kulit hitam yang sederhana tetapi mengejutkan klimaksnya. Aku ketika bersekolah tersebut sangat produktif menulis banyak cerpen dan novel. Namun ketika aku selesai sekolah di SPMA Ungaran banyak tulisan ku yang dimuat dimajalah terbitan Jakarta seperti Senang, Detektif Romantika, Variasi dan novel ku kukirimkan ke Penerbit tetapi belum ada yang diterima. 

Mas Kiswanto belum pernah tahu keberhasilan ku. Honor yang keterima saat itu berkisar Rp 10.000, - sampai dengan Rp, 20.000, -. Sekali dimuat. Lumayan karena honor ku di Diperta Kabupaten Kudus saat itu hanya Rp, 7.500, - 

 Hanya kemudian tulisan ku menulis cerpen tidak aktif lagi, karena setelah aku lulus Sarjana Muda Hukum tahun 1983 aku terjerumus dalam praktek sebagai Pengacara yang mendapat ijin khusus dari Ketua Pengadilan Negeri. Aku aktif menyusun gugatan, jawaban gugatan, replik, duplik, kesimpulan, pledoi untuk perkara pidana dan lainnya. Honor nya lebih menjanjikan.

 Yang aku senantiasa teringat dengan mas Kis adalah senang nya beliau belajar bahasa inggris. Kelihatannya dia memperoleh buku kiriman dari radio BBC atau ABC dan mengikuti pelajaran lewat radio.Aku teringat dia seperti guru bahasa Indonesia ku ketika masih di SMP. 

Bapak Joko Sugiri Projo Deksono yang mensuport aku karena senantiasa membaca tulisan ku didepan kelas kelas SMP yang lain. Ketika itu aku memperoleh juara Mengarang tingkat SMP dan mendapat piagam penghargaan dari bupati kudus bapak Saubari, SH. 

 Mas Kiswanto juga aktif menulis di majalah dinding Gema SPMA baik cerpen, puisi dan lukisan vignet dan dia tergabung dalam tim redaksinya. Aku kembali teringat dengan mas Kiswanto adalah ketika mengikuti acara arisan Dinas Pertanian Rakyat bagi yang telah purna. 

Aku bertemu dengan mas Sugiharto Cah Tarbud 1973 yang menjadi PPL DI KUDUS. ,, Mur, mau ada reuni cah tarbud 1973 di Boyolali "kata sugiharto. ,, Dimana mas?" sahut ku. , Ditempat Tri Hartoyo. Tetapi bukan reuni alumni lho "jawab nya. ,, Kalau lintas angkatan di srondol Semarang yang inisiator nya mas Markani aku pernah ikut" jawab ku. ,, Ini khusus cah tarbud 1973 "jawab sugiharto..,, Dulu aku pernah ikut reuni di Sendang Ayu Yogyakarta" kata Sugiharrto lagi. ,, Iya. Aku mau ikut. Besok kalau menjelang hari H aku dikabari lagi ya "jawab ku. ,, Iya ya. Disana ada pula Kiswanto" kata nya lagi. 

Aku sangat antusias mendengarnya ,, Mas Kiswanto "tanya ku,, Dia bekerja sebagai guru? Atau menjadi wartawan?" tanya ku ,, Aku belum pernah mendapatkan kabar dari nya. Mungkin bukan di Dinas Pertanian. Kalau disana. Kita pasti pernah ketemu ". Aku tidak jelas jawaban Sugiharrto karena acara nya kemudian telah selesai dan keburu pulang.

Ketika itu aku dan Sugiharto telah pensiun dari pegawai negeri sipil. Aku pensiun tahun 2016 dalam usia 58 tahun dan Sugiharrto pensiun tahun 2016 dalam usia 60 tahun karena dia PPL. Ketika diadakan Reuni lintas angkatan SPMA Ungaran mas Widarko menilpon ku. ,, Kamu tidak bisa mengikuti Reuni lintas Angkatan SPMA Ungaran? "tanya Mas Widarko. ,, Kok tahu nomor hp ku darimana?" sahut ku. ,, Diberi tahu mas Markani katanya engkau tidak bisa datang "jawab nya. ,, Ya. Aku baru mendapatkan musibah" jawab ku. ,, Iya mas Markani juga bercerita bahwa engkau terkena musibah Kehilangan mobil Avansa tahun 2012 "jawab Widarko. 

 Dia kemudian bercerita bahwa dia menjadi kepala desa yang kedua kali nya di Banjarnegara. Hubungan dengan mas Widarko hanya sampai disitu. Kalau ada reuni alumni lagi agar bisa ikut, katanya. Ketika aku diberi hp Android oleh cucu ku aku berusaha menghubungi mas Markani tetapi tidak dijawab. Aku tilpon biasa juga tidak dijawab. Aku WA juga tidak direspons. Mungkin dia asyik dengan istrinya nya yang baru. 

Mbak Sri Yati yang juga anak SPMA Ungaran. Aku coba menghubungi nomor WA nya mas Widarko. ,, Halo ya... Jadi kamu mempunyai nomor wa yang sama dengan nomor telepon mu? "sahut mas Widarko. ,, Baru saja diberi oleh anakku. Dulunya belum" jawab ku. ,, Maukah engkau aku masukkan ke grup WA Cah Tarbud 1973? "tanya nya. ,, Siapa adminnya? Jawab ku. ,, Kamu kenal baik Mas Kiswanto" jawab mas Widarko.

 Itulah aku mendengar nama mas kiswanto lagi. Orang yang mempunyai panggilan akrab DONT KISS Harto Saputro. Itu terjadi pada pertengahan tahun 2019. Aku dimasukkan menjadi Anggota Cah Tarbud 1973. Mas Kiswanto. Mas Kiswanto. Itulah yang menggelayuti pikiran ku dalam mimpiku malam itu. Sahabatku ketika masih bersekolah di SPMA Ungaran dahulu. ****************** 

 Episode ke 2

 CERITA TENTANG KISWANTO ADINEGARA. 

 Untuk memperoleh ijazah SPMA Ungaran yang ukurannya dobel folio itu Kiswanto membutuhkan waktu 3,5 tahun tidak seperti pada umumnya sekolah lanjutan tingkat atas lainnya.

 Karena begitu lulus dari SPMA Ungaran dia diharuskan mengikuti praktek kerja lapangan selama setengah tahun di instansi pemerintah atau diperusahaan milik pemerintah. Kiswanto memilih PKL di perusahaan tembakau vorstenlanden di Klaten yang terkenal untuk bahan cerutu dan diekspor ke Belanda itu. Setelah lulus atas rekomendasi dari saudara nya Kiswanto diterima bekerja diperusahaan PGPS Madukismo Yogyakarta . 

Atas kerja Kiswanto yang bagus dia ditawari untuk bekerja di perusahaan pengembangan yang baru di Takalar Sulawesi Selatan. Dengan mendapatkan fasilitas rumah dan kendaraan serta gaji yang menjanjikan sebagai sinder. Tetapi ayahnya tidak mengijinkan anaknya Kiswanto bekerja di perusahaan perkebunan tersebut, karena itu berarti dia jadi pembantu yang diperintah orang lain. 

Ayahnya tidak memberi ijin. Dan Kiswanto menurut. Dilemna bagi Kiswanto. Karena untuk masuk menjadi PPL PERTANIAN tidak bisa karena syarat nya harus mempunyai ijazah SPMA Negeri. Kiswanto baru dapat ijazah negeri tahun 1981, Yang kemudian melanjutkan kuliah di jurusan peternakan sampai mendapatkan gelar B.Sc., hingga akhirnya S.1 nya jurusan teknologi pertanian sesuai cita-citanya sejak SD ingin jadi Insinyur Pertanian. KISWANTO sebenarnya anak yang pandai karena ketika SD dia mendapatkan piagam dari bupati Klaten Soetijoso karena hasil ujian negara nya memperoleh nilai 29. 10, 10,dan 9.Tetapi ketika bersekolah di SPMA Ungaran benih tersebut disemaikan ditempat yang kurang tepat sehingga Kiswanto kurang sreg dan tidak bisa tumbuh dengan optimal. 

 Ayahnya seorang petani yang tidak cukup kaya karena hanya punya sawah garapan 0,5 ha yang berasal dari desa Kadilajo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten. Ayahnya merupakan cucu Lurah Desa Kadilajo yang menjabat pertama kali. Sedangkan ibu nya seorang pekerja keras, yaitu pedagang kain di pasar Kembang saat pahing dan pasar Surowono, tetapi kalau kulakan atau berbelanja sampai di pasar Beringharjo Yogyakarta atau pasar Klewer Solo Kiswanto sering diajaknya sehingga dia memiliki pengalaman tentang kota Solo dan Yogyakarta. 

Tidak seperti anak-anak sebayanya dikampung yang hanya bermain di sekitarnya. Ayahnya seorang yang sederhana, pekerja keras, agamis pandai bergaul dan menginginkan anaknya bersekolah yang tinggi. Kiswanto teringat bila ayahnya menjadi imam sholat berjamaah dirumah suara nya sangat sahdu dan menyentuh hati anak dan istri nya. 


Pada saat itu belum ada masjid di Kadilajo dan kehidupan dilereng Merapi masih terpengaruh adat kejawen yang kuat. Apalagi disana dulu banyak anggota MMC yang terlarang. Ayahnya dulu pernah menjadi pegawai negeri pembantu Mantri pengairan di kali Woro. Tetapi ketika itu dia tidak senang diperintah dan memilih keluar dari PNS. 

Ayahnya juga pernah ditunjuk menjadi Carik desa Kadilajo tetapi tidak mau. Ayahnya ingin hidup bebas tidak diperintah oleh orang lain. Tetapi yang menjadi kontroversial adalah dia menginginkan anaknya dapat bekerja sebagai pegawai negeri karena menurut nya saat saat itu pegawai negeri itu adalah kaum priyayi. Mungkin yang dimaksud ayah Kiswanto adalah pegawai negeri yang pejabat tidak hanya sekedar suruhan. 

Itulah sebabnya Kiswanto disuruh oleh ayahnya untuk bersekolah di SPMA Ungaran. Seperti orang Kadilajo yang suka nglajo Kiswanto bersedia merantau sekolah pertanian di Ungaran setelah lulus SMP tahun 1972 dengan nilai tertinggi.

 Ketika itu sekitar tahun 1978 Departemen Pertanian membutuhkan banyak sekali tenaga petugas lapangan penghijauan. Yang disingkat PLP. Yang ditugaskan di Ditjen Kehutanan departemen Pertanian. Sebelum mendapatkan tugas sebagai tenaga PLP Kiswanto mengikuti Diklat terlebih dulu di Wanagama Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta. 

 Dalam Diklat tersebut kiswanto memperoleh juara kedua. Oleh karena memperoleh juara kedua, Kiswanto diberi kesempatan memilih tempat tugasnya. Dia memilih Kabupaten Gunungkidul yang mempunyai slogan Handayani. 

Teman temannya banyak orang ditugaskan di luar pulau Jawa. Kiswanto mempunyai prinsip dimana bumi dipijak maka langit akan dijunjung. Meskipun dia orang Klaten dan bekerja dikabupaten Gunungkidul tetapi dia bekerja dengan sepenuh hati. 

 DEMI MELAKSANAKAN tugasnya Kiswanto berpegang pada 4 prinsip 1. Bisa dipercaya. 2. Punya nilai tambah. 3. Berperilaku menyenangkan. 4. Dikenal oleh orang banyak pada saat yang tepat. Itu juga antara lain yang dinasihatkan oleh almarhum ayahnya kepada Kiswanto. 

 Untuk semua itu akhirnya Kiswanto didalam bekerja memperoleh segudang prestasi dari awal mulai bekerja sampai pensiun.
 I. Juara I dalam Pra Jabatan Golongan II.
 II. Juara I dalam Diklat PMP Wanagama 
 III. Juara I dalam Lomba pidato penyuluh kehutanan tingkat Nasional di Gorontalo mewakili Provinsi DIY tahun 1992. 
 IV. Juara I dalam Diklatpim III dan masih banyak lagi prestasi dan penghargaan yang diperolehnya. 

 Mengapa waktu di SPMA Ungaran Kiswanto belum terlihat prestasi nya. Kalah bersaing dengan teman temannya yang berasal dari seluruh wilayah Jawa Tengah?. Tidak.

 Ternyata benih yang seperti dikatakan oleh pak Hirsam Ridwan, tidak disebarkan ditempat yang tepat yaitu di Taru budaya. Ketika benih si Kiswanto berada ditempat yang sesuai dan tepat musim nya Kiswanto bisa berkembang dengan optimal. Apakah anak yang bersekolah dibawah bimbingan pak Hirsam selaku direktur dan pernah tinggal kelas adalah anak yang kurang pandai? Jawabannya juga tidak. 

Ada contoh nyata mas Wahyudi cah Tarbud 1972 adalah anak yang pernah tinggal kelas, tetapi berkat ketekunan nya dia berhasil menyelesaikan pendidikan S 1 dan S 2 selain berhasil sebagai pejabat dia juga menjadi Asisten dosen. 

 Mas Markani Cah Tarbud 1971 yang pernah tinggal kelas juga berhasil menjadi Kepala desa dan pensiun setelah melihat Pejabat Mantri Polisi di Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Salahkan silabus pendidikan yang dilakukan oleh SPMA Ungaran juga tidak. Banyak siswa yang keluar lebih dulu dari SPMA Ungaran telah sukses. 

Tetapi apa yang dicapai bagi mereka yang dengan tekun melaksanakan disiplin kaku SPMA Ungaran dengan IK SPMA nya. Sebagian besar mereka mengulang sekolah untuk mendapatkan ijazah SPMA Negeri karena syarat BAKN seperti itu. Berapa biaya sekolah SPMA yang dipindahkan ke Baros? Tetapi akhirnya pindah ke Ungaran lagi?. 

SPMA Negeri yang resmi didirikan oleh Departemen Pertanian saja bubar dan berubah menjadi koordinator SPMA dan berubah Akademi penyuluhan dan terakhir berubah menjadi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. Itulah akibat Perencanaan yang tidak melihat visibel jauh kedepan. 

Dan itulah yang menjadi masalah negara kita. Pengalaman kerja Kiswanto Adinegara juga luar biasa pernah ikut temu wicara dengan Presiden RI pada peringatan hari pangan sedunia 1991 di Karawang Jawa Barat dan keliling Nusantara untuk menjalankan tugas-tugasnya. Itulah kehidupan. 

 Menurut Prof DR. MULADI SH yang sekarang baru saja almarhum pendidikan di sekolah itu hanya pendidikan formal yang dilakukan oleh manusia. 

Demikian pula dengan ujian yang ditempuh nya. Ujian yang lebih penting adalah ujian ketika hidup dimasyarakat. Kisah Kiswanto bila ditulis dalam sebuah cerpen tidak cukup. Barangkali bisa berpuluh cerpen. 

 Tetapi mungkin pas kalau ditulis semacam biografi sebagaimana keinginannya dari sejak kecil , bersekolah di SPMA Ungaran, bekerja , kawin, hingga mendidik anaknya sampai berhasil, anaknya lelaki yang masih muda lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada telah menjadi Kepala Cabang sebuah Bank plat merah tertua.... di sebuah Kabupaten , provinsi Nangroe Aceh Darussalam. 

Pada umur 33 tahun anaknya telah menduduki jabatan eselon tiga. Hal tersebut tidak mungkin terjadi dilingkungan PNS. Anak kedua lelaki lulusan Universitas Negeri Yogyakarta pernah bekerja di Bank BTN Semarang. Itu bisa menjadi suri tauladan dan inspirasi bagi yang lain.

 Perjalanan karir Kiswanto

 I . PLP di Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul. 

Kecamatan Panggang terletak dibagian Selatan yang merupakan bagian dari pegunungan Sewu. Lahan nya gersang dan tandus. Tantangan berat bagi Kiswanto yang baru pertama kali menjadi PLP. Dahulu di tahun 1970 - 1980 Gunung Kidul terkenal sebagai daerah yang tandus, tidak subur, miskin dan makanan utama penduduk nya ketela pohon yang diawetkan menjadi gaplek dan siap dimakan diolah dulu menjadi tiwul. Jadilah orang Gunung Kidul makanan utama nya tiwul karena beras mahal. 

 II. PLP di Kecamatan Ngawen. 

 Daerah yang relatif lebih subur dibandingkan dengan Kecamatan Panggang. Didaerah tersebut banyak petani yang beternak sehingga PLP dibutuhkan seorang PLP yang polivalen. Beruntung dia dulu bersekolah di SPMA Ungaran yang pendidikan nya juga polivalen. 

 III. Penyuluh Madya Penghijauan (PMP) DI BPP PATUK GUNUNGKIDUL. 


Kiswanto dipercaya sebagai Koordinator PLP di beberapa kecamatan yang menjadi wilayah nya. IV. Penyuluh Kehutanan Spesialis (PKS) yang mempunyai wilayah kerja tingkat Kabupaten dan merupakan koordinator seluruh PLP dan PMP Kabupaten Gunungkidul. Walaupun tugasnya di Gunungkidul, status kepegawaian Kiswanto merupakan pegawai pusat yakni Departemen Kehutanan.

Sedangkan instansinya adalah Sub Balai RLKT Opak PROGO . SUB BALAI REHABILITASI LAHAN DAN KONSERVASI TANAH OPAK PROGO berada di Jl Argolubang No 19 Yogyakarta memiliki wilayah kerja meliputi Provinsi DIY, Magelang dan Temanggung. Dari semula bernama P 3 RPDAS Gunungkidul. 

 Pada kurang lebih tahun 2000 an setelah terjadi reformasi besar besaran maka untuk organisasi pemerintah juga terjadi reformasi antara lain terbentuk nya UU OTONOMI DAERAH tetapi masih berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bukan berbentuk negara federal. Sebagian urusan pemerintahan diserahkan kepada daerah kecuali urusan pertahanan dan keamanan, peradilan, agama, keuangan statistik urusan luar negeri dan urusan badan pertanahan masih depatebel. 

Urusan pertanian termasuk kehutanan dan perikanan diserahkan kepada daerah. Karena urusan pertanian termasuk kehutanan diserahkan daerah termasuk tenaga penyuluh nya, maka Kiswanto diberi pilihan ingin pindah ke jabatan struktural atau tetap sebagai penyuluh dan merupakan tenaga fungsional.

 Masing masing ada plus minus nya. Pada waktu itu almarhum ayahnya masih hidup, tetapi dia enggan minta nasihat kepada beliau karena usia nya sudah sepuh. Dia berpikir memilih jabatan struktural dengan alasan jangkauan pekerjaan nya lebih luas. Pertama kalinya dia menduduki jabatan eselon V Kasubsi Pelatihan dan Keterampilan Masyarakat, dibawah Kasi Penyuluhan Dinas Kehutanan tahun 1999.Jabatan itu dirangkapnya dengan PKS dan disampiri sebagai Pemimpin Proyek Inpres Bantuan Penghijauan selama tiga tahun anggaran. Tahun 2001 mutasi menjadi eselon IV A dan mendapat tugas sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan pada Dinas Peternakan di Kabupaten Gunungkidul.

 Meskipun eselon IV tetapi disana dia mempunyai pemikiran yang luar biasa sehingga menjadikan Dinas Peternakan memiliki prestasi diatas rerata. Konsep pemikiran nya dituangkan dalam menyusun Renstra Dinas Peternakan dibantu seksi teknis terkait dan juga petunjuk Kepala Dinas. 

 Visi pembangunan peternakan yang digagasnya adalah mewujudkan Gunungkidul sebagai gudang Ternak Plus Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melihat produksi peternakan adalah sektor unggulan di Gunungkidul dimana produk ternak sapi 50% berasal dari daerah nya, dia mengusulkan agar POSKESWAN yang sementara ini sudah berjalan tetapi hanya lingkup sempit diubah menjadi PUSKESWAN ( PUSAT KESEHATAN HEWAN). SEHINGGA tupoksi UPT yang nanti dibentuk lebih luas jangkauan nya. Usul tersebut diterima oleh Sekda, Bupati dan disetujui oleh Gubernur DIY dan diteruskan ke pemerintah pusat. 

Oleh Departemen Pertanian disetujui dan akhirnya lahirlah PUSKESWAN yang berlaku bagi seluruh indonesia.

 Siapa yang menyangka bahwasanya itu semua lahir dari inisiatif Saudara Kiswanto Adinegara Cah Klaten yang lulusan SPMA Ungaran tahun 1975 ?. Namanya yang beken sekarang. Bukan lagi Dont Kiss Harto Saputro mengingatkan aku kepada Don Kisot De La Mantra. 

 Dari Dinas Peternakan  karier nya merangkak naik sehingga kemudian diangkat menjadi pejabat eselon III, Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pada saat itulah dia mengikuti Diklat pimpinan III karena untuk dapat mengikuti seleksi jabatan eselon II yaitu Kepala Dinas Pertanian dia harus lulus Diklat pimpinan III lebih dulu. 

Hasilnya luar biasa. Dia memperoleh Juara I Tetapi ketika diusulkan menjadi kepala Dinas Pertanian, dengan kandidat tiga orang seperti yang dipersyaratkan walaupun direkomendasi Gubernur namun dia tidak terpilih. 

Jabatan eselon II sebenarnya bukan jabatan politik, tetapi yang menjadi masalah adalah Bupati yang menilai berdasarkan faktor teknis dan non teknis. 

Tetapi kalau semua nya diserahkan kepada Tuhan itulah pasti yang paling baik untuk mas Kiswanto. Karena kompetitor fit propertes eselon 2 sesama dari Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura dan dia ditunjuk Bupati maka Kiswanto kemudian dimutasi ke Bappeda kabupaten Gunungkidul menjabat Kepala Bidang Perekonomian sebuah jabatan prestisius dan bergengsi. 

 Kiswanto lahir pada tahun 1956 maka dia pensiun pada tahun 2012 selaku Kabid Perekonomian pada BUP 56 tahun. 

Kalau Kiswanto berhasil menduduki eselon II dia akan pensiun pada usia 58 tahun yaitu tahun 2014. Kalau dia pensiun pada tahun 2014 maka sudah ada UU ASN yang baru dia pensiun pada tahun 2016. 

Demikian pula seandainya dia bertugas sebagai penyuluh yang fungsional maka pensiun nya pada usianya 60 tahun yaitu pada tahun 2016. Jabatan Kiswanto sekarang adalah sopir pribadi dari seorang perempuan cantik yang bernama Ibu Siti Jariyah. 

Sebelum masa pandemi covid 19 mas Kiswanto bekerja hampir setiap hari. Tapi jangan salah paham ya, Ibu Siti Jariyah adalah istri mas Kiswanto Adinegara yang masih aktif menjadi guru dan belum pensiun. 

 Tiada perjuangan yang sia sia bila dilaksanakan secara tulus, dan setiap keberhasilan merupakan proses panjang penuh dengan tantangan dan hambatan. Dengan kata pepatah berakit rakit kehulu berenang ke tepian. Bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian. 

 ******************* 

 Kudus tanggal 15 - 16 Januari 2021 Kupersembahkan kepada sohib ku Kiswanto Adinegara cah tarbud 1973. Salam untuk seluruh keluarga dan sukses selalu.

Selasa, 23 Mei 2023

PELUNCURAN LOGO MASJID LAILATULQODAR KADILAJO

 *LOGO MASJID LAILATULQODAR KADILAJO*

Logo Masjid Lailatulqodar Kadilajo



*Filosofinya*


- *Bentuk bulat , merupakan niat totalitas memanfaatkan masjid Lailatulqodar sebagai wahana beribadah kepada Alloh SWT*

- *Gambar bintang berjumlah 9 merupakan simbol kepengurusan berkiblat pada organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama ( NU )*


- *Gambar masjid dan kitab simbol rumah Alloh SWT & kitab suci Alquran sebagai pusat peribadatan,pembelajaran,pengkajian serta implementasi Islam yang rahmatan lil 'alamin berdasarkan Alquran & hadits*


- *Dominasi warna kehijauan merupakan simbol harapan ,kerukunan, ketenangan serta kesejahteraan lahir & batin , sedangkan kuning adalah kekuatan , kemakmuran ,kematangan  jiwa dan keindahan*


- *Tulisan MLQ kepanjangan dari Masjid Lailatul Qodar di Kadilajo ,Karangnongko ,Klaten , Jateng,Indonesia*


*Kadilajo , 24 Mei 2023*

*By*



          *KISWANTO*


LOGO CAH TARBUD ANGKATAN 1973

 *LOGO CAH TARBUD ANGKATAN 1973*

Logo Cah Tarbud 1973


*Filosofinya*


- *Bentuk Bulat merupakan kebulatan tekad kumpul kembali utuk menjalin komunikasi dan silaturahmi*

- *Warna dasar hijau simbol kemakmuran yang diimpikan sejak masuk sekolah bidang pertanian*

- *Gambar jabat tangan bermakna merasa empati , dan saling memaafkan atas segala kekurangan serta kekhilafan*

- *Motto Kekancan Sak Lawase diantara kita & hanya maut yang memisahkannya*

- *Tulisan CAH TARBUD 1973 adalah nama paguyuban sebagai penanda & wahana untuk mencapai tujuan*


*Klaten , 23 Mei 2023*

*Ketua*



*KISWANTO*


Senin, 22 Mei 2023

LAUNCHING LOGO FORKIS 7108

 *Filosofi Logo Paguyuban Forkis 7108*



Logo Forkis 7108



- *Bentuk bulat merupakan kebulatan tekad anggota untuk menjalin silaturahmi secara tulus ikhlas*

- *Latar belakang / warna dasar kuning adalah cermin keceriaan hati anggota dalam keguyubrukunan*

- *Gambar Gunungan merupakan simbol cita-cita mewujudkan kelestarian ,keserasian dan keseimbangan ekosistem hayati manusia , hewan dan tumbuhan dengan alam lingkungannya*

- *Tulisan Hamemayu Hayuning Bawana merupakan niat & tekad kita sebagai khalifah untuk memperindah dunia seisinya*

- *Tulisan FORKIS 7108 bergelombang adalah nama paguyuban Forum Komunikasi Informasi dan Silaturahmi rimbawan eks NIP 71 & 08 ( eks P3RP DAS GK / SBRLKT OP ) sebagai representasi alat untuk mencapai tujuan ngumpulke balung pisah yang tidak sealu mulus*


*Ditetapkan di Klaten*

*23 Mei 2023*


*Ketua Paguyuban*



       *KISWANTO*


Jumat, 12 Mei 2023

PROFIL JAMAAH HAJI KABUPATEN KLATEN 2023

 

Jamaah haji tengah thowaf ( ilustrasi )


Klaten ~ Rilis Calon Jamaah Haji untuk kabupaten Klaten tahun 2023 , berdasarkan SE Ditjen Haji & Umrah sebanyak 1.300 orang.

Dari 1.300 orang calhaj terdiri dari 1197 orang reguler dan 103 orang cadangan.

Informasi dari Kemenag kabupaten Klaten pelunasan BPIH per 5 Mei 2023 yang sudah lunas 1.133 orang terdiri dari 1.052 orang reguler dan 81 orang cadangan , laki² 541 orang dan 592 orang perempuan.

Calhaj termuda laki² umur 18 th a.n. Vahalla Vidocia Vabella dari Tonggalan Klaten Tengah sedangkan tertua Tuminah 91 tahun perempuan asal Kradenan Trucuk ( untuk tertua nasional Mbah Harun  usia 119 tahun ,lahir 1904 calhaj asal Madura , sebenarnya sesuai daftar tunggu normal berangkat tahun 2046 ).

Mutasi calhaj masuk 8 orang dan keluar 8 orang.

Petugas terdiri dari TPHI 3 orang , PPIHI 3 orang , TKHI 8 orang & TPHD 10 orang ( Pembimbing ibadah 3 orang , Pembimbing kesehatan 3 orang & Layanan umum 4 orang ).

Rencana keberangkatan kloter 55,56,57 dan 58 pada tanggal 9 - 10 Juni 2023.


*dari berbagai sumber

By @Kiss



Minggu, 12 Februari 2023

SEKILAS MENGENANG PAK DALYONO

 

Ilustrasi sebuah kegiatan  Karya Bakti PLP 


*Sekilas mengenang Pak Dalyono*

Pertama mendengar PLP bernama Dalyono dan pertemuan terakhirku.


Saat praktek lapangan Diklat PLP Wanagama 1 ( Fakultas Kehutanan UGM ) Mei 1978 di Desa Sambirejo Kec Prambanan Sleman, ( sekitar situs Candi Ijo dan kini Tebing Breksi ) pembimbing P Felix Triyuwono menginformasikan bahwa PLP di sini adalah sdr Dalyono.


Saya penasaran sampai sekitar sebulan praktek berakhir kami belum sempat ketemu dan berkenalan dengan PLP dimaksud.


Dalam pikiran saya sosok PLP merupakan petugas yang hebat dan berdedikasi tinggi karena tugas dan tanggung jawabnya besar sedangkan lokasi tempat tugas di medan yang berat belum tersentuh kendaraan bermotor.


Tentu petugasnya sosok yang gagah kuat dan tahan banting serta tidak kenal menyerah.


Saya tidak tahu pasti kapan Pak Dalyono mutasi dari Sleman ke Gunungkidul , tahu tahu ada daftar nama dalam SK Tahunan PLP terdapat nama Dalyono ditugaskan di desa Nglindur Kec Rongkop kab Gunungkidul.


Rasa penasaran saya baru terjawab dan bisa ketemu dengan P Dalyono ketika sama-sama menjadi rimbawan bidang RLKT di bumi Handayani.


Dan akhirnya PLP kelahiran Sleman sembada itu kecantol gadis cantik Putri Pak Carik dimana dia mondok.


Saking cintanya terhadap lingkungan Gunungkidul Zona pegunungan sewu Pak Dalyono juga memilih pengabdian sebagai Carik Desa Nglindur meneruskan perjuangan mertuanya hingga pensiun.


Saya ketemu terakhir dengan almarhum tanggal 19 November 2011 saat pembekalan Calon Pensiunan PNS Pemkab Gunungkidul di ruang rapat 1 Setda, bagi Pensiunan TMT 1 April 2012.


Sama-sama berangkat sebagai rimbawan Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian  akhirnya pensiun di era otonomi daerah dia berstatus staf sebuah kecamatan sementara saya dari Bappeda.


Setelah itu kami tidak pernah komunikasi dan ketemu lagi.


Baru dapat berita yang cukup mengejutkan kemarin lewat GWA Forkis 7108, bahwa Pak Dalyono telah mendahului kita ,  tapi ternyata meninggalnya sudah kurang lebih 100 hari lalu saat pageblug covid 19 dalam peaknya.


Tetapi almarhum meninggal bukan merupakan korban covid 19 namun karena penyakit lainnya yaitu kanker yang menyerang bagian tubuhnya.


Entah firasat atau apa saya tidak sengaja menulis sejumlah nama perangkat desa di Gunungkidul yang merupakan alumni SPbMA MM 52 , salah satunya Pak Dalyono sebagai Carik Desa Nglindur.


Ternyata disambut berita duka karena Pak Dalyono telah menghadap sang khalik.


Selamat jalan pak Dalyono...


Engkau telah menyelesaikan tugas duniamu dengan baik, Insyaa Alloh engkau kembali dengan husnul khatimah 


Aamiin YRA 


Klaten, 12-02-2022


By@kiss

Jumat, 17 Januari 2020

MAKNA LOGO BP SPAMS TIRTO TANJUNG

Logo BP SPAMS Tirto Tanjung Kadilajo 


Kadilajo ~ Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi ( BP-SPAMS ) Tirto Tanjung desa Kadilajo ,kecamatan Karangnongko ,kabupaten Klaten yang dibentuk tahun 2015 , memiliki logo bergambar dan bermakna sebagai berikut :

1. Setangkai daun Tanjung dengan satu tulang daun tegak lurus melambangkan UUD 1945 , disertai 5 ( lima ) tulang daun horizontal / menyamping symbol Pancasila sebagaimana  Lembaga BP-SPAMS Tirto Tanjung didirikan berazaskan Pancasila dan UUD 1945.

2. Daun Tanjung bewarna hijau berdiri analoginya merupakan pohon Tanjung yang hidup subur dan berdiri tegak didekat sumber air bersih yang menjadi tetenger sejak zaman nenek moyang dahulu yakni “ Kali Tanjung “ bisa lestari dan bermanfaat bagi kehidupan dulu , kini hingga yang akan datang.

3.  Daun Tanjung yang berbentuk Gunungan melambangkan sebuah bentuk upaya konservasi atau perlindungan mata air karunia Tuhan Yang Maha Esa yang muncul di kaki Merapi agar terbentuk  lingkungan yang serasi ,selaras dan seimbang sehingga bermanfaat bagi kehidupan sekitarnya.

4. Rumah Biru merupakan rumah pelindung sumber air bersih yang dibuat permanen dan apik

5. Ombak air biru berjumlah satu meliuk melambangkan sumberdaya air bersih dikelola utamanya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pemanfaat.

6. Warna dasar atau latar belakang kuning merupakan ilustrasi semangat perubahan pola perilaku masyarakat menuju Kadilajo Hari Esok Lebih Baik.

7. Bentuk logo empat persegi panjang menggambarkan pelayanan air minum dan sanitasi kedepan dapat mencakup 4 ( empat ) wilayah padukuhan di desa Kadilajo.

8. Warna tulisan BP-SPAMS TIRTO TANJUNG ,desa Kadilajo ,kecamatan Karangnongko ,kabupaten Klaten berlatar warna biru merupakan lambang Air Minum.

Dibuat di Kadilajo , 17 Januari 2017

Oleh : Kiswanto ( KKM Pamsimas )
Diposting ulang by @kiss  17 Januari 2020

Selasa, 24 Desember 2019

SIMBOK YA IBUKU

Dari kiri mbah Sasap, Simbok dan Kirmadji Harto Sukirno 


Kadilajo  ~  Menyebut orang yang melahirkanku sedari kecil biasa dengan panggilan simbok.

Simbok merupakan sulung alias mbarep dari sembilan bersaudara  tiga laki-laki dan enam perempuan.

Sembilan bersaudara itu yakni Yatirah Harto Sukirno, Lamiyem /Sari Proyomartono, Yatiyem Proyomartono, Mulakir Padmosukirno, Djuwali Dwijowardoyo, Dalimo, Sunanti Tamto Supatmo, Sukani dan Partini.


Wajah Ibuku



Yatirah binti Sukiyat Somahardjo adalah nama kecil pemberian orang tuanya yang tinggal di dk Randuawar, desa Kemalang, kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah Indonesia.

Menurut data pada akta nikah nomor 40 /16 Jumat Legi tanggal 13 Februari 1948 simbok nikah dengan Kirmadji Harto Sukirno bin Wiryo Sudarmo (30 tahun)  pada umur 26 tahun.

Konon simbok lahir dengan weton Kamis Wage  tanggal dan bulan tidak jelas pada tahun 1922.

Sebagai konsekuensi anak perempuan mbarep dengan banyak saudara simbok diminta membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah termasuk momong adik adiknya.

Saking banyaknya pekerjaan simbok dipandang tidak perlu sekolah pada saat itu tapi lebih baik membantu mbah Putri berdagang pakaian kepasar Kembang dan Surowono.


Ayah & ibuku



Dari pernikahan simbok dengan Kirmadji Harto Sukirno bin Wiryo Sudarmo Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten memiliki lima anak dan satu anak laki-laki dari pernikahan terdahulunya.

Kirmadji Harto Sukirno adalah cucu Lurah pertama di desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Marto Wijoyo  lahir dari pernikahan Sasap binti Marto Wijoyo dengan Wiryo Sudarmo dari Ngemplakseneng.


Keluarga besarku ,1967



Pernikahan simbok dengan cucu Lurah pertama desa Kadilajo melahirkan Sukitri, Sukapto, Sukapti, Kiswanto dan Siti Wiratni sedangkan anak laki-laki dari pernikahan sebelumnya adalah Sri Mulyono.

Simbok merupakan sosok pekerja keras,jujur, disiplin, setia, prihatin, taat beribadah  serta sederhana dalam kehidupannya.

Guna mendukung pendapatan keluarga karena bapak memilih bertani dari pada jadi PNS simbok berdagang pakaian meneruskan pekerjaan mbah Somahardjo putri.

Setelah anak anak mentas dan suaminya meninggal pada Ahad Pahing 17 November 2002 pada usia 85 tahun, akhirnya simbok menyusulnya wafat menghadap keharibaan Alloh SWT pada Rabu 24 Desember 2008 pada usia 86 tahun karena sakit sepuh.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun

Semoga almarhumah simbok ya ibuku yang telah mengandung, melahirkan, membesarkan, mendidik  dan mengajarkan kebajikan padaku diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta husnul khatimah kelak masuk ke dalam surgaNya Alloh SWT dalam kebahagiaan yang kekal abadi.

Kami bangga punya simbok sepertimu
Kami mencintaimu....

Aamiin YRA...
Alfatehah....

Catatan haul ke 11 atas wafatnya almarhumah simbokku Yatirah Harto Sukirno binti Sukiyat Somahardjo

Kadilajo, 24 Desember 2019

By @kiss

Minggu, 17 November 2019

AYAHKU


 
Dari kanan Ayah, Ibu dan nenek 

Kadilajo ~ Ayahku konon lahir di Kadilajo tanggal 8 Oktober 1917 dari rahim seorang ibu bernama Sasap Wiryo Sudarmo.

Ibu Sasap adalah puteri kedua dari Marto Wijoyo Lurah pertama desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Dengan demikian ayahku seorang cucu Lurah pertama di desa Kadilajo.

Ibu Sasap memiliki kakak perempuan bernama Kawit Ardjopawiro lahir 1893 yang menikah dengan mbah Martodimedjo Bayan Keputran tanpa memiliki keturunan.

Wiryo Sudarmo memiliki dua putra pertama Kirmadji Harto Sukirno (1917) dan Ngatino Yitno Subroto.


Ayah & ibuku



Ayahku menikah dengan Yatirah binti Sukiyat Somahardjo sulung sembilan bersaudara dari padukuhan Randuawar desa Kemalang kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten pada  Jumat Legi  13 Februari 1948.


Ayah ibu dan anak²nya



Dari pernikahan tersebut melahirkan 5 ( lima ) orang anak 3 perempuan 2 laki-laki , Sukitri , Sukapto ,  Sukapti , Kiswanto dan Siti Wiratni.


SK Pegawai Negeri Ayahku



Tahun 1946 tepatnya tanggal 20 November dengan nomer SK As. 590  ayahku diangkat menjadi pegawai negeri sipil di kementerian Pekerjaan Umum dengan jabatan mandor pembantu pengairan di Kali Woro dengan gaji pokok Rp 10,00

Ayahku adalah sosok yang rendah hati, jujur ,pekerja keras ,namun tidak ambisius jabatan.

Dibuktikan setelah sekitar 3 tahun menjadi PNS ayah tidak betah akhirnya resign alias keluar.

Saya pernah bertanya kenapa ayah keluar dari PNS, sementara saat itu jarang orang yang bisa sekolah formal hingga lulus ujian memiliki ijazah dan bisa diterima jadi PNS.

Ayahku lulus SR diterima jadi PNS pusat ternyata jawabnya,  " saya tidak suka di reh ( diperintah), ingin mandiri.." katanya padaku diamini ibuku.

Bahkan kemudian ijazah SR ayahku direlakan untuk dipinjam saudaranya guna melamar pekerjaan.
Sehingga ijazah itu tidak dikembalikan lagi pada ayah.

Ayah ibuku mengajarkan anak-anaknya jujur, sederhana , mandiri dan senantiasa berilmu dengan cara menyekolahkan pada lembaga pendidikan formal.

Setelah keluar dari PNS ayahku, juga pernah diminta jadi carik desa karena nenek moyangnya Lurah yang era itu masih kental sistem kekerabatan namun ayahku tetap kukuh pada prinsipnya tidak mau di reh.

Akhirnya lebih memilih menjadi petani yang mandiri, menggarap lahan sawah pemberian orang tuanya sebanyak dua patok dengan luas sekitar setengah hektare.

Ibuku berdagang pakaian di pasar Kembang (Pahing)  dan di pasar Surowono, Tangkil setiap pasaran pon dan kliwon. Kalau kulakan ibuku  ke pasar Beringharjo Jogja dan pasar Klewer Solo dengan naik bus umum saya sering diajak serta.

Dari hasil bertani dan berdagang itulah orang tuaku bersemangat dan kerja keras agar anak anaknya tidak ketinggalan dalam pendidikan di sekolah.

Ayahku suka bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas agar diperoleh hasil yang optimal dan berkah.

Ibadahnya tekun sangat jarang meninggalkan sholat lima waktu dan sering sholat berjamaah dengan isteri serta anak-anaknya beliau jadi imam bertempat di ruang pesholatan keluarga.

Maklum era 1960 an belum ada masjid disekitar tempat tinggal kami.

Suara rendah dan halus serasa menyejukkan saat jadi imam itulah salah satu hal yang tidak akan pernah aku lupakan hingga kini.

Beliau sangat demokratis, bukan tipe otoriter sebagai kepala keluarga, segala sesuatu perlu dimusyawarahkan untuk mencari solusi terbaiknya.

Rajin, teliti, tertib dan serba bisa adalah sosok ayahku yang sangat dekat dan sayang pada anak anaknya menurut perasaan beliau paling dekat denganku. Barangkali karena weton kami sama yakni Senin Legi nilainya 9 konon siapapun yang berweton hari itu mudah bergaul sehingga disayangi teman-temannya.

Yang dinilai unik konon ibunya ayah, ayah, saya dan anak ragil saya berweton sama Soma manis. Waallahu 'alam.

Kendati saya kecil dinilai nakal namun belum pernah sekalipun ayahku menanganiku beliau anti kekerasan dlm rumah tangga baik secara fisik maupun tutur kata.

Seumur-umur saya belum pernah melihat ayah dan ibuku bertengkar dengan kata-kata maupun secara kekerasan fisik.

Face ayah adalah senantiasa dihiasi senyum manis dan tutur kata yang santun.

Ayahku pandai menulis dan membaca huruf arab gundul, tulisan huruf Jawa serta menulis alus. Beliau suka menulis hal-hal yang dinilai penting seperti doa, serta setiap kelahiran anak-anaknya dicatat secara tertib mulai nama, tempat tanggal lahir, jam, hari lengkap dengan pasaran (weton) serta tahun hijrah. Disamping ditulis di notes juga di duplikasi di belakang gebyog penyekat ruangan.

Hampir semua jenis pekerjaan dirumah bisa beliau handel seperti servis sepeda onthel, memasang doran pacul, membuat suh sapu, membetulkan genteng,bahkan mencukur rambut ketika kami kecil.

Saya bersama Ayah ( Smg,1967 )



Dalam rangka menyenangkan hati dan membuka wawasan ayah sering mengajak saya pergi melihat pasar malam di kota Klaten, melihat Sekaten dan tempat bersejarah di Jogjakarta naik sepeda angin, dan ke Semarang naik sepur. Dan demi masa depanku beliau mendorong saya sekolah keluar daerah setelah lulus SMPN Kemalang, yakni ke Ungaran Kabupaten Semarang.

Agar tahu bagaimana bertani saya juga sering diajak kesawah ikut mencangkul, merawat tanaman, memanen hasil, nurut banyu irigasi malam hari, serta membawa pulang hasil pertanian dengan cara nyunggi.

Kendati ayah tidak suka menjadi PNS, namun era tahun 1960 an menjadi pegawai pemerintah rasanya masih menjadi idola dan kebanggaan tersendiri, sehingga dengan menyekolahkan anak anak diharapkan kelak bisa bekerja dengan mapan walaupun gajinya kecil. Prestisius dan predikat piyayi adalah nilai seseorang jika bisa menjadi pegawai negeri.

Anak-anak digadang gadang setelah tamat sekolah bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan utamanya PNS.

Ayahku adalah figur teladan yang tiada duanya, selalu mendoakan dan mendorong saya untuk maju dan sukses.

Ketuntasan urusan beliau sebelum wafat telah secara arif dan bijaksana serta demokratis menghibahkan harta bendanya kepada anak-anaknya tanpa ada masalah.

Alhamdulillah ketika beliau dipanggil menghadap Rabb nya anak-anak telah mapan semuanya.

Diusia 85 tahun tepatnya Ahad Pahing tanggal 17 November 2002 ditengah bulan suci ramadhan pukul 02:05 menit dinihari beliau wafat setelah sakit tua dengan tenang dan tetap ada senyuman dibibirnya.

Subhanalloh alhamdulillah, allahuakbar.

Kami semua sedih dan berduka, namun harus ikhlas menerima kenyataan, atas musibah ini kami berucap innalillahi wa Inna illaihi roji'un semoga almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya dan husnul khatimah.

Terima kasih ayah, engkau telah mengajarkan banyak hal positif dan bermanfaat bagi kami

Maafkan kami, dan selamat jalan

Damailah ayahku disisi Allah SWT

Aamiin YRA.

Kadilajo, 17 November 2019
 (haul ke 17 wafatnya ayahku 17-11-2002/17-11-2019)

By @kiss

Selasa, 29 Oktober 2019

RAHMAD CAH KADILAJO MENANGI LOMBA KEWIRAUSAHAAN PEMUDA TINGKAT KABUPATEN KLATEN

Rahmad (batik) bersama Camat Karangnongko (tengah) 


Kadilajo  ~  Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda tingkat kabupaten Klaten yang ke 91 pemerintah Kabupaten Klaten mengadakan lomba kewirausahaan khusus bagi kaum muda.

Lomba untuk mengapresiasi kiprah usaha pemuda itu ditetapkan meliputi 15 kategori yakni : mandiri, berkembang, kreatif, inovatif, keuletan, berbakat, apresiasiatif, prospektif, kompetitif, produktif, manajemen keuangan, manajemen usaha dan jaringan pemasaran.

Aquaponik 
Berdasarkan keputusan dewan juri nomor 1 tahun 2019, tanggal 7 Oktober 2019 salah satu kategori yakni mandiri dengan jenis usaha Aquaponik telah dimenangkan oleh Rahmad Nursetya bin Wuryanto Nursalim yang tinggal di padukuhan Kadilajo 1 RT 01 RW 01 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten 57483.

Pemuda usia 24 tahun yang lahir di Klaten tanggal 15 Mei 1995 itu mujur sehingga diundang ikut upacara bendera peringati hari sumpah pemuda di Alun Alun kota Klaten Senin 28 Oktober 2019 sekaligus menerima hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000,00.

Rahmad yang tamat SMK Negeri Senden jurusan listrik tahun 2013 itu memang dikenal aktif dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan diantaranya remaja Islam Masjid Lailatulqodar Kadilajo ( Rismala Kadilajo).

Pemuda yang satu ini memiliki obsesi ingin sukses berwirausaha dikampung halamannya untuk itu kemudian mendirikan kelompok usaha mikro kecil yang bergerak di bidang budidaya ikan dan sayuran metode Aquaponik.

Tepat tanggal 27 November 2018 Rahmad bersama 9 pemuda membuat wadah dalam bentuk kelompok yang diberi tetenger Berkah Buya.

Guna memantabkan organisasinya kemudian dicarikannya Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil dan diperoleh di pemerintah kecamatan Karangnongko dengan SIUMK nomor 503 /49/2019 tanggal 6 September 2019.

Camat Karangnongko dan PPL Perikanan setempat mengapresiasi serta memberikan dukungan serta pembinaan secara terencana dan berkelanjutan agar visi kelompok dapat diwujudkan dengan lancar dan sukses.

Sebagai tindak lanjut kemenangan ini PPL Perikanan akan mengupayakan pemberian bantuan pengembangan usaha berupa pakan dan benih ikan kedepan.

Di samping itu Camat Karangnongko mendorong Rahmad untuk tidak puas dengan apa yang telah dicapai saat ini sehingga bulan depan akan diikutsertakan dalam diklat Hidroponik dan Aquaponik tingkat provinsi Jawa Tengah di kota Atlas Semarang.

Keberhasilan Rahmad ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda di desa Kadilajo khususnya Karang Taruna Taruna Jaya untuk gumregah bangkit membina generasi muda agar kreatif, inovatif dan produktif dalam kegiatan positif sebagaimana disampaikan oleh Dewan Penasehat.

Lewat pemuda usung semangat perubahan menuju Kadilajo hari esok lebih baik.

Selamat dan sukses Rahmad Nursetya teruslah belajar dan tak lupa berikan ilmumu kendati sedikit agar bermanfaat bagi orang lain.

By @kiss