Senin, 14 November 2022

MASJID RAYA SHEIKH ZAYED SOLO

 

Masjid Sheikh Zayed Solo




Namanya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo 


Masjid baru ini berada di Jl A Yani  kelurahan Gilingan, kecamatan  Banjarsari , kota Solo bersebelahan dengan Viaduk Gilingan.


Merupakan hibah dari Pangeran UEA Syeikh Mohamed bin Zayed ( MBZ ) Al Nahyan senilai 300 M , mulai dibangun 6-3-2021 diatas tanah seluas 8.000 m².


Dirancang mirip ( sebagai replikasi ) masjid di Abudabe Uni Emirate,yakni Sheikh Zayed Grand Mosque .


Masjid mewah dan indah ini dibangun dengan dua lantai, memiliki empat menara besar, satu kubah utama serta 82 kubah kecil gaya Maroko.


Sedangkan plataran masjid ini dirancang seperti masjid di Pakistan.


Fasilitas masjid dilengkapi ruang VIP , perpustakaan serta sementara area parkir yang muat 28 bus dan ratusan sepeda motor.


Ketua pengurus harian dan Imam besar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo adalah KH Abdul Rozaq Shofawi.


 Masjid ini diresmikan oleh Presiden RI Senin 14-11-2022

Adab yang diberlakukan

11 Adab di Masjid Sheikh Zayed Solo




_dihimpun dari berbagai sumber_


By@kiss

Sabtu, 05 November 2022

KISAH PLP LAHAN KRITIS DI GUNUNGKIDUL

Hutan Rakyat Swadaya berkembang



Episode 6


_Memasuki era keswadayaan masyarakat dan masa kejayaan penghijauan_



Oleh : Kiswanto*


Kendati proyek bantuan penghijauan belum dihentikan tetapi tiba masanya untuk membangkitkan semangat swadaya masyarakat untuk berpartisipasi dalam penghijauan pada lahan mereka.

Hal ini sesuai dengan filosofi penyuluhan dengan tujuan utama untuk merubah perilaku meliputi pengetahuan,sikap dan keterampilan ( PSK )  petani dari tidak tahu, tidak mau hingga melakukan secara mandiri.


PLP Penyuluhan


Ketidaktahuan diatasi dengan berbagai metode penyuluhan salah satunya adalah pembuatan Unit Percontohan (Demplot ) Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam ( UP UPSA ) dengan demonstrasi plot  Ini diharapkan petani dapat melihat secara langsung implementasi dilapangan.

Mengingat prinsip penyuluhan jika aku mendengar aku lupa, jika aku melihat aku tahu alias mengerti dan jika aku berbuat ( praktek ) saya dapat ( mengerjakan ).


Unit Percontohan ( Demplot ) UPSA


Demplot UP UPSA dibuat dipinggir jalan dan lokasi strategis sehingga mudah dilihat oleh petani yang lewat.Demplot ini seluas 10 hektar untuk peragaan kegiatan penghijauan dengan tanaman kayu kayuan dan sebagian untuk budidaya tanaman semusim pada lahan kering, termasuk upaya konservasi tanah dan air berupa terasering serta budidaya ternak kambing.

Didalam UP UPSA juga merupakan wahana untuk introduksi varietas unggul baru seperti Lamtoro Gung, rumput gajah, Jati unggul dan benih unggul tanaman semusim.

Pembuatan Demplot UP UPSA dengan target satu desa satu unit.

Petugas yang menangani UP UPSA terlebih dahulu harus memiliki sertifikat pernah mengikuti Diklat Petugas Lapangan Percontohan Demplot Penghijauan atau UP UPSA.


Studi Banding ke luar daerah


Selaku PLP agar memiliki pengalaman dan pengetahuan cukup disamping mengikuti diklat kedinasan juga dapat belajar dengan berbagai narasumber dilapangan seperti studi banding utuk menambah wawasan


Pamong desa pada saat itu terutama Carik atau kaur ekobang lazimnya sangat menguasai kondisi daerahnya termasuk bagaimana membaca persil dalam Peta Desanya.

Saya bisa belajar banyak dari mereka.Pak Sastro adalah seorang Carik suatu desa binaan saya yang mendapat proyek bantuan penghijauan dengan kegiatan Pembuatan tanaman.

Sambil jalan kaki memasuki daerah bertofografi bergunung dengan lereng cukup terjal Pak Sastro Carik senior itu  sangat hafal dengan lokasi tersebut masuk persil berapa,milik siapa, luasnya berapa dan masuk blok apa.


Pengalaman di lokasi


Pengalaman dilokasi yang tidak pernah dapat terlupakan adalah ketika ceking lokasi di tebing bawah Gunung Gambar tiba-tiba langit gelap karena ada awan hitam disertai suara petir menggelegar pertanda akan turun hujan.

Saya merasa khawatir " Pak Carik bagaimana Ini kalau hujan deras dan petir seperti itu sedangkan kita berada di diatas tebing yang curam..? "  tanya ku.
" Tenang saja Pak Kis diatas itu ada tempat berteduh.." katanya sambil tangannya menunjuk ke atas.Sedangkan sejauh mata memandang tidak ada gubug kecilpun apalagi rumah. Pak Sastro sangat familiar dengan lokasi tersebut dan ternyata di tebing yang tinggi di bawah puncak gunung gambar sisi utara itu terdapat sebuah goa yang bisa untuk ngeyup kami berdua dengan aman hingga hujan deras itu reda.

Demikian pula Carik Desa lainnya yang pernah saya temui rerata sangat tertib administrasi , menguasai lapangan dan mumpuni dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Sejatinya dimanapun kita ditugaskan dan berada dilingkungan baru disitulah dapat belajar banyak hal-hal berbeda dan membangun jejaring dengan orang lain.


PKS Supervisi Kegiatan


Tugas pokok dan fungsi saya ketika tidak lagi menjadi PLP di tingkat desa seperti saat di Panggang dan Ngawen namun menjadi lebih luas cakupannya, terutama melakukan pembinaan terhadap para PLP di desa dan kecamatan saat menjadi Penyuluh Madya Penghijauan ( PMP ) di BPP pada tahun 1991.


Menjadi PMP dan PKS


Sedangkan tahun 1992 - 1999 kapasitas saya selaku Penyuluh Kehutanan Spesialis ( PKS ) mempunyai tupoksi pembinaan dan mengkoordinir PLP dan PMP se kabupaten Gunungkidul.


Pembinaan Lomba Penghijauan Swadaya


Metode penyuluhan lainnya yang terpilih untuk memotivasi kelompok tani melakukan penghijauan swadaya adalah dengan diselenggarakan lomba penghijauan swadaya ( LPS ). 

Lomba ini diselenggarakan secara berjenjang mulai lomba tingkat kecamatan, lomba tingkat kabupaten Gunungkidul, lomba tingkat Provinsi DIY dan tingkat nasional.

Metode lomba penghijauan mendapat respon positif dari masyarakat dan ditetapkan sebagai kebijakan tingkat kabupaten Gunungkidul oleh Pak Soebekti Soenarto dan Bupati selanjutnya.

Mulai tahun 1991 - 1998 Gunungkidul serasa diatas angin dan memasuki era kejayaan dalam prestasi lomba penghijauan swadaya dan PLP berprestasi baik tingkat provinsi DIY maupun nasional.

Demikian pula prestasi lomba bidang lingkungan hidup hingga dapat meraih penghargaan bergengsi berupa kalpataru , waktu itu kewenangan bidang lingkungan hidup masih melekat pada lembaga yang mengurusi bidang kehutanan.


Mengapresiasi Kelompok Berprestasi


Partorejo ( 1994 ) ketua kelompok tani di Jerukwudel,Rongkop mendapatkan kalpataru kategori penyelamat lingkungan dengan kegiatan penghijauan lahan kritis sekitar Telaga Wotawati.Atas keberhasilannya air telaga menjadi bening dan lestari karena erosi dan sedimentasi terkendali oleh adanya vegetasi tetap yang banyak.


Kalpataru


Warsono ( 1996 ) PLP kecamatan Rongkop menyabet penghargaan bergengsi kalpataru kategori pengabdi lingkungan setelah menginisiasi habitat burung walet dengan penghijauan sehingga populasi dan produksi sarang burung walet meningkat disamping sejumlah kegiatan positif lainnya.


Penilaian Lomba Penghijauan Swadaya zona Selatan


Prestasi dan penghargaan juara terbaik Nasional dalam lomba hutan rakyat swadaya justru didominasi oleh kelompok tani di zona pegunungan sewu dimana kekritisan lahan paling parah pada awalnya.


Juara HRS zona Utara



Namun demikian prestasi kelompok tani hutan rakyat swadaya zona utara dan tengah juga ada yang bisa unjuk gigi tingkat nasional seperti di desa Putat kecamatan Patuk dan Karangmojo Gunungkidul.

Prestasi kelompok penghijauan zona selatan diantaranya Hutan Rakyat Swadaya Desa Giriwungu , Giripurwo dan Giriasih kecamatan Panggang dapat meraih kemenangan yang menakjubkan.

Demikian pula Desa Tileng , dan Desa Jepitu kecamatan Rongkop dapat menunjukkan prestasi yang luar biasa dilevel Nasional.

Hutan Rakyat Swadaya ( HRS ) Desa Tileng mendapatkan juara nasional 1991 an yang mengagumkan tanaman penghijauan berupa jati,akasia dan mahoni mampu tumbuh baik di tengah bebatuan karst yang berwarna hitam.Perakaran tanaman pioneer itu mampu menembus keras dan keringnya bebatuan pegunungan sewu.

Dampak positifnya air telaga Lodoireng dapat lestari dan lebih jernih walaupun dimusim hujan.


Tamu studi banding dari Kalimantan



HRS Desa Tileng inilah yang akhirnya dapat menjawab tantangan saya waktu lomba pidato penyuluh kehutanan dengan tema Upaya Penyelamatan Hutan Tanah dan Air ( PHTA ) kabupaten Gunungkidul di Gorontalo Sulawesi Utara 1992.

Para pejabat pemerintahan di Sulawesi Utara dalam studi banding yang diantar Pak Soebekti Soenarto Bupati Gunungkidul dan jajarannya sangat kagum dan heran atas keberhasilan penghijauan lahan kritis di Gunungkidul.

Pemerintah provinsi Sulawesi Utara berkeinginan mengajak beberapa orang petani Gunungkidul agar dapat memberikan contoh bagaimana caranya bisa menanam pohon penghijauan hingga berhasil baik dilahan kritis wilayah Sulawesi Utara yang kondisi lahannya justru masih lebih baik dibandingkan dengan Gunungkidul.

Dampak positif lainnya atas pidato saya saat temu wicara dengan Presiden RI dalam rangka peringatan HPS di kabupaten Karawang Jawa Barat 16 Oktober 1991 dan pidato penyuluh kehutanan di Gorontalo Sulawesi Utara 1992 Gunungkidul menjadi terkenal sehingga sering menjadi obyek studi banding keberhasilan penghijauan dari berbagai daerah di Indonesia.


Kapusluhut mengapresiasi Prestasi Gunungkidul


Pemerintah pusat juga menaruh perhatian yang baik berupa peningkatan anggaran proyek Penghijauan, pemberian sarana dan prasarana penyuluhan serta mobil Dinas untuk operasional dari Departemen Kehutanan.

Atas dasar banyaknya kelompok tani dan PLP berhasil menjadi juara provinsi dan nasional dalam lomba penghijauan dan lingkungan hidup maka saya selaku PKS yang berperan aktif dalam pembinaan dan penyiapan segala sesuatunya diapresiasi oleh Bupati Gunungkidul dengan memberikan piagam penghargaan sebagai pembina.

Penghargaan tersebut diantaranya

- Tahun 1991 sebagai pembina kelompok perintis lingkungan hidup.
- Tahun 1993 sebagai pembina penghijauan kab Gunungkidul
- Tahun 1994 sebagai pembina penghijauan kab Gunungkidul
- Tahun 1994 sebagai pembina penghijauan dan lingkungan hidup kabupaten Gunungkidul
- Tahun 1995 sebagai pembina penghijauan kab Gunungkidul
- Tahun 1996 sebagai pembina terbaik lomba lingkungan hidup kabupaten Gunungkidul
- Tahun 1996 sebagai pembina penghijauan kab Gunungkidul


 

Penghargaan Bupati


- Tahun 1997 sebagai pembina terbaik lomba penghijauan kab Gunungkidul
- Tahun 1998 sebagai pembina terbaik lomba penghijauan dan lingkungan hidup kabupaten Gunungkidul
- Tahun 1998 sebagai juara 1 pembina lingkungan hidup Tk kab Gunungkidul


Piagam Bupati Pembina LH


Selaku PKS yang bertugas mengkoordinir PMP dan PLP se kabupaten Gunungkidul ditunjuk sebagai pejabat pengesahan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit penyuluh kehutanan di Gunungkidul.

Disamping itu Tahun Anggaran 1998 / 1989 , 1999/2000 dan 2000 ditunjuk sebagai pemimpin proyek Penghijauan di kabupaten Gunungkidul.

Juga merangkap sebagai pelaksana tugas pejabat struktural Dinas Perhutanan dan Konservasi Tanah serta Dinas Kehutanan kab Gunungkidul.


Saat jadi Pinpro Penghijauan


Sangat jarang terjadi seorang pejabat fungsional penyuluh kehutanan merangkap jabatan pemimpin Proyek dan juga pelaksana tugas jabatan struktural , kendati hal tersebut tidak ada larangan.

Menjelang otonomi daerah posisi saya berada dipersimpangan jalan antara jabatan fungsional dan jabatan struktural.

Atas berbagai saran dilihat kinerja saya selama ini dinilai lebih baik memilih jalur struktural karena skope nya lebih luas sehingga akan dapat memberikan pertimbangan penyusunan kebijakan dibidang pembangunan kehutanan secara terpadu dan komprehensif.

Dan saya berpikir penghijauan lahan kritis di Gunungkidul telah melewati masa kritis sehingga bebannya tidak seberat era 70 - 80 an.


Gunungkidul ijo royo-royo


Saat ini masyarakat petani sudah bisa merasakan manfaat dari hasil Penghijauan sehingga secara sadar mereka akan menanam pohon kembali setelah memanennya secara swadaya.

Dan saat saya ketemu Profesor  " Telo " Suhardi minta advis dan pertimbangan terkait hal tersebut beliau mengatakan " Tidak masalah anda masuk jalur struktural dan ditugaskan di instansi mana saja karena sudah memiliki jiwa rimbawan justru akan bisa mewarnai setiap kebijakan dilihat dari aspek Kehutanan dan Penghijauan.."

Ya beliau guru dan sekaligus  " teman " saya. Saat di Wanagama guru saya karena merupakan dosen sementara sebagai teman saat libur beliau sering mengajak saya bermain dan jalan jalan mbonceng CB Gelatik saya.

Hasil penelitian kenapa umur harapan hidup masyarakat Gunungkidul relatif lebih panjang dibandingkan dengan kabupaten lainnya di DIY kesimpulannya karena masyarakat Gunungkidul sering mengkonsumsi telo , karena penelitian tentang telo di Gunungkidul itulah sehingga Pak Hardi sering di panggil Profesor  " Telo ".

Akhirnya beliau disamping Jadi dosen Fakultas Kehutanan UGM juga diminta menjadi staf ahli Dewan Ketahanan Pangan Nasional Di Jakarta karena penelitian tentang telo tersebut.

Disaat otonomi daerah diberlakukan semua PNS pusat khususnya Departemen Kehutanan diminta memilih mau menetap di mana bebas di seluruh wilayah Indonesia.

Kemudian status kepegawaian saya berubah dari pegawai negeri pusat Departemen Kehutanan menjadi pegawai pemerintah daerah kabupaten Gunungkidul.


Di Dinas Kehutanan ( 1999-2000 ) 


Berawal pindah dari Dinas Kehutanan ke Dinas Peternakan ( 2001 ) , 


Saat Di Dinas Peternakan bersama LPM UGM


Ke Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura ( 2009 ).


Saat di Dinas TPH


Pernah masuk nominasi pejabat eselon dua dan mengikuti fit & propertes di Provinsi DIY bertiga dan semuanya mendapatkan rekomendasi layak.Karena qodarullah belum diridhoi Allah SWT sehingga amanah itu tidak jatuh ditangan saya.


Saat Kabid Perekonomian Bappeda


Sehingga tahun 2010 saya hijrah dari eselon tiga Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura menjadi Kepala Bidang Perekonomian Bappeda hingga purna tahun 2012 dengan selamat nir sambekala.

Kurun waktu 34 tahun separuh lebih dari umur saya dihabiskan secara totalitas untuk Gunungkidul Handayani


Proses panjang lahan kritis jadi ijo royo²


Saya tidak bergeming tetap milih di Gunungkidul walaupun tidak lagi sebagai penyuluh kehutanan.

Tetapi sebagaimana jiwa rimbawan komitmen terhadap penghijauan dan lingkungan hidup tidak akan pernah hilang sampai akhir hayat.

Yang menjadi PR selanjutnya adalah bagaimana melestarikan apa yang telah diperjuangkan dan berhasil dengan baik sehingga bermanfaat bagi orang banyak  dari generasi  ke generasi sehingga Gunungkidul tetap Handayani hari esok lebih baik.


Keberhasilan Penghijauan yang Lestari


Mengutip kata-kata motivator bahwa ada 4 hal penting sebagai syarat kesuksesan dalam karir seseorang pertama bisa dipercaya, kedua punya nilai tambah,ketiga berperilaku menyenangkan dan keempat dikenal oleh orang yang tepat dalam jumlah banyak.

Sebagai renungan.

Tamat


Penulis :

Pegiat dan Pemerhati LH


- PLP/ Penyuluh Kehutanan Kab Gunungkidul 1978-1999
- Pejabat Struktural di Dinas Kehutanan, Dinas Peternakan, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura 2000-2009


- Kepala Bidang Perekonomian pada Bappeda Gunungkidul 2010-2012


- Pegiat dan Pemerhati Lingkungan Hidup 2012-sekarang


Disnak Kordinasi Pawonsari di Pacitan

Di Dinas TPH , PPK SL PTT



Merevitalisasi Proses Perencanaan




Jumat, 04 November 2022

KISAH PLP LAHAN KRITIS DI GUNUNGKIDUL

Lomba Pidato di Gorontalo 1992


Episode 5

_Naskah lomba pidato Penyuluh Kehutanan yang mengantarkan raih juara 1 tingkat nasional_


Oleh : Kiswanto*


Masih tersimpan arsip naskah lomba pidato penyuluh Kehutanan tingkat nasional  di Gorontalo Sulawesi Utara tahun 1992 itu.


Naskah Asli Lomba Pidato 


Naskah tersebut pasalnya menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian lomba prestisius seorang penyuluh disamping penguasaan materi, konsistensi dengan tema, teknik penyampaian serta ketepatan waktu.

Naskah yang ditulis dalam waktu hanya semalam saat  itu belum familiar komputer sehingga diketik manual sendiri kemudian dijilid secara maraton.

Alhamdulillah atas Ridho Alloh SWT akhirnya segala daya upaya membuahkan hasil dinobatkan sebagai juara 1 tingkat nasional.

Inilah Naskah Lomba Pidato dalam rangka Pekan Penghijauan Nasional ke 32  di Gorontalo Sulawesi Utara Desember 1992

Yth Bpk, Ibu Tim Juri Lomba Pidato Penyuluh Kehutanan Tingkat Nasional

Yth Bpk, Ibu Pembina Penyuluhan Kehutanan

Yth Bpk, Ibu Tamu Undangan

Yth Bpk, Ibu petani serta hadirin yang berbahagia

Assalamualaikum wr wb.

Mengawali pertemuan ini marilah kita mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat karuniaNya kita dapat berkumpul ditempat ini dalam keadaan sehat dan selamat.

Pada kesempatan baik ini kami akan menyampaikan topik mengenai Penyelamatan Hutan, Tanah dan Air di Kabupaten Dati II Gunungkidul DI Yogyakarta.

Bapak, Ibu telah mengetahui kalau Kabupaten Gunungkidul yang luas wilayahnya 46,6 % (hampir separoh) dari luas Provinsi DIY dan sampai saat ini masih ada sementara orang di Indonesia yang menilai bahwa keadaan Gunungkidul gersang, tandus dan kering keseluruhannya.


Slogan Gunungkidul Handayani


Semenjak awal Pelita V Gunungkidul yang bermotto Handayani dengan unsur pertama huruf H berarti hijau, menempatkan Penghijauan sebagai program utama Pemerintah Daerah yang harus sukses untuk mengatasi predikat gersang itu.

Peranserta dan kemampuan swadaya yang besar dari masyarakat dalam upaya menyukseskan Program PHTA diharapkan dapat merubah citra tandus, kering menjadi hijau royo - royo.

Bpk Ibu dan hadirin yang terhormat.
Peranan HTA bagi kehidupan manusia saat ini akan kami ingatkan kembali :

Hutan dan pepohonan berfungsi sebagai penyangga keseimbangan lingkungan hidup,menambah keindahan alam, melindungi kelestarian tanah dan air serta sekaligus sebagai penghasil kayu, bahan industri, bahan makanan dan obat-obatan.

Tanah berperan menyimpan dan menyediakan air bagi kehidupan serta merupakan salah satu unsur produksi pertanian.

Sedangkan air berfungsi memenuhi kebutuhan hidup manusia, hewan dan tumbuhan serta menghasilkan sumber tenaga bagi industri serta memancarkan transportasi dan komunikasi.

Bapak, ibu yang terhormat,

Menyadari akan pentingnya kelestarian HTA bagi kehidupan maka sejak dini kami telah mengajak dan mengingatkan kembali untuk senantiasa berupaya mencegah terjadinya kerusakan sumber daya alam tersebut dengan :

1.   Ikut menjaga kelestarian hutan yang di Gunungkidul hanya seluas 13.526 ha ( 8.92 % dari luas wilayah) dengan cara menanami sebagian lahan milik dengan tanaman kayu-kayuan menjadi hutan rakyat swadaya dengan pengaturan pemungutan hasil secara tebang pilih tanam kembali.

Keberadaan hutan rakyat di Gunungkidul  sampai saat ini  berkisar 38.708 ha, sehingga keberadaannya dapat merupakan penambah keberadaan luas hutan negara yang hanya 13.526 ha sehingga menjadi 52.234 ha ( 35 % dari luas wilayah Gunungkidul).

Mencegah penggembalaan liar baik di hutan maupun diluar kawasan hutan dengan cara mengandangkan ternak petani.

2.    Perbaikan Sosial Ekonomi

Pemilikan lahan pertanian  perkapita yang sempit rerata  0,2  -  0,3 ha perlu upaya peningkatan intendiifikasi usahatani lahan kering untuk peningkatan produksi sekaligus pendapatan petani.

Untuk mengatasi kepadatan penduduk Gerakan Keluarga Berencana di Gunungkidul berhasil dengan sangat baik yakni dengan pertumbuhan penduduk pertahun dibawah rata-rata DIY yang  0, 56 % ( Suspenas  1990).

Pengembangan industri pengolahan kayu untuk memberikan nilai tambah dan menumbuhkan lapangan kerja baru.

Bapak, ibu, hadirin yang terhormat,

Jika pencegahan tidak dapat berhasil akibat dari kerusakan sumberdaya alam tersebut tanah akan menjadi gundul sehingga mudah erosi, banjir dan kekeringan menjadi rutinitas dan produksi pertanian akan menurun berakhir timbulnya kemiskinan.

Tentu kita tidak mengharapkan itu semua terjadi.

Untuk menjadikan HTA di Gunungkidul ini Lestari ada beberapa cara yang harus dilakukan :

1. Reboisasi yakni penanaman kembali di lahan hutan dengan sistem tumpangsari ini melibatkan masyarakat sekitar hutan untuk jangka waktu kurang lebih 3  tahun.

2. Penghijauan.

3. Konservasi Tanah.

4. Hutan Kemasyarakatan.

5. Hutan Rakyat.

6. Penerangan / penyuluhan, 


Penyuluhan


sedangkan HTI dan pengendalian perladangan di Gunungkidul tidak ada.

Bapak Ibu yang terhormat,

Kita akan selalu optimis dengan kesadaran dan berswadaya melaksanakan penyelamatan Hutan, Tanh dan Air akan dapat berhasil sehingga kesejahteraan hidup kita akan meningkat.

Beberapa contoh keberhasilan dari pelaksanaan penyelamatan sumber daya alam di Gunungkidul :

-  Dari keberhasilan hutan rakyat banyak telaga yang semula kering saat kemarau dan airnya kotor saat penghujan kini kelestariannya terjaga serta kualitas airnya menjadi jernih.

-  Akibat perbaikan keadaan lahan sehingga produktivitas lahan meningkat dengan ditandainya kenaikan produksi dan pendapatan petani, sehingga terlihat rerata pendidikan anak mencapai SMTA.

-  Prestasi lomba Penghijauan tiga tahun terakhir Gunungkidul berturut - turut menjadi juara umum Provinsi DIY sekaligus meraih kejuaraan nasional misalnya PLP berprestasi, terasering swadaya dan Areal dampak UP UPSA.

Dari beberapa contoh keberhasilan itu marilah kita jadikan pendorong untuk lebih meningkatkan prestasi demi Gunungkidul Handayani, hari esok yang lebih baik.

Upaya PHTA bukan hanya tugas pemerintah tetapi terutama merupakan tanggung jawab dari masyarakat sendiri.

Akhirnya segala usaha pemulihan kelestarian sumberdaya hutan, tanah dan air akan berhasil dengan baik bila seluruh masyarakat menyadari dan berperan serta.

Dengan demikian keselamatan itu akan memberikan manfaat bagi kehidupan kita secara lestari sepanjang zaman.

Bukit emas jika terus menerus diambil niscaya bakal habis, namun Hutan, Tanah dan Air tidak akan pernah habis manfaatnya apabila dimanfaatkan secara arif bijaksana dan dipelihara dengan baik.

Demikian, mohon maaf atas segala kekhilafan dan terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb

Gorontalo , 23 Desember  1992

Penyuluh Kehutanan bidang RLKT

KISWANTO
NIP. 710003135


Piagam Penghargaan Juara 1 Nasional


Juara bagi saya bukanlah tujuan tetapi merupakan dampak dari bekerja secara profesional, jujur dan amanah sehingga patut disyukuri atas apresiasi pemerintah ini.Penghargaan dapat menjadi bagian dari kesejahteraan batiniah.


Thropy Juara 1 Nasional


Penghargaan atas kejuaraan justru menjadi tanggung jawab moral dan sosial agar dapat Istiqomah menjalankan kewajiban secara baik sehingga menjadi suri tauladan bagi yang lainnya.

Episode berikutnya sejumlah penghargaan dari Bupati Gunungkidul atas Pembinaan lomba penghijauan dan lingkungan hidup kelompok tani dan petugas hingga meraih prestasi nasional.

Dan akan bermuara kemana akhirnya karir seorang PLP yang bertugas didesa, kemudian menjadi koordinator kecamatan, PMP di BPP dan mendapatkan amanah menjadi PKS yang mengkoordinasikan PLP/ Penyuluh Kehutanan se kabupaten Gunungkidul itu..?

Bersambung episode 6 ( terakhir )


*Penulis


Penulis dan kelompok masyarakat


- PLP / Penyuluh Kehutanan Gunungkidul 1978-1999
- Pejabat Struktural Dinas Kehutanan, Dinas Peternakan , Dinas TPH 2000-2009
- Kabid Perekonomian Bappeda 2010-2012
- Pegiat dan Pemerhati lingkungan hidup 2012-sekarang

Kamis, 03 November 2022

KISAH PLP PENGHIJAUAN DI GUNUNGKIDUL


Thropy Juara I Nasional Pidato Penyuluh Kehutanan


Episode 4


_Petugas Lapangan digiring menjadi penyuluh polyvalen yang mumpuni dan berprestasi_


Oleh : Kiswanto* 


Setelah mengalami gemblengan hebat di kawah candradimuka kecamatan Panggang kurun waktu 1978 - 1981 dan dipandang cukup Bupati Gunungkidul mempertimbangkan saya dipindahtugaskan menjadi PLP kecamatan Ngawen terhitung mulai Juni 1981.


Desa Sambirejo salah satu wilker saya


Wilayah kerja binaan saya adalah desa Jurangjero kadesnya Sastrosugito dan desa Sambirejo Wahono kepala desanya. 


Wilayah kecamatan Ngawen kondisi alam lingkungannya jauh berbeda dengan zona pegunungan sewu yang sangat kritis.


Agenda Rapat Penghijauan di Kec Ngawen


Camat Ngawen pada waktu itu adalah Karino selaku Pinlak Proyek Bantuan Penghijauan dan Wasimin Mantri Tani selaku bendahara proyek.


Zona Batur Agung ( Utara ) solum tanah masih relatif tebal untuk budidaya pertanian , ketersediaan sumber air dari sungai atau sumur gali dan tingkat kekritisan pada lereng bukit tidak separah zona selatan Gunungkidul.


Senang di Kec Ngawen 1981


Dengan demikian perasaan hati menjadi sangat girang , tentu sebaliknya jika PLP dari kecamatan zona utara dimutasi ke zona pegunungan sewu, sedih ...dan nangis.


Kepala P3 RP DAS Gunungkidul DIY merupakan sosok pemimpin yang memperhatikan anak buah selaku petugas lapangan yang berhadapan langsung dengan para petani penghijauan.Beliau juga sangat concern terhadap kegiatan penghijauan sehingga tidak segan-segan turun kelapangan dan bertemu dengan para petani secara langsung.


Dengan demikian nama Yudastowo Mangunsarkoro sangat familiar bagi petani penghijauan di Gunungkidul kalau itu.


Dalam suatu rapat dinas di kantor P3 RP DAS Gunungkidul Jl Argolubang 19 Yogyakarta yang dihadiri semua PLP Daerah Istimewa Yogyakarta beliau mengatakan " Tugas saudara-saudara sebagai PLP memang tidak ringan tetapi juga merupakan tugas penting dan mulia karena membantu masyarakat miskin yang berada di hulu dan pelosok dengan proyek Inpres bantuan penghijauan.


Oleh karena itu saya ingin PLP menjadi petugas lapangan yang mumpuni dan tahu berbagai ilmu pertanian dalam arti luas sehingga tidak terpaku hanya tahu tentang penghijauan saja".


PLP harus mengerti budidaya perikanan, budidaya tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan , peternakan dan lain sebagainya.


" Jangan sampai kalau ditanya petani dilapangan tentang permasalahan selain penghijauan lalu dijawab maaf pak saya Ini PLP  tidak tahu, jadi ketemu saja dengan petugas yang berkompeten..."


Terus terang saya kagum dengan pemikiran beliau demi keberhasilan tugas PLP dilapangan untuk kegiatan penghijauan tetapi tidak ego sektoral dan sangat peduli dengan petani miskin diperdesaan.


Dan untuk mewujudkan cita-cita itu P3 RP DAS Gunungkidul DIY bekerjasama dengan Fakultas Psikologi UGM untuk mengetahui seberapa jauh IQ para PLP dan hasil tes psikologi ini dirahasiakan oleh P3 RP DAS Gunungkidul DIY.


Bagi PLP yang memiliki kecerdasan tinggi dan diatas rerata akan menjadi prioritas utama diikutsertakan dalam berbagai macam Diklat kedinasan untuk membekali PLP menjadi Petugas Penyuluh  " polyvalen " dan mumpuni.


Sementara saya di kecamatan Ngawen memiliki wilayah kerja Desa Jurangjero dan Sambirejo dengan kegiatan Pembuatan tanaman masing masing seluas 25 hektar.Atas dasar pengalaman di kecamatan Panggang yang kondisinya lebih berat maka pelaksanaan kegiatan di Ngawen nyaris tidak ada masalah apalagi gagal proyek penghijauan saat dievaluasi.


Salah satu diklat PMP 


Barangkali apa yang dikatakan Pak Yudastowo Mangunsarkoro betul-betul diimplementasikan dan saya ditujuk untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan diantaranya petugas lapangan percontohan Unit Percontohan Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam ( UP UPSA ) 1982 , Dasar- dasar Penyuluhan 1983 , pembiakan Curinus Coeruleus M 1987, pengembangan dan pengelolaan hutan rakyat, PMP dan PKS serta Diklat lainnya, namun demikian hingga kini belum terjawab berapa angka IQ saya saat itu.


Unit Percontohan UPSA


Sementara kelembagaan di pusat ada perubahan yakni dibentuknya Departemen Kehutanan ( 1983 )  terpisah dengan Departemen Pertanian. 

Dengan demikian P3 RP DAS dihilangkan dan untuk mengurusi penghijauan dibentuk Sub Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah ( SB RLKT ) Opak Progo dengan wilayah kerja DIY ditambah kabupaten Magelang dan Temanggung provinsi Jawa Tengah.


Penulis bersama Suroto Dwijo Pranoto


Kepala Sub BRLKT Opak Progo pertama kali adalah Suroto Dwijo Pranoto.Pengangkatan PLP menjadi CPNS pusat sudah dilakukan sejak tahun 1981 an dengan NIP 08 karena masih dibawah Departemen Pertanian Republik Indonesia.


Pengucapan sumpah PNS NIP 71


Setelah berdirinya Departemen Kehutanan pengangkatan PLP dan/ staf Sub BRLKT Opak Progo menjadi CPNS mulai dilakukan pada tahun 1986 dengan NIP 71.


Perubahan kelembagaan di pusat berdampak hingga didaerah.Mulai tahun 1990 PLP yang memenuhi persyaratan ditunjuk sebagai koordinator setingkat Balai Penyuluhan Pertanian ( BPP ) dengan sebutan Petugas Madya Penghijauan ( PMP ) dan 1991 ada koordinator PLP tingkat kabupaten Gunungkidul dengan sebutan Penyuluh Kehutanan Spesialis ( PKS ).


Tahun 1991 saya di alihtugaskan menjadi PMP di kecamatan Patuk  dan juga ditunjuk sebagai duta   provinsi DIY mengikuti peringatan hari pangan sedunia ( HPS ) ke 11 di  kabupaten Karawang Jawa Barat dan berpeluang ikut temu wicara dengan Presiden RI kedua Soeharto jika memenuhi persyaratan tertentu.


HPS XI di Karawang 1991


Karena tema HPS saat itu adalah Tree for Life sehingga aparat kehutanan dan mitra kerjanya menjadi peserta utamanya.


Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam ( KPSA ) Gunungkidul merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang kehutanan dan lingkungan hidup sehingga menjadi mitra pemerintah dalam kegiatan RLKT ketuanya Pak Sukar Ponjong ikut serta dalam acara tersebut.


Kepala Kanwil Departemen Kehutanan DIY Dradjad Soepomo berpesan agar duta dari Jogjakarta membawa nama baik dan diusahakan tampil terbaik dalam acara temu wicara dengan Presiden RI.


Amanah yang berat sebenarnya untuk bersaing dari 150 peserta seluruh Indonesia hanya dipilih 40 orang terbaik sehingga layak ikut temu wicara dengan orang nomor satu di Republik ini.


Alhamdulillah saya bisa lolos masuk 40 orang terbaik sehingga berhak ikut temu wicara dengan Pak Harto.


Bangga dan senang rasanya karena menjadi duta DIY seorang penyuluh kehutanan dari Gunungkidul mampu bersaing dan menunjukkan kebolehan dan prestasinya.


Ketika di depan audiens saya memperkenalkan diri penyuluh kehutanan dari Gunungkidul Yogyakarta seperti terhipnotis mereka serentak memandang cah Gunungkidul hingga selesai saya cerita tentang keberhasilan penghijauan lahan kritis di Gunungkidul , mereka terkesima.


Tahun 1992 saya mendapatkan amanah untuk menduduki kursi PKS kabupaten Gunungkidul dengan berkantor di Cabang SBRLKT Opak Progo Wonosari setelah sejenak merangkap jadi PMP di BPP Suluh Agung  Bandung Kecamatan Playen Gunungkidul.


Guna meningkatkan kapasitas SDM PLP / Penyuluh Kehutanan disamping mengikuti berbagai jenis diklat kedinasan kami juga mengadakan studi banding ke berbagai daerah yang dinilai berhasil dalam kegiatan RLKT . 


Dengan studi banding diharapkan pengetahuan , dan pengalamannya bertambah sehingga bewawasan luas dalam melaksanakan tugas dilapangan. 


Studi Banding ke Pangandaran 


Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun dengan menggunakan bantuan uang Latihan , Kunjungan, Kordinasi dan Konsultasi ( LAKUSISI ). 


Studi Banding ke Bali



Sistem kerja Lakusisi merupakan inovasi kami untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem LAKU. Konsep ini merupakan salah satu masukkan kami pada Departemen Kehutanan khususnya Pusat Penyuluhan Kehutanan. 


ID Card PPN ke 32 di Gorontalo


Akhir tahun yang sama dipercaya menjadi duta Provinsi DIY maju lomba pidato penyuluh kehutanan tingkat nasional dan menjadi peserta temu Nasional penyuluh kehutanan dalam rangka peringatan Pekan Penghijauan Nasional ( PPN ) ke 32 berkolaborasi dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ( HKSN ) di kabupaten Gorontalo provinsi Sulawesi Utara.


Dalam lomba pidato penyuluh kehutanan saya mengangkat tema Upaya Penyelamatan Hutan Tanah dan Air ( PHTA )  di kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.


Naskah pidato wajib dibuat hanya dalam waktu singkat dan saat itu komputer belum familiar sehingga harus diketik manual ( insyaa Alloh tayang tersendiri)


Pidato penyuluh kehutanan dengan tema Upaya PHTA di kabupaten Gunungkidul lagi - lagi membuat kagum dan campur bertanya - tanya bagi para pemirsa diruang sebuah Perguruan Tinggi swasta di Gorontalo itu , karena popularitas Gunungkidul sebagai daerah kering, gersang, tandus dan kritis sangat kuat melekat di benak mereka.


Seolah tak percaya dengan apa yang saya sampaikan dengan jelas dan meyakinkan itu.


Saya tantang mereka yang ingin membuktikan bahwa Gunungkidul saat itu telah jauh berbeda dengan tahun 1960 - 1970 an , datang berkunjung ke Gunungkidul untuk melihat dan belajar bagaimana bisa menghijaukan lahan kritis dengan sukses.


Pemerintah provinsi Sulawesi Utara menyatakan siap mengagendakan studi banding tentang penghijauan lahan kritis di Gunungkidul dalam waktu dekat mengajak pejabat Bupati dan walikota.


Alhamdulillah, Tim juri lomba pidato  memutuskan saya menjadi juara 1 tingkat nasional sehingga berhak memperoleh Thropy, piagam penghargaan dan uang pembinaan.


Dalam acara Temu Nasional Penyuluh Kehutanan ( TNPK ) panitia juga mendaulat saya sebagai ketua tim perumus yang hasil rumusan tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan penyusunan kebijakan penyuluhan kehutanan secara nasional kedepan.


Penghargaan dari Hasjrul Harahap


Kebanggaan tersendiri rasanya disaat resepsi dengan para pejabat pusat dan daerah secara nasional saya bisa membacakan rumusan  TNPK  dan menyerahkannya kepada Menteri Kehutanan Hasjrul Harahap.


Disaat itu pula saya mendapatkan penghargaan terbaik 1 Nasional lomba pidato Penyuluh Kehutanan dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia.


Pada puncak acara PPN - HKSN ke 32 saya juga berkesempatan ikut Temu wicara dengan Pak Harto lagi yang berlokasi di atas danau Limboto Gorontalo , 24 Desember 1992.


Semuanya ini berkat motivasi Pak Yudastowo Mangunsarkoro,  Bupati Gunungkidul Soebekti Soenarto , ka Kanwil Departemen Kehutanan DIY Dradjad Soepomo, kepala Sub BRLKT Opak Progo Eddy Rismono Jaffar , teman teman PLP dan masyarakat Gunungkidul umumnya.


Tidak ada perjuangan yang sia sia jika dilakukan secara tulus dan setiap keberhasilan merupakan ridho Allah SWT melalui proses panjang penuh dengan tantangan dan hambatan.


Benar kata pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.


Mau tahu dan ingin membaca naskah pidato yang mengantarkan menjadi juara 1 Nasional dan mengangkat nama baik Gunungkidul secara nasional dibidang penyelamatan hutan tanah dan air?


Tunggu episode selanjutnya 


Bersambung episode 5


*Penulis 





- PLP/ Penyuluh Kehutanan Gunungkidul 1978-1999

- Pejabat Struktural pada Dinas Kehutanan, Dinas Peternakan, Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura 2000-2009.

- Kabid Perekonomian Bappeda 2010-2012

- Pegiat dan Pemerhati Lingkungan Hidup 2012-sekarang