![]() |
| Achmad Muryadi |
Kabar Kadilajo Klaten ( KKK ) merupakan salah satu wahana komunikasi dan informasi publik tidak terbatas hanya dari dan untuk warga masyarakat Desa Kadilajo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten saja namun lebih luas dan seluas-luasnya.Konten KKK merupakan campursari diantaranya berita,pengalaman,tips serta cerita dll yang tidak bertentangan dengan norma yang berlaku.Semoga bermanfaat ..Salam
Selasa, 13 Juni 2023
DONT KISS HS
Selasa, 23 Mei 2023
PELUNCURAN LOGO MASJID LAILATULQODAR KADILAJO
*LOGO MASJID LAILATULQODAR KADILAJO*
![]() |
| Logo Masjid Lailatulqodar Kadilajo |
*Filosofinya*
- *Bentuk bulat , merupakan niat totalitas memanfaatkan masjid Lailatulqodar sebagai wahana beribadah kepada Alloh SWT*
- *Gambar bintang berjumlah 9 merupakan simbol kepengurusan berkiblat pada organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama ( NU )*
- *Gambar masjid dan kitab simbol rumah Alloh SWT & kitab suci Alquran sebagai pusat peribadatan,pembelajaran,pengkajian serta implementasi Islam yang rahmatan lil 'alamin berdasarkan Alquran & hadits*
- *Dominasi warna kehijauan merupakan simbol harapan ,kerukunan, ketenangan serta kesejahteraan lahir & batin , sedangkan kuning adalah kekuatan , kemakmuran ,kematangan jiwa dan keindahan*
- *Tulisan MLQ kepanjangan dari Masjid Lailatul Qodar di Kadilajo ,Karangnongko ,Klaten , Jateng,Indonesia*
*Kadilajo , 24 Mei 2023*
*By*
*KISWANTO*
LOGO CAH TARBUD ANGKATAN 1973
*LOGO CAH TARBUD ANGKATAN 1973*
![]() |
| Logo Cah Tarbud 1973 |
*Filosofinya*
- *Bentuk Bulat merupakan kebulatan tekad kumpul kembali utuk menjalin komunikasi dan silaturahmi*
- *Warna dasar hijau simbol kemakmuran yang diimpikan sejak masuk sekolah bidang pertanian*
- *Gambar jabat tangan bermakna merasa empati , dan saling memaafkan atas segala kekurangan serta kekhilafan*
- *Motto Kekancan Sak Lawase diantara kita & hanya maut yang memisahkannya*
- *Tulisan CAH TARBUD 1973 adalah nama paguyuban sebagai penanda & wahana untuk mencapai tujuan*
*Klaten , 23 Mei 2023*
*Ketua*
*KISWANTO*
Senin, 22 Mei 2023
LAUNCHING LOGO FORKIS 7108
*Filosofi Logo Paguyuban Forkis 7108*
![]() |
| Logo Forkis 7108 |
- *Bentuk bulat merupakan kebulatan tekad anggota untuk menjalin silaturahmi secara tulus ikhlas*
- *Latar belakang / warna dasar kuning adalah cermin keceriaan hati anggota dalam keguyubrukunan*
- *Gambar Gunungan merupakan simbol cita-cita mewujudkan kelestarian ,keserasian dan keseimbangan ekosistem hayati manusia , hewan dan tumbuhan dengan alam lingkungannya*
- *Tulisan Hamemayu Hayuning Bawana merupakan niat & tekad kita sebagai khalifah untuk memperindah dunia seisinya*
- *Tulisan FORKIS 7108 bergelombang adalah nama paguyuban Forum Komunikasi Informasi dan Silaturahmi rimbawan eks NIP 71 & 08 ( eks P3RP DAS GK / SBRLKT OP ) sebagai representasi alat untuk mencapai tujuan ngumpulke balung pisah yang tidak sealu mulus*
*Ditetapkan di Klaten*
*23 Mei 2023*
*Ketua Paguyuban*
*KISWANTO*
Jumat, 12 Mei 2023
PROFIL JAMAAH HAJI KABUPATEN KLATEN 2023
![]() |
| Jamaah haji tengah thowaf ( ilustrasi ) |
Klaten ~ Rilis Calon Jamaah Haji untuk kabupaten Klaten tahun 2023 , berdasarkan SE Ditjen Haji & Umrah sebanyak 1.300 orang.
Dari 1.300 orang calhaj terdiri dari 1197 orang reguler dan 103 orang cadangan.
Informasi dari Kemenag kabupaten Klaten pelunasan BPIH per 5 Mei 2023 yang sudah lunas 1.133 orang terdiri dari 1.052 orang reguler dan 81 orang cadangan , laki² 541 orang dan 592 orang perempuan.
Calhaj termuda laki² umur 18 th a.n. Vahalla Vidocia Vabella dari Tonggalan Klaten Tengah sedangkan tertua Tuminah 91 tahun perempuan asal Kradenan Trucuk ( untuk tertua nasional Mbah Harun usia 119 tahun ,lahir 1904 calhaj asal Madura , sebenarnya sesuai daftar tunggu normal berangkat tahun 2046 ).
Mutasi calhaj masuk 8 orang dan keluar 8 orang.
Petugas terdiri dari TPHI 3 orang , PPIHI 3 orang , TKHI 8 orang & TPHD 10 orang ( Pembimbing ibadah 3 orang , Pembimbing kesehatan 3 orang & Layanan umum 4 orang ).
Rencana keberangkatan kloter 55,56,57 dan 58 pada tanggal 9 - 10 Juni 2023.
*dari berbagai sumber
By @Kiss
Minggu, 12 Februari 2023
SEKILAS MENGENANG PAK DALYONO
![]() |
| Ilustrasi sebuah kegiatan Karya Bakti PLP |
*Sekilas mengenang Pak Dalyono*
Pertama mendengar PLP bernama Dalyono dan pertemuan terakhirku.
Saat praktek lapangan Diklat PLP Wanagama 1 ( Fakultas Kehutanan UGM ) Mei 1978 di Desa Sambirejo Kec Prambanan Sleman, ( sekitar situs Candi Ijo dan kini Tebing Breksi ) pembimbing P Felix Triyuwono menginformasikan bahwa PLP di sini adalah sdr Dalyono.
Saya penasaran sampai sekitar sebulan praktek berakhir kami belum sempat ketemu dan berkenalan dengan PLP dimaksud.
Dalam pikiran saya sosok PLP merupakan petugas yang hebat dan berdedikasi tinggi karena tugas dan tanggung jawabnya besar sedangkan lokasi tempat tugas di medan yang berat belum tersentuh kendaraan bermotor.
Tentu petugasnya sosok yang gagah kuat dan tahan banting serta tidak kenal menyerah.
Saya tidak tahu pasti kapan Pak Dalyono mutasi dari Sleman ke Gunungkidul , tahu tahu ada daftar nama dalam SK Tahunan PLP terdapat nama Dalyono ditugaskan di desa Nglindur Kec Rongkop kab Gunungkidul.
Rasa penasaran saya baru terjawab dan bisa ketemu dengan P Dalyono ketika sama-sama menjadi rimbawan bidang RLKT di bumi Handayani.
Dan akhirnya PLP kelahiran Sleman sembada itu kecantol gadis cantik Putri Pak Carik dimana dia mondok.
Saking cintanya terhadap lingkungan Gunungkidul Zona pegunungan sewu Pak Dalyono juga memilih pengabdian sebagai Carik Desa Nglindur meneruskan perjuangan mertuanya hingga pensiun.
Saya ketemu terakhir dengan almarhum tanggal 19 November 2011 saat pembekalan Calon Pensiunan PNS Pemkab Gunungkidul di ruang rapat 1 Setda, bagi Pensiunan TMT 1 April 2012.
Sama-sama berangkat sebagai rimbawan Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian akhirnya pensiun di era otonomi daerah dia berstatus staf sebuah kecamatan sementara saya dari Bappeda.
Setelah itu kami tidak pernah komunikasi dan ketemu lagi.
Baru dapat berita yang cukup mengejutkan kemarin lewat GWA Forkis 7108, bahwa Pak Dalyono telah mendahului kita , tapi ternyata meninggalnya sudah kurang lebih 100 hari lalu saat pageblug covid 19 dalam peaknya.
Tetapi almarhum meninggal bukan merupakan korban covid 19 namun karena penyakit lainnya yaitu kanker yang menyerang bagian tubuhnya.
Entah firasat atau apa saya tidak sengaja menulis sejumlah nama perangkat desa di Gunungkidul yang merupakan alumni SPbMA MM 52 , salah satunya Pak Dalyono sebagai Carik Desa Nglindur.
Ternyata disambut berita duka karena Pak Dalyono telah menghadap sang khalik.
Selamat jalan pak Dalyono...
Engkau telah menyelesaikan tugas duniamu dengan baik, Insyaa Alloh engkau kembali dengan husnul khatimah
Aamiin YRA
Klaten, 12-02-2022
By@kiss
Jumat, 17 Januari 2020
MAKNA LOGO BP SPAMS TIRTO TANJUNG
![]() |
| Logo BP SPAMS Tirto Tanjung Kadilajo |
Kadilajo ~ Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi ( BP-SPAMS ) Tirto Tanjung desa Kadilajo ,kecamatan Karangnongko ,kabupaten Klaten yang dibentuk tahun 2015 , memiliki logo bergambar dan bermakna sebagai berikut :
1. Setangkai daun Tanjung dengan satu tulang daun tegak lurus melambangkan UUD 1945 , disertai 5 ( lima ) tulang daun horizontal / menyamping symbol Pancasila sebagaimana Lembaga BP-SPAMS Tirto Tanjung didirikan berazaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Daun Tanjung bewarna hijau berdiri analoginya merupakan pohon Tanjung yang hidup subur dan berdiri tegak didekat sumber air bersih yang menjadi tetenger sejak zaman nenek moyang dahulu yakni “ Kali Tanjung “ bisa lestari dan bermanfaat bagi kehidupan dulu , kini hingga yang akan datang.
3. Daun Tanjung yang berbentuk Gunungan melambangkan sebuah bentuk upaya konservasi atau perlindungan mata air karunia Tuhan Yang Maha Esa yang muncul di kaki Merapi agar terbentuk lingkungan yang serasi ,selaras dan seimbang sehingga bermanfaat bagi kehidupan sekitarnya.
4. Rumah Biru merupakan rumah pelindung sumber air bersih yang dibuat permanen dan apik
5. Ombak air biru berjumlah satu meliuk melambangkan sumberdaya air bersih dikelola utamanya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pemanfaat.
6. Warna dasar atau latar belakang kuning merupakan ilustrasi semangat perubahan pola perilaku masyarakat menuju Kadilajo Hari Esok Lebih Baik.
7. Bentuk logo empat persegi panjang menggambarkan pelayanan air minum dan sanitasi kedepan dapat mencakup 4 ( empat ) wilayah padukuhan di desa Kadilajo.
8. Warna tulisan BP-SPAMS TIRTO TANJUNG ,desa Kadilajo ,kecamatan Karangnongko ,kabupaten Klaten berlatar warna biru merupakan lambang Air Minum.
Dibuat di Kadilajo , 17 Januari 2017
Oleh : Kiswanto ( KKM Pamsimas )
Diposting ulang by @kiss 17 Januari 2020
Selasa, 24 Desember 2019
SIMBOK YA IBUKU
![]() |
| Dari kiri mbah Sasap, Simbok dan Kirmadji Harto Sukirno |
Kadilajo ~ Menyebut orang yang melahirkanku sedari kecil biasa dengan panggilan simbok.
Simbok merupakan sulung alias mbarep dari sembilan bersaudara tiga laki-laki dan enam perempuan.
Sembilan bersaudara itu yakni Yatirah Harto Sukirno, Lamiyem /Sari Proyomartono, Yatiyem Proyomartono, Mulakir Padmosukirno, Djuwali Dwijowardoyo, Dalimo, Sunanti Tamto Supatmo, Sukani dan Partini.
![]() |
| Wajah Ibuku |
Yatirah binti Sukiyat Somahardjo adalah nama kecil pemberian orang tuanya yang tinggal di dk Randuawar, desa Kemalang, kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah Indonesia.
Menurut data pada akta nikah nomor 40 /16 Jumat Legi tanggal 13 Februari 1948 simbok nikah dengan Kirmadji Harto Sukirno bin Wiryo Sudarmo (30 tahun) pada umur 26 tahun.
Konon simbok lahir dengan weton Kamis Wage tanggal dan bulan tidak jelas pada tahun 1922.
Sebagai konsekuensi anak perempuan mbarep dengan banyak saudara simbok diminta membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah termasuk momong adik adiknya.
Saking banyaknya pekerjaan simbok dipandang tidak perlu sekolah pada saat itu tapi lebih baik membantu mbah Putri berdagang pakaian kepasar Kembang dan Surowono.
![]() |
| Ayah & ibuku |
Dari pernikahan simbok dengan Kirmadji Harto Sukirno bin Wiryo Sudarmo Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten memiliki lima anak dan satu anak laki-laki dari pernikahan terdahulunya.
Kirmadji Harto Sukirno adalah cucu Lurah pertama di desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Marto Wijoyo lahir dari pernikahan Sasap binti Marto Wijoyo dengan Wiryo Sudarmo dari Ngemplakseneng.
![]() |
| Keluarga besarku ,1967 |
Pernikahan simbok dengan cucu Lurah pertama desa Kadilajo melahirkan Sukitri, Sukapto, Sukapti, Kiswanto dan Siti Wiratni sedangkan anak laki-laki dari pernikahan sebelumnya adalah Sri Mulyono.
Simbok merupakan sosok pekerja keras,jujur, disiplin, setia, prihatin, taat beribadah serta sederhana dalam kehidupannya.
Guna mendukung pendapatan keluarga karena bapak memilih bertani dari pada jadi PNS simbok berdagang pakaian meneruskan pekerjaan mbah Somahardjo putri.
Setelah anak anak mentas dan suaminya meninggal pada Ahad Pahing 17 November 2002 pada usia 85 tahun, akhirnya simbok menyusulnya wafat menghadap keharibaan Alloh SWT pada Rabu 24 Desember 2008 pada usia 86 tahun karena sakit sepuh.
Semoga almarhumah simbok ya ibuku yang telah mengandung, melahirkan, membesarkan, mendidik dan mengajarkan kebajikan padaku diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta husnul khatimah kelak masuk ke dalam surgaNya Alloh SWT dalam kebahagiaan yang kekal abadi.
Kami bangga punya simbok sepertimu
Kami mencintaimu....
Aamiin YRA...
Alfatehah....
Catatan haul ke 11 atas wafatnya almarhumah simbokku Yatirah Harto Sukirno binti Sukiyat Somahardjo
Kadilajo, 24 Desember 2019
By @kiss
Minggu, 17 November 2019
AYAHKU
![]() |
| Dari kanan Ayah, Ibu dan nenek |
Kadilajo ~ Ayahku konon lahir di Kadilajo tanggal 8 Oktober 1917 dari rahim seorang ibu bernama Sasap Wiryo Sudarmo.
Ibu Sasap adalah puteri kedua dari Marto Wijoyo Lurah pertama desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.
Dengan demikian ayahku seorang cucu Lurah pertama di desa Kadilajo.
Ibu Sasap memiliki kakak perempuan bernama Kawit Ardjopawiro lahir 1893 yang menikah dengan mbah Martodimedjo Bayan Keputran tanpa memiliki keturunan.
Wiryo Sudarmo memiliki dua putra pertama Kirmadji Harto Sukirno (1917) dan Ngatino Yitno Subroto.
![]() |
| Ayah & ibuku |
Ayahku menikah dengan Yatirah binti Sukiyat Somahardjo sulung sembilan bersaudara dari padukuhan Randuawar desa Kemalang kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten pada Jumat Legi 13 Februari 1948.
![]() |
| Ayah ibu dan anak²nya |
![]() |
| SK Pegawai Negeri Ayahku |
Tahun 1946 tepatnya tanggal 20 November dengan nomer SK As. 590 ayahku diangkat menjadi pegawai negeri sipil di kementerian Pekerjaan Umum dengan jabatan mandor pembantu pengairan di Kali Woro dengan gaji pokok Rp 10,00
Ayahku adalah sosok yang rendah hati, jujur ,pekerja keras ,namun tidak ambisius jabatan.
Dibuktikan setelah sekitar 3 tahun menjadi PNS ayah tidak betah akhirnya resign alias keluar.
Saya pernah bertanya kenapa ayah keluar dari PNS, sementara saat itu jarang orang yang bisa sekolah formal hingga lulus ujian memiliki ijazah dan bisa diterima jadi PNS.
Ayahku lulus SR diterima jadi PNS pusat ternyata jawabnya, " saya tidak suka di reh ( diperintah), ingin mandiri.." katanya padaku diamini ibuku.
Bahkan kemudian ijazah SR ayahku direlakan untuk dipinjam saudaranya guna melamar pekerjaan.
Sehingga ijazah itu tidak dikembalikan lagi pada ayah.
Ayah ibuku mengajarkan anak-anaknya jujur, sederhana , mandiri dan senantiasa berilmu dengan cara menyekolahkan pada lembaga pendidikan formal.
Setelah keluar dari PNS ayahku, juga pernah diminta jadi carik desa karena nenek moyangnya Lurah yang era itu masih kental sistem kekerabatan namun ayahku tetap kukuh pada prinsipnya tidak mau di reh.
Akhirnya lebih memilih menjadi petani yang mandiri, menggarap lahan sawah pemberian orang tuanya sebanyak dua patok dengan luas sekitar setengah hektare.
Ibuku berdagang pakaian di pasar Kembang (Pahing) dan di pasar Surowono, Tangkil setiap pasaran pon dan kliwon. Kalau kulakan ibuku ke pasar Beringharjo Jogja dan pasar Klewer Solo dengan naik bus umum saya sering diajak serta.
Dari hasil bertani dan berdagang itulah orang tuaku bersemangat dan kerja keras agar anak anaknya tidak ketinggalan dalam pendidikan di sekolah.
Ayahku suka bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas agar diperoleh hasil yang optimal dan berkah.
Ibadahnya tekun sangat jarang meninggalkan sholat lima waktu dan sering sholat berjamaah dengan isteri serta anak-anaknya beliau jadi imam bertempat di ruang pesholatan keluarga.
Maklum era 1960 an belum ada masjid disekitar tempat tinggal kami.
Suara rendah dan halus serasa menyejukkan saat jadi imam itulah salah satu hal yang tidak akan pernah aku lupakan hingga kini.
Beliau sangat demokratis, bukan tipe otoriter sebagai kepala keluarga, segala sesuatu perlu dimusyawarahkan untuk mencari solusi terbaiknya.
Rajin, teliti, tertib dan serba bisa adalah sosok ayahku yang sangat dekat dan sayang pada anak anaknya menurut perasaan beliau paling dekat denganku. Barangkali karena weton kami sama yakni Senin Legi nilainya 9 konon siapapun yang berweton hari itu mudah bergaul sehingga disayangi teman-temannya.
Yang dinilai unik konon ibunya ayah, ayah, saya dan anak ragil saya berweton sama Soma manis. Waallahu 'alam.
Kendati saya kecil dinilai nakal namun belum pernah sekalipun ayahku menanganiku beliau anti kekerasan dlm rumah tangga baik secara fisik maupun tutur kata.
Seumur-umur saya belum pernah melihat ayah dan ibuku bertengkar dengan kata-kata maupun secara kekerasan fisik.
Face ayah adalah senantiasa dihiasi senyum manis dan tutur kata yang santun.
Ayahku pandai menulis dan membaca huruf arab gundul, tulisan huruf Jawa serta menulis alus. Beliau suka menulis hal-hal yang dinilai penting seperti doa, serta setiap kelahiran anak-anaknya dicatat secara tertib mulai nama, tempat tanggal lahir, jam, hari lengkap dengan pasaran (weton) serta tahun hijrah. Disamping ditulis di notes juga di duplikasi di belakang gebyog penyekat ruangan.
Hampir semua jenis pekerjaan dirumah bisa beliau handel seperti servis sepeda onthel, memasang doran pacul, membuat suh sapu, membetulkan genteng,bahkan mencukur rambut ketika kami kecil.
![]() |
| Saya bersama Ayah ( Smg,1967 ) |
Dalam rangka menyenangkan hati dan membuka wawasan ayah sering mengajak saya pergi melihat pasar malam di kota Klaten, melihat Sekaten dan tempat bersejarah di Jogjakarta naik sepeda angin, dan ke Semarang naik sepur. Dan demi masa depanku beliau mendorong saya sekolah keluar daerah setelah lulus SMPN Kemalang, yakni ke Ungaran Kabupaten Semarang.
Agar tahu bagaimana bertani saya juga sering diajak kesawah ikut mencangkul, merawat tanaman, memanen hasil, nurut banyu irigasi malam hari, serta membawa pulang hasil pertanian dengan cara nyunggi.
Kendati ayah tidak suka menjadi PNS, namun era tahun 1960 an menjadi pegawai pemerintah rasanya masih menjadi idola dan kebanggaan tersendiri, sehingga dengan menyekolahkan anak anak diharapkan kelak bisa bekerja dengan mapan walaupun gajinya kecil. Prestisius dan predikat piyayi adalah nilai seseorang jika bisa menjadi pegawai negeri.
Anak-anak digadang gadang setelah tamat sekolah bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan utamanya PNS.
Ayahku adalah figur teladan yang tiada duanya, selalu mendoakan dan mendorong saya untuk maju dan sukses.
Ketuntasan urusan beliau sebelum wafat telah secara arif dan bijaksana serta demokratis menghibahkan harta bendanya kepada anak-anaknya tanpa ada masalah.
Alhamdulillah ketika beliau dipanggil menghadap Rabb nya anak-anak telah mapan semuanya.
Diusia 85 tahun tepatnya Ahad Pahing tanggal 17 November 2002 ditengah bulan suci ramadhan pukul 02:05 menit dinihari beliau wafat setelah sakit tua dengan tenang dan tetap ada senyuman dibibirnya.
Subhanalloh alhamdulillah, allahuakbar.
Kami semua sedih dan berduka, namun harus ikhlas menerima kenyataan, atas musibah ini kami berucap innalillahi wa Inna illaihi roji'un semoga almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya dan husnul khatimah.
Terima kasih ayah, engkau telah mengajarkan banyak hal positif dan bermanfaat bagi kami
Maafkan kami, dan selamat jalan
Damailah ayahku disisi Allah SWT
Aamiin YRA.
Kadilajo, 17 November 2019
(haul ke 17 wafatnya ayahku 17-11-2002/17-11-2019)
By @kiss
Selasa, 29 Oktober 2019
RAHMAD CAH KADILAJO MENANGI LOMBA KEWIRAUSAHAAN PEMUDA TINGKAT KABUPATEN KLATEN
![]() |
| Rahmad (batik) bersama Camat Karangnongko (tengah) |
Kadilajo ~ Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda tingkat kabupaten Klaten yang ke 91 pemerintah Kabupaten Klaten mengadakan lomba kewirausahaan khusus bagi kaum muda.
Lomba untuk mengapresiasi kiprah usaha pemuda itu ditetapkan meliputi 15 kategori yakni : mandiri, berkembang, kreatif, inovatif, keuletan, berbakat, apresiasiatif, prospektif, kompetitif, produktif, manajemen keuangan, manajemen usaha dan jaringan pemasaran.
![]() |
| Aquaponik |
Pemuda usia 24 tahun yang lahir di Klaten tanggal 15 Mei 1995 itu mujur sehingga diundang ikut upacara bendera peringati hari sumpah pemuda di Alun Alun kota Klaten Senin 28 Oktober 2019 sekaligus menerima hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000,00.
Rahmad yang tamat SMK Negeri Senden jurusan listrik tahun 2013 itu memang dikenal aktif dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan diantaranya remaja Islam Masjid Lailatulqodar Kadilajo ( Rismala Kadilajo).
Pemuda yang satu ini memiliki obsesi ingin sukses berwirausaha dikampung halamannya untuk itu kemudian mendirikan kelompok usaha mikro kecil yang bergerak di bidang budidaya ikan dan sayuran metode Aquaponik.
Tepat tanggal 27 November 2018 Rahmad bersama 9 pemuda membuat wadah dalam bentuk kelompok yang diberi tetenger Berkah Buya.
Guna memantabkan organisasinya kemudian dicarikannya Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil dan diperoleh di pemerintah kecamatan Karangnongko dengan SIUMK nomor 503 /49/2019 tanggal 6 September 2019.
Camat Karangnongko dan PPL Perikanan setempat mengapresiasi serta memberikan dukungan serta pembinaan secara terencana dan berkelanjutan agar visi kelompok dapat diwujudkan dengan lancar dan sukses.
Sebagai tindak lanjut kemenangan ini PPL Perikanan akan mengupayakan pemberian bantuan pengembangan usaha berupa pakan dan benih ikan kedepan.
Di samping itu Camat Karangnongko mendorong Rahmad untuk tidak puas dengan apa yang telah dicapai saat ini sehingga bulan depan akan diikutsertakan dalam diklat Hidroponik dan Aquaponik tingkat provinsi Jawa Tengah di kota Atlas Semarang.
Keberhasilan Rahmad ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda di desa Kadilajo khususnya Karang Taruna Taruna Jaya untuk gumregah bangkit membina generasi muda agar kreatif, inovatif dan produktif dalam kegiatan positif sebagaimana disampaikan oleh Dewan Penasehat.
Lewat pemuda usung semangat perubahan menuju Kadilajo hari esok lebih baik.
Selamat dan sukses Rahmad Nursetya teruslah belajar dan tak lupa berikan ilmumu kendati sedikit agar bermanfaat bagi orang lain.
By @kiss

















