Selasa, 25 Juni 2019

KEROKAN BERBAHAYAKAH ?

Doreng merah hasil kerokan 


Kadilajo ~ Selama ini awam mempunyai sejumlah pandangan terhadap kerokan atau kerikan.

Ada yang mengatakan akan membuat kulit menjadi tipis, ada yang bilang tidak baik karena memperlonggar pori kulit dan sebagian menilai akan menjadikan ketagihan.

Kerokan lazimnya dilakukan jika seseorang merasa tidak enak badan atau masuk angin.

Buat yang suka kerokan atau kerikan ,ada penelitian menarik dari FK UNS tentang kerokan.

Meski ada pengobatan modern, hingga kini orang Indonesia, terutama di Jawa, tetap akrab dengan kerokan saat merasa tidak enak badan.

Seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Didik Gunawan Tamtomo meneliti manfaat kerokan. Penelitian itu dilakukan tahun 2003-2005.

”Kerokan adalah kearifan lokal. Pasien saya menyatakan, kalau belum kerokan, belum puas,” kata Didik di Solo.

Pada tahap awal, Didik melakukan survei kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya, dari 390 responden berusia 40 tahun ke atas yang mengembalikan kuesioner, hampir 90 persen mengaku kerokan saat ”masuk angin”.

Responden Didik adalah para pasien, tetangga, dan pedagang di pasar. Para responden meyakini manfaat kerokan untuk menyembuhkan ”masuk angin”.

Istilah ”masuk angin” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Masuk angin merujuk pada keadaan perut kembung, kepala pusing, demam ringan, dan otot nyeri.

Kerokan di Indonesia biasanya menggunakan uang logam ataupun alat pipih tumpul yang digerakkan di kulit secara berulang-ulang menggunakan minyak sebagai pelicin.

1. Tidak merusak

Pada tahap kedua, Didik menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian. Ia mengerok bagian tangannya lalu dibiopsi, yaitu diambil sedikit jaringan kulit epidermisnya (kulit ari) untuk pemeriksaan mikroskopis.

”Selama ini ada anggapan, orang yang sering dikerok kulitnya akan rusak, pori-pori kulitnya membesar, atau pembuluh darahnya pecah. Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar,” kata Didik.

Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah. Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.

2. Meningkatkan endorfin

Penelitian tahap akhir adalah penelitian biomolekuler, yakni pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan. Didik mengumpulkan sejumlah orang dengan kondisi serupa, seperti berat badan, usia, dan mengalami nyeri otot sebagai salah satu ciri ”masuk angin”. Semua responden adalah perempuan karena mereka dinilai lebih suka kerokan daripada laki-laki.

Para responden dibagi dalam dua kelompok dan menjalani pemeriksaan darah. Kelompok pertama kemudian dikerok, sedangkan kelompok kedua tidak. Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya. Ada empat hal yang diamati, yakni perubahan kadar endorfin, prostaglandin, interleukin, serta komplemen C1 dan C3.

Hasilnya, kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat.

3. Kadar prostaglandin turun.

Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos lain serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan memengaruhi kerja sejumlah hormon.

Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot. Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.

”Adapun perubahan komplemen C3, C1, dan interleukin yang menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan,” kata Didik.

Ia menyarankan, kerokan sebaiknya dimulai dari atas ke bawah di sisi kanan dan kiri tulang belakang, dilanjutkan dengan garis-garis menyamping di punggung bagian kiri dan kanan. Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan dengan kulit tidak terlalu sakit.

Salah satu unsur dalam kerokan yang mendukung pengobatan adalah hubungan emosional antara orang yang dikerok dan orang yang mengerok. ”Ibu yang mengerok anaknya sambil bercerita merupakan unsur biopsikososial dalam pengobatan yang kini digalakkan dalam pengobatan modern,” kata Didik.

*GALAKKAN GERAKAN "AYO KEROKAN" ...!*

Copas by @kiss

Senin, 24 Juni 2019

ANDHAP ASOR ADALAH SIKAP RENDAH HATI

Adab Marang Guru 


Kadilajo ~ Andhap asor iku salah sijine cekelane wong Jawa.

Filosofi dasare wong Jawa ana ing satengahe urip bebrayan karo masyarakat sakupenge.

Andhap asor iki dudu ajaran sing ngongkon ngasorake derajate pribadi, dudu.

Pakurmatan lan ajining dhiri isih tetep kudu dijaga. Nanging kanggo ngurmati wong liya wong Jawa dikongkon Andhap asor.

Andhap asor iku tegese wong Jawa kudu mapanake awake dhewe luwih cendhek lan luwih asor tinimbang wong liya.

Sepisan meneh nganggep awake dhewe luwih cendhek lan luwih asor tinimbang wong liya kuwi dudu dinggo ngasorake lan ngilangake regane awak, ananging ajaran iki kanggo nyegah wong aja nganti sombong, umuk, semengkean, adigang adigung adiguna.

By @kiss

Dari berbagai sumber

Minggu, 23 Juni 2019

TIPS SUKSES DALAM KARIR

Peroleh reward dari Pimpinan 


Kadilajo ~ Setelah rampung menempuh jenjang pendidikan formal lazimnya orang pingin masuk ke dunia kerja.

Memasuki dunia kerja tak seorangpun ingin menemukan sebuah kegagalan membangun karier.

Sebuah kesuksesan dalam karier dapat diukur dengan cepat naik pangkat atau jabatan yang diikuti naiknya gaji alias take home pay seorang karyawan.

Menurut seorang motivator tersohor TDS ada empat syarat untuk menggapai sebuah kesuksesan dalam karier.

Empat hal tersebut meliputi :

1.   Bisa dipercaya

2.   Punya nilai tambah, sehingga menjadi yang terbaik dibandingkan dengan yang lain.

3.   Berperilaku menyenangkan dengan mengacu 3 T  : yakni tepat  timing, tempat dan tata cara.

4.   Dikenal oleh orang yang tepat dalam jumlah yang banyak.

Dengan empat hal tersebut diatas seseorang akan terlihat oleh atasan, sehingga akan ketara, ketari dan keterima.

Semoga bermanfaat.

By @kiss

Kamis, 20 Juni 2019

KADES KADILAJO MINTA DUKUNGAN WARGA BERSINERGI DENGAN KATDES MAJUKAN DESA

Halal bi halal RW 01 desa Kadilajo 


Kadilajo ~ Pasca pelantikan dan pengambilan sumpah janji 268 Kades hasil pilkades serentak tahap dua pada 270 desa tanggal 13 Maret 2019 di Pendopo Pemda Kabupaten Klaten Kamis, 16 Mei 2019 masyarakat menunggu kiprah pemimpin itu.

Tidak terkecuali masyarakat desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Menurut penuturan ketua BPD Sutardjo acara serah terima jabatan Kades Kadilajo dari Suradi kepada Bambang Sarwadi dilakukan pada hari Senin, 20 Mei 2019 di Balai Desa Kadilajo.

Dihadiri sejumlah anggota BPD, perangkat desa serta pejabat kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Tidak ada pidato sambutan dari kedua belah pihak saat pisah sambut orang nomor satu di Kadilajo itu, sehingga masyarakat belum mendengar suara Kades Kadilajo tentang komitmennya kedepan imbuhnya.
Bambang Sarwadi 


Warga RW 01 desa 
Di samping itu Bambang Sarwadi juga mohon dukungan akan bersinergi dengan perangkat desa (katdes) dengan mengusung semangat perubahan untuk membangun Kadilajo demikian warga RT 01 menambahkan.

Kita doakan semoga Alloh SWT meridhoi dan memberikan petunjuk kepada katdes dan Kades baru ini sehingga dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara jujur dan berintegritas demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kadilajo.

By @kiss


Senin, 17 Juni 2019

UPAYA KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEMNYA


Pantau Pohon Wuni di Kali Wuni 

Monitoring penanaman pohon Langka

Beberapa waktu yang lalu kami telah menanam sejumlah bibit pohon Tanjung, Wuni dan Lerak sebagai tetenger nama Kali dan konservasi tanah serta air.

Termasuk upaya revitalisasi serta pelestarian pohon langka secara mandiri dan swadaya.

Menjadi salah satu bagian dari program ini tentu saja diperlukan pemeriksaan,pemeliharaan dan monitoring pasca penanaman.

Beberapa hari yang lalu  saya menyempatkan melihat dari dekat perkembangan bibit pohon dimaksud dilokasi.

1.   Pohon Wuni ( Antidesma bunius)

       Lokasi di Kali Wuni Ledok Kidul Tepen padukuhan Kadilajo 1 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Berada di atas lahan pekarangan milik om Sumarno Kalikajar.

Kondisi saat ini hidup terlihat sejumlah tunas baru bermunculan.

Penanaman bibit pohon Wuni setinggi  0,5 meter pada Rabu Pon tanggal 27 Februari 2019,pkl  08:15 pagi.

Asal mula bibit seorang donatur peduli terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup khususnya flora langka dari Sleman Yogyakarta.

2.    Pohon Lerak ( Sapindus rarak)

       Lokasi di dukuh Kalikajar padukuhan Kadilajo 1 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Berada di lahan pekarangan milik mas Sriyanto.

Pohon Lerak 
Kondisi bibit pohon Lerak saat ini hidup ditandai dengan tumbuhnya tunas baru dari kedua batang tersebut.

Penanaman bibit pohon Lerak setinggi  0,5 meter pada hari Ahad Wage, 10 Maret 2019 sekitar pkl  08:00, bersama komunitas pegiat lingkungan SATRIA ERTIGA Kadilajo.

Asal mula bibit pohon Lerak dari seorang donatur yang peduli terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup khususnya terhadap flora langka dari Pringsewu Lampung Sumatera Selatan.

3.   Pohon Tanjung ( Mimosops Elengi)

      Lokasi di tanah kas desa Kadilajo terletak di dukuh Kalikajar padukuhan Kadilajo 1 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Ditanam tanggal 26 bulan Februari 2016, dengan tinggi bibit sekitar 0,50  cm.

Wit Tanjung di Kali Tanjung 
Kondisi saat ini tumbuh subur menghijau dengan tinggi kedua batang pohon tersebut sekitar  2,5  -  3  meter.

Asal mula bibit dari seorang donatur yang peduli terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup khususnya terhadap flora langka dari Kabupaten Gunungkidul DIY.

Ditanam bersama Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM Pamsimas Tirto Tanjung)  desa Kadilajo.

Demikian rangkuman hasil pemeriksaan tanaman langka yang alhamdulillah kondisinya semuanya tumbuh dengan baik.

Langkah konkret yang kecil ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak agar secara sadar  berupaya melakukan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya

Demi keberlangsungan kehidupan kini dan mendatang.

Ayo kita ciptakan Green Kadilajo, Desa Kadilajo Hijau sehingga tercipta iklim mikro yang menyejukkan suasana.

Semoga bermanfaat dan barokah.

Kadilajo, 2019

By @kiss

Senin, 10 Juni 2019

ROAD SHOW SILATURAHIM SOWAN ALIM ULAMA KE KRAPYAK PUSAT

Ponpes Al Munawwir Ndlajo 


Kadilajo ~ Piwulang luhur nenek moyang doeloe ada paribasan  ' aja cedhak Kebo mengko gupak, cedhaka Kiai supaya wangi..'

Hakekat dari pitutur becik itu adalah memberikan peringatan atau warning  agar dalam bergaul hendaknya hati-hati.

Jangan sampai salah gaul, karena akibatnya bisa fatal.

Jamaah Masjid Lailatulqodar dan Al Munawwir Ndlajo desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten sudah paham dan mengimplementasikan wejangan arif bijaksana itu.

Menyusul agenda silaturahim sowan alim ulama di bulan Syawal pasca hari raya idul fitri Ahad, 9 Juni 2019 ke sejumlah sasaran Kiai di Jateng dan DIY panitia tengah merancang agenda berikutnya.

Menurut penuturan Wuryanto Nursalim sang koordinator Rabu Pon, 12 Juni 2019 atau 8 Syawal 1440 H di programkan sowan silaturahim ke Ponpes Al Munawwir Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Calon peserta yang sudah request sekitar 30 orang.

Di Krapyak pusat kendati satu spot namun disitu ada sejumlah alim ulama yang disowani diantaranya :

1.    KH R Najib Abdul Qodir hufadz 1
2.    Bu Nyai Hj Shofiyah Abdul Qodir hufadz 2
3.     Bu Nyai Hj Ida Zaenal Moenawwir di komplek pusat
4.     KH Munawwir Tanwir kompleks T
5.     KH Munawwir di komplek L
6.     Dan ke Ponpes Al Fitroh Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul Yogyakarta.

Ponpes Al Munawwir Pusat ada hubungan langsung dengan Ponpes Al Munawwir Ndlajo karena pengasuhnya merupakan cucu dari Al Munawwir Pusat.

Sementara untuk sowan silaturahim tokoh dan sesepuh MLQ serta Rismala Kadilajo dilaksanakan Selasa, 11 Juni 2019 pagi.

By @kiss

RW 01 KADILAJO AKAN GELAR HALAL BI HALAL

Marjono sekretaris didampingi unsur penasehat 


Kadilajo ~ Warga RW 01 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten berencana menggelar halal bi halal sebagaimana tahun tahun sebelumnya pasca hari raya idul fitri alias lebaran.

Pengurus RW 01 desa Kadilajo mengagendakan perhelatan tersebut pada Selasa Pahing, 11 Juni 2019 atau tanggal 7 Syawal 1440 H.

Dimulai pukul 19:30 wib hingga selesai bertempat di Rumah bpk Edy Sulistiyo RT 02 RW 01 desa Kadilajo tepatnya Kulon Ponpes Al Munawwir Ndlajo.

Selesai halal bi halal dilanjutkan pertemuan warga untuk musyawarah terkait dengan upaya peningkatan dan kemajuan pembangunan di wilayah RW 01.

Marjono selaku sekretaris menghimbau semua warga RW 01 desa Kadilajo menyempatkan hadir dalam momen indah itu,untuk silaturahim sekaligus saling bermaaf maafan.

Menurut pantauan Kabar Kadilajo warga dukuh Grenjeng dan Sepuluh telah menyelenggarakan halal bi halal kemarin.

By @kiss

Minggu, 09 Juni 2019

JAMAAH MLQ KADILAJO SILATURAHIM SOWAN ALIM ULAMA

Pimpinan Rombongan didampingi Wuryanto Nursalim di Ponpes Fatchul Huda Kemalang 


Kadilajo ~ Tradisi silaturahim sowan alim ulama di bulan Syawal pasca hari raya idul fitri alias lebaran bagi jamaah Masjid Lailatulqodar Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten tetap dilestarikan.

Budaya apik yang telah berjalan bertahun-tahun itu untuk bulan Syawal 1440 H alias tahun 2019 ini diikuti sekitar 70 orang menggunakan moda transportasi bus.

Saat ini menggunakan dua bus sebagaimana dikatakan Wuryanto Nursalim selaku koordinator pelaksanaan kegiatan ini.

Zaman dulu kalau silaturahim sowan Kiai dan alim ulama naik truk, dan sudah beberapa tahun terakhir menggunakan bus agar nyaman dan aman.

Ahad Kliwon tanggal 9 Juni 2019 atau 5 Syawal 1440 H agenda rutin ini mencakup sejumlah sasaran diantaranya meliputi :

1.  Ponpes Fatchul Huda Kemalang,
2.  Ponpes Hidayatul Qur'an Leses
3.  Ponpes Sirojul Ummah Ngemplak Sleman Yogyakarta
4.  Gus Uvis Gumutri
5.  Ponpes Pandanaran Sleman
6.  Ponpes Al Husain Magelang
7.  Ponpes Glagahombo
8.  Ulama Krapyak Lor Sleman
9.  KH Tamim Barmawi Kiyudan Sleman
10.Ponpes Ledok Habib Rifqi

Menurut Ki Slåmët motivasi mengikuti silaturahim sowan ulama yakni agar murah rezeki dan panjang umur yang barokah.

Pasalnya tamba ati iku ana lima ing wernane salah sijine wong kang sholih kumpulana.

Jadi dengan sowan Kiai merupakan implementasi dari ngumpuli wong sholih sehingga membuat hati tenang dan damai.

Dengan demikian dampak positifnya tentu akan memperpanjang umur, inshaaAlloh.

Menurut Wuryanto Nursalim pimpinan rombongan by mbah Umar Suhuddi didampingi yang muda Wuryanto Nursalim dan M Birman Al Muchsin.

By @kiss

Jumat, 07 Juni 2019

TAKMIR MLQ KADILAJO LAKSANAKAN TUGAS PERDANA SEBAGAI JPZIS LAZISNU KLATEN


Pengurus JPZIS MLQ Kadilajo menerima zakat 

Kadilajo ~ Kendati SK pemberian izin terhadap Takmir Masjid Lailatul Qodar Kadilajo Karangnongko Klaten sebagai JPZIS LAZISNU KLATEN berlaku terhitung mulai tanggal 14 Mei 2019 atau 9 Ramadhan 1440 H, namun faktanya SK baru diterima Senin 3 Juni 2019.

Dengan demikian Takmir yang telah mempercayakan kepada pengurus JPZIS dapat langsung bekerja untuk melaksanakan tugas dan fungsinya khususnya pengelolaan zakat dan infaq.

Menurut penuturan M Birman Al Muchsin didampingi Rahmad Nursetya  pengelolaan zakat fitrah dan zakat mal di MLQ Kadilajo tahun ini cukup lancar dan sukses ditemui saat berbuka bersama pengurus JPZIS MLQ Ndlajo.

Sebelum sholat ashar perolehan zakat fitrah dan mal telah rampung alias tuntas didistribusikan kepada yang berhak menerima sekitar 285 orang ditambah sejumlah fisabilillah setelah dibacakan doa oleh Gus Chafidh Tanwir selaku pembina.

Pak M Birman Al Muchsin 
Wuryanto Nursalim selaku anggota JPZIS MLQ Kadilajo menambahkan informasi via WA bahwa perolehan zakat kali ini

*  zakat fitrah    ( beras  )   1.550 kg

*  zakat mal     ( uang )   Rp 13.500.00,00 (tiga belas juta lima ratus ribu rupiah).

Wuryanto Nursalim & Pembina 
Sedangkan infaq alias kotak amal saat sholat Idul Fitri Rabu 5 Juni 2019 memperoleh  Rp 3.230.800,00 ( tiga juta dua ratus tiga puluh ribu delapan ratus rupiah).

Perolehan zakat tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu ( 1439 H atau 2018) hampir sama kata Wuryanto Nursalim.

Para pembina dan Pelindung mengapresiasi kinerja pengurus JPZIS MLQ Kadilajo yang mengusung moto menjalankan amanah sebagai ibadah  berdasarkan integritas dan kejujuran.


By @kiss

Doa oleh Pembina sebelum zakat didistribusikan 





Rabu, 05 Juni 2019

JAMAAH SHOLAT IDUL FITRI DI MLQ KADILAJO MEMBLUDAK

Jamaah membludak 


Kadilajo ~ Sebagaimana tahun sebelumnya masjid Lailatul Qodar Kadilajo Karangnongko Klaten di gunakan sebagai tempat sholat Idul Adha dan juga Idul Fitri.

Pada tahun 1440 H / 2019 M tanggal 1 Syawal bertepatan dengan hari Rabu Legi tanggal 5 Juni jumlah jamaah yang hadir meningkat signifikan sehingga membludak dihalaman hingga pintu gerbang masjid.

Gus Chafidh Tanwir saat khutbah 
Ratusan orang jamaah dipimpin oleh imam KM Chafidh Tanwir pengasuh Ponpes Al Munawwir Ndlajo yang sekaligus sebagai khatib.

Sholat Idul Fitri dimulai tepat pukul , 06:30 berjalan dengan lancar dan hikmat.

Menurut penuturan Muhammad Birman Al Muksin saking banyaknya jamaah nyaris tidak muat.

Disiplin waktu ini mempertimbangkan banyaknya jamaah yang berprofesi pedagang di pasar Kembang sehingga butuh waktu yang tepat.

Alhamdulillah pelaksanaan sholat Idul Fitri kali ini tepat waktu dan khatib berkutbah tidak terlalu panjang.

Sedikit kekurangan adalah kurangnya ketersediaan tikar untuk alas sholat,mengingat himbauan agar jamaah membawa tikar belum terlaksana secara optimal.

Ini menjadi sebuah catatan evaluasi kedepan, kata ketua panitia kegiatan khusus ramadhan di MLQ Kadilajo itu.

Catatan perolehan infaq memperoleh 3 juta rupiah lebih.

Seusai sholat Idul Fitri dilakukan jabat tangan alias salaman antar jamaah laki-laki maupun perempuan sebagai representasi saling memaafkan atas semua dosa dan kesalahan masing masing.

By @kiss

Jamaah perempuan lebih banyak 

Selasa, 04 Juni 2019

MLQ KADILAJO RESMI JADI JARINGAN PENGELOLA ZIS LAZISNU KLATEN

Pengurus JPZIS MLQ Kadilajo menerima zakat dari muzaki 


Kadilajo ~ Berdasarkan Surat Keputusan ketua pengurus lembaga amil zakat, infaq dan shadaqah ( ZIS ) Kabupaten Klaten Takmir Masjid Lailatul Qodar Kadilajo Karangnongko Klaten resmi menjadi jaringan pengelola ZIS ( JPZIS)  LazisNU Kabupaten Klaten.

Hal tersebut diatas sebagaimana tertuang dalam SK nomor 389 /NUCARE - LAZISNU /V/2019, tertanggal 14 Mei 2019 atau 9 Ramadhan 1440 H.

Pemberian izin kepada Takmir MLQ Kadilajo sebagai jaringan pengelola ZIS LAZISNU KLATEN berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang setelah mendapatkan evaluasi positif dari LazisNU Klaten.

Izin ini mulai berlaku terhitung mulai tanggal 14 Mei 2019 atau 9 Ramadhan 1440 H.

Takmir MLQ Kadilajo dalam hal ini mempunyai tugas membantu LazisNU Klaten untuk mengumpulkan,mendistribusikan dan memberdayakan zakat, infaq, shadaqah dan dana sosial keagamaan lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan tugas MLQ Kadilajo mempunyai kewajiban

1.   Melakukan pembukuan dan pengadministrasian perolehan zakat,infaq dan shadaqah serta dana sosial keagamaan lainnya.

2.    Memberikan bukti setoran zakat, infaq dan shadaqah dan dana sosial keagamaan lainnya kepada setiap muzaki, pemberi infaq, shadaqah dan dana sosial keagamaan lainnya.

3.    Menyampaikan laporan pelaksanaan pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah dan dana sosial keagamaan lainnya kepada LazisNU Kabupaten Klaten setiap enam bulan dan akhir tahun.


Ketua JPZIS MLQ Kadilajo 

Menurut penuturan Wuryanto Nursalim SK pemberian izin ini baru diterima Senin, 3 Juni 2019 sore di kantor LazisNU Kabupaten Klaten.

Mengingat sangat mepet waktunya barangkali dalam pelaksanaan tugas amil zakat MLQ Kadilajo Selasa 04-06-2019 belum bisa sesuai dengan SK tersebut.


Susunan Pengurus JPZIS MLQ Kadilajo 
Direncanakan SK ini akan dibahas bersama pembina dan Pelindung pasca pengelolaan zakat fitrah tahun 1440 H /2019 M selesai sambil evaluasi dalam rangka peningkatan kinerja kedepan  jelasnya.

Mengenai susunan kepengurusan JPZIS MLQ Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten meliputi unsur pembina, Pelindung, ketua, sekretaris, bendahara, humas dan anggota total berjumlah 30 personal.

Para pembina mengapresiasi terbitnya SK ini, dimana menjadi parameter meningkat dan mantapnya kelembagaan pengelola zakat yang sebelumnya baru berupa panitia bersifat ad hoc.

Diharapkan pengurus JPZIS MLQ Kadilajo menjadi terdepan dan profesional dalam mengemban amanah mulia ini dengan prinsip kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas, semata mencari keridhoan Alloh SWT.

By @kiss

Senin, 03 Juni 2019

PEMERINTAH TETAPKAN 1 SYAWAL 1440 H RABU 5 JUNI 2019

Menteri Agama RI saat umumkan hasil sidang isbat 


Kadilajo ~ Kementerian Agama RI atas nama Pemerintah RI Senin 3 Juni 2019 telah menggelar sidang isbat di Jakarta.

Sidang yang dimulai sejak pukul 17:00 dengan menggunakan dasar pantauan hilal di 105 titik lokasi pada, 34 provinsi di Indonesia tersebut berakhir sekitar pukul 19:00 wib.

Menteri Agama RI kemudian menyelenggarakan konferensi pers untuk mengumumkan hasil sidang isbat yakni menetapkan bahwa tanggal 1 Syawal 1440 H jatuh bertepatan hari Rabu Legi tanggal, 5 Juni 2019.

Dengan demikian umat Islam diwilayah NKRI telah mendapatkan kepastian untuk merayakan Idul fitri 1 Syawal 1440 H.

By @kiss

Minggu, 02 Juni 2019

PEMERINTAH AKAN GELAR SIDANG ISBAT SENIN 3 JUNI 2019

Pemantauan Hilal 

Kadilajo ~ Pemerintah Republik Indonesia berencana menggelar sidang isbat ( penetapan ) awal ramadhan 1440 H / 2019 M pada Senin , 3 Juni 2019.

Rangkaian sidang isbat akan dimulai pukul 17:00 secara tertutup kemudian akan diumumkan oleh Menteri Agama sesudah sholat Magrib.

Sebagaimana dilansir Liputan 6 Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimas Islam akan menetapkan waktu umat Islam Indonesia bisa merayakan idul fitri 1 Syawal 1440 H.

Sidang akan digelar di auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI Jl Thamrin 6 Jakarta kata Muhammadiyah Amin selaku Dirjen Bimas Islam (29/05/2019).

Sidang isbat ini merupakan wujud kebersamaan pemerintah, dengan Ormas Islam serta instansi terkait dalam menetapkan awal bulan qamariyah terutama ramadhan, Syawal dan dzulhijjah.

Sidang isbat akan dipimpin oleh Menteri Agama secara tertutup, atas dasar laporan rukyatul hilal dari 105 lokasi pantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sesudah sidang selesai Menteri Agama segera menggelar konferensi pers untuk mengumumkan penetapan tanggal 1 Syawal 1440 H atau 2019 H.

By @kiss
Sumber Liputan6