Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juni 2023

KALI PULE SANGAT ANGKER JUGA KALI DISEKITARNYA

 

Kali Pule

Kali ( sumber air ) legendaris Pule dan Belik dikenal sangat wingit alias angker ,  KKK mencoba menngkonfirmasi seorang narasumber , Mas Sunardi RS demikin ceritanya.


Kanan Mas Sunardi RS



" Sedikit tentang kali pule dan kali belik dari kesaksianku semasa kecil/anak2/muda dulu.

Saya terlahir dari trah mbah buyut Truna Dikrama seorang Bekel Gede pada saat itu yang dulunya memiliki pekarangan cukup luas di pedukuhan Kalikajar yang masuk dalam wilyah Desa Keputran kecamatan Kemalang dimana kedua mata air kali Belik dan kali Pule itu berada

Adapun sebenarnya pohon pule itu dulu tumbuh di sebelah timur berdampingan dengan pohon ingas yang menjulang tinggi dan besar tak ketinggalan saat itu sebagai salah satu dari sekian singgasana burung hantu/beluk yang serem itu.

Sebelah barat kali pule itu dulu dibuat lorong/jalan kecil yang juga sebagai pembatas antara desa kadilajo dan keputran namun jarang dilewati orang kecuali mbokde saya jika mau ke kali atau bahkan ke pasar kembang lorong itulah lewatnya. 

Dan kecuali juga anak anak bandel pada waktu itu jika mlintheng burung ya lewat lorong itu karena saat itu masih ada burung cucak rawa trocokan percoan dll namun yang jelas lorong itu sangat rungkut dan serem apa lagi penunggunya suka muncul yaitu seekor ular dumung yang sangat besar yang rumahnya di rong kali pule. 

Adapun cerita mistik yang saya dengar langsung dari mbok de saya pada suatu pagi buta mau ke pasar ya tentu jaman itu lazimnya kaum ibu menggendong bakul/tenggok,  sedang lewat dihadang ayam ngiring anak kruk..kruk dan oleh mbok de diangkatlah ayam tsb berikut anaknya dimasukkan ke tenggok lalu apa yang terjadi berikutnya ternyata sesaat kemudian di dalam tenggok kok bunyinya bukan kruk..kruk piyekpiyek melainkan gludag-gludug dan terasa tambah berat selanjutnya gendongan diturunin ternyata....hi..hi meringis 🤔 ( glundhung pringis )

Mbok de saya orangnya tatag tidak penakut ahirnya diturunin dan biasa orang jaman dulu kan punya mantra2 sederhana *#wis balia neng panggonanmu aja ganggugawe anak putuku#* 


Kali Belik


Maka sebenarnya kalau keadaannya yang pernah saya saksikan saat itu sumber angkernya di kali pule itu dan sayapun selalu mrinding ya di kali pule itu bahkan takut untuk mandi di situ. Akan tetapi kali belik kan hanya beberapa meter saja dari kali pule sehingga wajar jika dua2nya menjadi angker.

Kalau mau kabar terkini tentang keangkeran dua kali tersebut bisa dilacak kepada pemilik pekarangan saat ini adalah  Anas Kohari alias Sadiman (adik kandung saya) yang bersangkutan selalu beraktifitas di sekeliling kali pule dan belik mengurus tanam tumbuh yang ada."

Wallahualam , 26-6-23

Mas Nardi menambahkan

 Dari deretan kali kali yang ada mulai dari kali gondang sampai kali sentul pada waktu itu yang saya merasakan sesuatu kurang nyaman bahkan tidak berani nyemplung jika sendirian adalah kali *pule* walaupun kali itulah yang paling dekat jaraknya dari tempat tinggal saya.

Ya kalau percaya atau tidak itu urusan masing2 sebaiknya urusan cerita itu sesuai pengalaman Masing2 juga. 


Mbak Undarti


Hadir narasumber mbak Undarti

Undarti  menanggapi Itu cerita zaman dulu memang begitu, klo yg muda2 gk mengalami gk percaya

Sunardi RS: Iya betul mba Uun

Undarti : Saya itu sampai SMP klo gk salah, tiap hr non stop denger kontekan, alias 24 jam suara itu klo dr rumah asalnya dr lor kulon, tp klo kel desa sepertinya berasal dr pojok etan kalikajar kidul itu cerita yg sy alami diri sendiri

 Tidak itu saja adik kakak saya, punya cerita serem jg dr desa grenjeng 

Sunardi RS: Kalau yang satu ini (kothekan) saya juga punya pengalaman iseng iseng melacak beserta teman 2 dari sekitar rumah itu kedengaran suara dari arah barat terus kami jalan ke arah barat melewati dukuh gampar disitu suara mulai pelan sampai di dukuh brangkali suara tidak terdengar diteruskan sampai bedelan mulai sayup2 bunyi lagi lalu sampai di dk gedongan suara keras dari arah timur dan begitu sebaiknya ketika arah pulang sama keadaan nya seperti arah berangkat.  Usut punya usut setelah ngobrol dengan sesepuh konon pusatnya adalah di _kedung biru_lokasinya adalah di pojok dukuh brangkali 

Sepenggal cerita di masa kecil dulu. Mbak Uun kita seangkatan mungkin saya lebih dulu lahir.

 Sunardi RS: Biasanya itu setelah panen padi mbak.




Kadilajo , 27 Juni 2023



Selasa, 13 Juni 2023

DONT KISS HS

Sebuah cerpen
Achmad Muryadi


Oleh : Achmad Muryadi Muryaputra


 Episode 1 , 

Kenangan ku dengan mas Kiswanto. NAMA AKRAB NYA mengingatkan ku akan seorang ksatria dari Spanyol yaitu Don Kisot De La Mantra, tetapi dia tidak sekonyol ksatria dari Spanyol tersebut. Dont Kiss Harto Saputro yang namanya yang asli adalah Kiswanto tersebut seorang yang berasal dari desa Kadilajo, kecamatan Karangnongko, kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah. 

 Kalau tidak ada dia aku tidak seproduktif menjadi seorang penulis sewaktu masih bersekolah di SPMA Ungaran. Dia menjadi semacam editor bagiku, memberi support, mengkritik memberikan saran tetapi tetap menjadikan aku seorang yang mempunyai ciri khas bukan seorang plagiator. 

 Nama Dont Kiss konon diperoleh atas pemberian teman-temannya saat sekolah di SMP Negeri Kemalang Klaten, dan hingga kini diabadikan dalam tanda tangannya. Ada juga beberapa teman yang mau membaca tulisan ku seperti Syukur Suharjo yang senantiasa mengomentari tulisanku. Kapan kowe ngimpi Mur?. Tentu saja ada yang cuek bebek. Dia mungkin pandai menulis tetapi tidak mau memberi saran. 

Atau ada yang tidak suka dengan tulisan saya. Aku bukan pengarang puisi seperti Chairil Anwar atau Sapardi Joko Damono atau Sutan Takdir Alisahbana. Tetapi ketika itu aku senang dengan tulisan Agatha Christi atau Frederic Forsyt. Cerbung nya berjudul Perburuan atau The Jackal yang ditulis di Harian Kompas aku senantiasa mengikuti nya.

 Aku senang membaca cerpen nya O, Hara, pengarang kulit hitam yang sederhana tetapi mengejutkan klimaksnya. Aku ketika bersekolah tersebut sangat produktif menulis banyak cerpen dan novel. Namun ketika aku selesai sekolah di SPMA Ungaran banyak tulisan ku yang dimuat dimajalah terbitan Jakarta seperti Senang, Detektif Romantika, Variasi dan novel ku kukirimkan ke Penerbit tetapi belum ada yang diterima. 

Mas Kiswanto belum pernah tahu keberhasilan ku. Honor yang keterima saat itu berkisar Rp 10.000, - sampai dengan Rp, 20.000, -. Sekali dimuat. Lumayan karena honor ku di Diperta Kabupaten Kudus saat itu hanya Rp, 7.500, - 

 Hanya kemudian tulisan ku menulis cerpen tidak aktif lagi, karena setelah aku lulus Sarjana Muda Hukum tahun 1983 aku terjerumus dalam praktek sebagai Pengacara yang mendapat ijin khusus dari Ketua Pengadilan Negeri. Aku aktif menyusun gugatan, jawaban gugatan, replik, duplik, kesimpulan, pledoi untuk perkara pidana dan lainnya. Honor nya lebih menjanjikan.

 Yang aku senantiasa teringat dengan mas Kis adalah senang nya beliau belajar bahasa inggris. Kelihatannya dia memperoleh buku kiriman dari radio BBC atau ABC dan mengikuti pelajaran lewat radio.Aku teringat dia seperti guru bahasa Indonesia ku ketika masih di SMP. 

Bapak Joko Sugiri Projo Deksono yang mensuport aku karena senantiasa membaca tulisan ku didepan kelas kelas SMP yang lain. Ketika itu aku memperoleh juara Mengarang tingkat SMP dan mendapat piagam penghargaan dari bupati kudus bapak Saubari, SH. 

 Mas Kiswanto juga aktif menulis di majalah dinding Gema SPMA baik cerpen, puisi dan lukisan vignet dan dia tergabung dalam tim redaksinya. Aku kembali teringat dengan mas Kiswanto adalah ketika mengikuti acara arisan Dinas Pertanian Rakyat bagi yang telah purna. 

Aku bertemu dengan mas Sugiharto Cah Tarbud 1973 yang menjadi PPL DI KUDUS. ,, Mur, mau ada reuni cah tarbud 1973 di Boyolali "kata sugiharto. ,, Dimana mas?" sahut ku. , Ditempat Tri Hartoyo. Tetapi bukan reuni alumni lho "jawab nya. ,, Kalau lintas angkatan di srondol Semarang yang inisiator nya mas Markani aku pernah ikut" jawab ku. ,, Ini khusus cah tarbud 1973 "jawab sugiharto..,, Dulu aku pernah ikut reuni di Sendang Ayu Yogyakarta" kata Sugiharrto lagi. ,, Iya. Aku mau ikut. Besok kalau menjelang hari H aku dikabari lagi ya "jawab ku. ,, Iya ya. Disana ada pula Kiswanto" kata nya lagi. 

Aku sangat antusias mendengarnya ,, Mas Kiswanto "tanya ku,, Dia bekerja sebagai guru? Atau menjadi wartawan?" tanya ku ,, Aku belum pernah mendapatkan kabar dari nya. Mungkin bukan di Dinas Pertanian. Kalau disana. Kita pasti pernah ketemu ". Aku tidak jelas jawaban Sugiharrto karena acara nya kemudian telah selesai dan keburu pulang.

Ketika itu aku dan Sugiharto telah pensiun dari pegawai negeri sipil. Aku pensiun tahun 2016 dalam usia 58 tahun dan Sugiharrto pensiun tahun 2016 dalam usia 60 tahun karena dia PPL. Ketika diadakan Reuni lintas angkatan SPMA Ungaran mas Widarko menilpon ku. ,, Kamu tidak bisa mengikuti Reuni lintas Angkatan SPMA Ungaran? "tanya Mas Widarko. ,, Kok tahu nomor hp ku darimana?" sahut ku. ,, Diberi tahu mas Markani katanya engkau tidak bisa datang "jawab nya. ,, Ya. Aku baru mendapatkan musibah" jawab ku. ,, Iya mas Markani juga bercerita bahwa engkau terkena musibah Kehilangan mobil Avansa tahun 2012 "jawab Widarko. 

 Dia kemudian bercerita bahwa dia menjadi kepala desa yang kedua kali nya di Banjarnegara. Hubungan dengan mas Widarko hanya sampai disitu. Kalau ada reuni alumni lagi agar bisa ikut, katanya. Ketika aku diberi hp Android oleh cucu ku aku berusaha menghubungi mas Markani tetapi tidak dijawab. Aku tilpon biasa juga tidak dijawab. Aku WA juga tidak direspons. Mungkin dia asyik dengan istrinya nya yang baru. 

Mbak Sri Yati yang juga anak SPMA Ungaran. Aku coba menghubungi nomor WA nya mas Widarko. ,, Halo ya... Jadi kamu mempunyai nomor wa yang sama dengan nomor telepon mu? "sahut mas Widarko. ,, Baru saja diberi oleh anakku. Dulunya belum" jawab ku. ,, Maukah engkau aku masukkan ke grup WA Cah Tarbud 1973? "tanya nya. ,, Siapa adminnya? Jawab ku. ,, Kamu kenal baik Mas Kiswanto" jawab mas Widarko.

 Itulah aku mendengar nama mas kiswanto lagi. Orang yang mempunyai panggilan akrab DONT KISS Harto Saputro. Itu terjadi pada pertengahan tahun 2019. Aku dimasukkan menjadi Anggota Cah Tarbud 1973. Mas Kiswanto. Mas Kiswanto. Itulah yang menggelayuti pikiran ku dalam mimpiku malam itu. Sahabatku ketika masih bersekolah di SPMA Ungaran dahulu. ****************** 

 Episode ke 2

 CERITA TENTANG KISWANTO ADINEGARA. 

 Untuk memperoleh ijazah SPMA Ungaran yang ukurannya dobel folio itu Kiswanto membutuhkan waktu 3,5 tahun tidak seperti pada umumnya sekolah lanjutan tingkat atas lainnya.

 Karena begitu lulus dari SPMA Ungaran dia diharuskan mengikuti praktek kerja lapangan selama setengah tahun di instansi pemerintah atau diperusahaan milik pemerintah. Kiswanto memilih PKL di perusahaan tembakau vorstenlanden di Klaten yang terkenal untuk bahan cerutu dan diekspor ke Belanda itu. Setelah lulus atas rekomendasi dari saudara nya Kiswanto diterima bekerja diperusahaan PGPS Madukismo Yogyakarta . 

Atas kerja Kiswanto yang bagus dia ditawari untuk bekerja di perusahaan pengembangan yang baru di Takalar Sulawesi Selatan. Dengan mendapatkan fasilitas rumah dan kendaraan serta gaji yang menjanjikan sebagai sinder. Tetapi ayahnya tidak mengijinkan anaknya Kiswanto bekerja di perusahaan perkebunan tersebut, karena itu berarti dia jadi pembantu yang diperintah orang lain. 

Ayahnya tidak memberi ijin. Dan Kiswanto menurut. Dilemna bagi Kiswanto. Karena untuk masuk menjadi PPL PERTANIAN tidak bisa karena syarat nya harus mempunyai ijazah SPMA Negeri. Kiswanto baru dapat ijazah negeri tahun 1981, Yang kemudian melanjutkan kuliah di jurusan peternakan sampai mendapatkan gelar B.Sc., hingga akhirnya S.1 nya jurusan teknologi pertanian sesuai cita-citanya sejak SD ingin jadi Insinyur Pertanian. KISWANTO sebenarnya anak yang pandai karena ketika SD dia mendapatkan piagam dari bupati Klaten Soetijoso karena hasil ujian negara nya memperoleh nilai 29. 10, 10,dan 9.Tetapi ketika bersekolah di SPMA Ungaran benih tersebut disemaikan ditempat yang kurang tepat sehingga Kiswanto kurang sreg dan tidak bisa tumbuh dengan optimal. 

 Ayahnya seorang petani yang tidak cukup kaya karena hanya punya sawah garapan 0,5 ha yang berasal dari desa Kadilajo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten. Ayahnya merupakan cucu Lurah Desa Kadilajo yang menjabat pertama kali. Sedangkan ibu nya seorang pekerja keras, yaitu pedagang kain di pasar Kembang saat pahing dan pasar Surowono, tetapi kalau kulakan atau berbelanja sampai di pasar Beringharjo Yogyakarta atau pasar Klewer Solo Kiswanto sering diajaknya sehingga dia memiliki pengalaman tentang kota Solo dan Yogyakarta. 

Tidak seperti anak-anak sebayanya dikampung yang hanya bermain di sekitarnya. Ayahnya seorang yang sederhana, pekerja keras, agamis pandai bergaul dan menginginkan anaknya bersekolah yang tinggi. Kiswanto teringat bila ayahnya menjadi imam sholat berjamaah dirumah suara nya sangat sahdu dan menyentuh hati anak dan istri nya. 


Pada saat itu belum ada masjid di Kadilajo dan kehidupan dilereng Merapi masih terpengaruh adat kejawen yang kuat. Apalagi disana dulu banyak anggota MMC yang terlarang. Ayahnya dulu pernah menjadi pegawai negeri pembantu Mantri pengairan di kali Woro. Tetapi ketika itu dia tidak senang diperintah dan memilih keluar dari PNS. 

Ayahnya juga pernah ditunjuk menjadi Carik desa Kadilajo tetapi tidak mau. Ayahnya ingin hidup bebas tidak diperintah oleh orang lain. Tetapi yang menjadi kontroversial adalah dia menginginkan anaknya dapat bekerja sebagai pegawai negeri karena menurut nya saat saat itu pegawai negeri itu adalah kaum priyayi. Mungkin yang dimaksud ayah Kiswanto adalah pegawai negeri yang pejabat tidak hanya sekedar suruhan. 

Itulah sebabnya Kiswanto disuruh oleh ayahnya untuk bersekolah di SPMA Ungaran. Seperti orang Kadilajo yang suka nglajo Kiswanto bersedia merantau sekolah pertanian di Ungaran setelah lulus SMP tahun 1972 dengan nilai tertinggi.

 Ketika itu sekitar tahun 1978 Departemen Pertanian membutuhkan banyak sekali tenaga petugas lapangan penghijauan. Yang disingkat PLP. Yang ditugaskan di Ditjen Kehutanan departemen Pertanian. Sebelum mendapatkan tugas sebagai tenaga PLP Kiswanto mengikuti Diklat terlebih dulu di Wanagama Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta. 

 Dalam Diklat tersebut kiswanto memperoleh juara kedua. Oleh karena memperoleh juara kedua, Kiswanto diberi kesempatan memilih tempat tugasnya. Dia memilih Kabupaten Gunungkidul yang mempunyai slogan Handayani. 

Teman temannya banyak orang ditugaskan di luar pulau Jawa. Kiswanto mempunyai prinsip dimana bumi dipijak maka langit akan dijunjung. Meskipun dia orang Klaten dan bekerja dikabupaten Gunungkidul tetapi dia bekerja dengan sepenuh hati. 

 DEMI MELAKSANAKAN tugasnya Kiswanto berpegang pada 4 prinsip 1. Bisa dipercaya. 2. Punya nilai tambah. 3. Berperilaku menyenangkan. 4. Dikenal oleh orang banyak pada saat yang tepat. Itu juga antara lain yang dinasihatkan oleh almarhum ayahnya kepada Kiswanto. 

 Untuk semua itu akhirnya Kiswanto didalam bekerja memperoleh segudang prestasi dari awal mulai bekerja sampai pensiun.
 I. Juara I dalam Pra Jabatan Golongan II.
 II. Juara I dalam Diklat PMP Wanagama 
 III. Juara I dalam Lomba pidato penyuluh kehutanan tingkat Nasional di Gorontalo mewakili Provinsi DIY tahun 1992. 
 IV. Juara I dalam Diklatpim III dan masih banyak lagi prestasi dan penghargaan yang diperolehnya. 

 Mengapa waktu di SPMA Ungaran Kiswanto belum terlihat prestasi nya. Kalah bersaing dengan teman temannya yang berasal dari seluruh wilayah Jawa Tengah?. Tidak.

 Ternyata benih yang seperti dikatakan oleh pak Hirsam Ridwan, tidak disebarkan ditempat yang tepat yaitu di Taru budaya. Ketika benih si Kiswanto berada ditempat yang sesuai dan tepat musim nya Kiswanto bisa berkembang dengan optimal. Apakah anak yang bersekolah dibawah bimbingan pak Hirsam selaku direktur dan pernah tinggal kelas adalah anak yang kurang pandai? Jawabannya juga tidak. 

Ada contoh nyata mas Wahyudi cah Tarbud 1972 adalah anak yang pernah tinggal kelas, tetapi berkat ketekunan nya dia berhasil menyelesaikan pendidikan S 1 dan S 2 selain berhasil sebagai pejabat dia juga menjadi Asisten dosen. 

 Mas Markani Cah Tarbud 1971 yang pernah tinggal kelas juga berhasil menjadi Kepala desa dan pensiun setelah melihat Pejabat Mantri Polisi di Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Salahkan silabus pendidikan yang dilakukan oleh SPMA Ungaran juga tidak. Banyak siswa yang keluar lebih dulu dari SPMA Ungaran telah sukses. 

Tetapi apa yang dicapai bagi mereka yang dengan tekun melaksanakan disiplin kaku SPMA Ungaran dengan IK SPMA nya. Sebagian besar mereka mengulang sekolah untuk mendapatkan ijazah SPMA Negeri karena syarat BAKN seperti itu. Berapa biaya sekolah SPMA yang dipindahkan ke Baros? Tetapi akhirnya pindah ke Ungaran lagi?. 

SPMA Negeri yang resmi didirikan oleh Departemen Pertanian saja bubar dan berubah menjadi koordinator SPMA dan berubah Akademi penyuluhan dan terakhir berubah menjadi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. Itulah akibat Perencanaan yang tidak melihat visibel jauh kedepan. 

Dan itulah yang menjadi masalah negara kita. Pengalaman kerja Kiswanto Adinegara juga luar biasa pernah ikut temu wicara dengan Presiden RI pada peringatan hari pangan sedunia 1991 di Karawang Jawa Barat dan keliling Nusantara untuk menjalankan tugas-tugasnya. Itulah kehidupan. 

 Menurut Prof DR. MULADI SH yang sekarang baru saja almarhum pendidikan di sekolah itu hanya pendidikan formal yang dilakukan oleh manusia. 

Demikian pula dengan ujian yang ditempuh nya. Ujian yang lebih penting adalah ujian ketika hidup dimasyarakat. Kisah Kiswanto bila ditulis dalam sebuah cerpen tidak cukup. Barangkali bisa berpuluh cerpen. 

 Tetapi mungkin pas kalau ditulis semacam biografi sebagaimana keinginannya dari sejak kecil , bersekolah di SPMA Ungaran, bekerja , kawin, hingga mendidik anaknya sampai berhasil, anaknya lelaki yang masih muda lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada telah menjadi Kepala Cabang sebuah Bank plat merah tertua.... di sebuah Kabupaten , provinsi Nangroe Aceh Darussalam. 

Pada umur 33 tahun anaknya telah menduduki jabatan eselon tiga. Hal tersebut tidak mungkin terjadi dilingkungan PNS. Anak kedua lelaki lulusan Universitas Negeri Yogyakarta pernah bekerja di Bank BTN Semarang. Itu bisa menjadi suri tauladan dan inspirasi bagi yang lain.

 Perjalanan karir Kiswanto

 I . PLP di Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul. 

Kecamatan Panggang terletak dibagian Selatan yang merupakan bagian dari pegunungan Sewu. Lahan nya gersang dan tandus. Tantangan berat bagi Kiswanto yang baru pertama kali menjadi PLP. Dahulu di tahun 1970 - 1980 Gunung Kidul terkenal sebagai daerah yang tandus, tidak subur, miskin dan makanan utama penduduk nya ketela pohon yang diawetkan menjadi gaplek dan siap dimakan diolah dulu menjadi tiwul. Jadilah orang Gunung Kidul makanan utama nya tiwul karena beras mahal. 

 II. PLP di Kecamatan Ngawen. 

 Daerah yang relatif lebih subur dibandingkan dengan Kecamatan Panggang. Didaerah tersebut banyak petani yang beternak sehingga PLP dibutuhkan seorang PLP yang polivalen. Beruntung dia dulu bersekolah di SPMA Ungaran yang pendidikan nya juga polivalen. 

 III. Penyuluh Madya Penghijauan (PMP) DI BPP PATUK GUNUNGKIDUL. 


Kiswanto dipercaya sebagai Koordinator PLP di beberapa kecamatan yang menjadi wilayah nya. IV. Penyuluh Kehutanan Spesialis (PKS) yang mempunyai wilayah kerja tingkat Kabupaten dan merupakan koordinator seluruh PLP dan PMP Kabupaten Gunungkidul. Walaupun tugasnya di Gunungkidul, status kepegawaian Kiswanto merupakan pegawai pusat yakni Departemen Kehutanan.

Sedangkan instansinya adalah Sub Balai RLKT Opak PROGO . SUB BALAI REHABILITASI LAHAN DAN KONSERVASI TANAH OPAK PROGO berada di Jl Argolubang No 19 Yogyakarta memiliki wilayah kerja meliputi Provinsi DIY, Magelang dan Temanggung. Dari semula bernama P 3 RPDAS Gunungkidul. 

 Pada kurang lebih tahun 2000 an setelah terjadi reformasi besar besaran maka untuk organisasi pemerintah juga terjadi reformasi antara lain terbentuk nya UU OTONOMI DAERAH tetapi masih berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bukan berbentuk negara federal. Sebagian urusan pemerintahan diserahkan kepada daerah kecuali urusan pertahanan dan keamanan, peradilan, agama, keuangan statistik urusan luar negeri dan urusan badan pertanahan masih depatebel. 

Urusan pertanian termasuk kehutanan dan perikanan diserahkan kepada daerah. Karena urusan pertanian termasuk kehutanan diserahkan daerah termasuk tenaga penyuluh nya, maka Kiswanto diberi pilihan ingin pindah ke jabatan struktural atau tetap sebagai penyuluh dan merupakan tenaga fungsional.

 Masing masing ada plus minus nya. Pada waktu itu almarhum ayahnya masih hidup, tetapi dia enggan minta nasihat kepada beliau karena usia nya sudah sepuh. Dia berpikir memilih jabatan struktural dengan alasan jangkauan pekerjaan nya lebih luas. Pertama kalinya dia menduduki jabatan eselon V Kasubsi Pelatihan dan Keterampilan Masyarakat, dibawah Kasi Penyuluhan Dinas Kehutanan tahun 1999.Jabatan itu dirangkapnya dengan PKS dan disampiri sebagai Pemimpin Proyek Inpres Bantuan Penghijauan selama tiga tahun anggaran. Tahun 2001 mutasi menjadi eselon IV A dan mendapat tugas sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan pada Dinas Peternakan di Kabupaten Gunungkidul.

 Meskipun eselon IV tetapi disana dia mempunyai pemikiran yang luar biasa sehingga menjadikan Dinas Peternakan memiliki prestasi diatas rerata. Konsep pemikiran nya dituangkan dalam menyusun Renstra Dinas Peternakan dibantu seksi teknis terkait dan juga petunjuk Kepala Dinas. 

 Visi pembangunan peternakan yang digagasnya adalah mewujudkan Gunungkidul sebagai gudang Ternak Plus Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melihat produksi peternakan adalah sektor unggulan di Gunungkidul dimana produk ternak sapi 50% berasal dari daerah nya, dia mengusulkan agar POSKESWAN yang sementara ini sudah berjalan tetapi hanya lingkup sempit diubah menjadi PUSKESWAN ( PUSAT KESEHATAN HEWAN). SEHINGGA tupoksi UPT yang nanti dibentuk lebih luas jangkauan nya. Usul tersebut diterima oleh Sekda, Bupati dan disetujui oleh Gubernur DIY dan diteruskan ke pemerintah pusat. 

Oleh Departemen Pertanian disetujui dan akhirnya lahirlah PUSKESWAN yang berlaku bagi seluruh indonesia.

 Siapa yang menyangka bahwasanya itu semua lahir dari inisiatif Saudara Kiswanto Adinegara Cah Klaten yang lulusan SPMA Ungaran tahun 1975 ?. Namanya yang beken sekarang. Bukan lagi Dont Kiss Harto Saputro mengingatkan aku kepada Don Kisot De La Mantra. 

 Dari Dinas Peternakan  karier nya merangkak naik sehingga kemudian diangkat menjadi pejabat eselon III, Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pada saat itulah dia mengikuti Diklat pimpinan III karena untuk dapat mengikuti seleksi jabatan eselon II yaitu Kepala Dinas Pertanian dia harus lulus Diklat pimpinan III lebih dulu. 

Hasilnya luar biasa. Dia memperoleh Juara I Tetapi ketika diusulkan menjadi kepala Dinas Pertanian, dengan kandidat tiga orang seperti yang dipersyaratkan walaupun direkomendasi Gubernur namun dia tidak terpilih. 

Jabatan eselon II sebenarnya bukan jabatan politik, tetapi yang menjadi masalah adalah Bupati yang menilai berdasarkan faktor teknis dan non teknis. 

Tetapi kalau semua nya diserahkan kepada Tuhan itulah pasti yang paling baik untuk mas Kiswanto. Karena kompetitor fit propertes eselon 2 sesama dari Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura dan dia ditunjuk Bupati maka Kiswanto kemudian dimutasi ke Bappeda kabupaten Gunungkidul menjabat Kepala Bidang Perekonomian sebuah jabatan prestisius dan bergengsi. 

 Kiswanto lahir pada tahun 1956 maka dia pensiun pada tahun 2012 selaku Kabid Perekonomian pada BUP 56 tahun. 

Kalau Kiswanto berhasil menduduki eselon II dia akan pensiun pada usia 58 tahun yaitu tahun 2014. Kalau dia pensiun pada tahun 2014 maka sudah ada UU ASN yang baru dia pensiun pada tahun 2016. 

Demikian pula seandainya dia bertugas sebagai penyuluh yang fungsional maka pensiun nya pada usianya 60 tahun yaitu pada tahun 2016. Jabatan Kiswanto sekarang adalah sopir pribadi dari seorang perempuan cantik yang bernama Ibu Siti Jariyah. 

Sebelum masa pandemi covid 19 mas Kiswanto bekerja hampir setiap hari. Tapi jangan salah paham ya, Ibu Siti Jariyah adalah istri mas Kiswanto Adinegara yang masih aktif menjadi guru dan belum pensiun. 

 Tiada perjuangan yang sia sia bila dilaksanakan secara tulus, dan setiap keberhasilan merupakan proses panjang penuh dengan tantangan dan hambatan. Dengan kata pepatah berakit rakit kehulu berenang ke tepian. Bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian. 

 ******************* 

 Kudus tanggal 15 - 16 Januari 2021 Kupersembahkan kepada sohib ku Kiswanto Adinegara cah tarbud 1973. Salam untuk seluruh keluarga dan sukses selalu.

Rabu, 12 April 2023

SUGENG TINDAK MBAH UMAR GEMPOL

Mbah Umar Suhudi


Pas berada di sebuah RS hari Selasa Pahing 11 April 2023 sekitar pukul 11:00 wib di GWA RT 03 ,Satria Ertiga ada berita lelayu yakni meninggalnya mbah Umar Gempol.


Pria kelahiran 1939 kakak Lik Tukiran (78) yang lahir enam bersaudara di dk Kadilajo RT 01 itu bernama Sumardjo.

H Purwanto & Paryanto putra almarhum


Menikahi Parni binti Trimo ( adiknya mbah Sabar ) gadis Tegal Tasikmadu dan dikaruniai empat putra yakni H Purwanto , Agus Dwi Atmojo , Paryanto dan Watik Setyaningsih.


Setelah menikah sebagaimana lazimnya memiliki nama tua yaitu Umar Suhudi.

Tinggal di dk Gempol ( Polanharjo ) ,desa Kadilajo ,kec Karangnongko ,kab Klaten, prov Jawa Tengah. 

Nama dk Gempol lebih familiar bagi generasi tua kelahiran pra 1969 an. Gempol konon merupakan pohon langka yang tumbuh subur dan besar di tempat itu dizaman nenek moyang sehingga dijadikan penanda nama padukuhan kecil terpencil itu.


Namun oleh penguasa desa Kadilajo saat itu kearifan lokal Gempol sebagai representasi kecintaannya terhadap pepohonan dipahaminya sebagai kotoran kuda sehingga dianggap kurang bagus kemudian diganti Polanharjo demikian penuturan mbah Mardjo selaku saksi hidup saat kami wawancarai disaat masih sugeng.


Besan mbah Ngadiso Ndlajo itu meninggal pada usia 84 tahun setelah menderita sakit²an dua tahun terakhir sebagaimana penuturan anak ketiganya. " Sebenarnya hari Rabu ini jadwalnya kontrol ke RS karena sering seseg " katanya.


Mbah Sumardjo Umar Suhudi merupakan pensiunan ASN dengan predikat pahlawan tanpa tanda jasa.Mengabdikan dirinya sejak pasca G30S PKI dimana banyak kekurangan tenaga pengajar alias guru waktu itu.


Dibenum pertama kali hingga purna tugas berkutat di wilayah kecamatan Kemalang terutama zona utara alias daerah atas yang medannya cukup berat salah satunya di desa Balerante.


Disamping kegiatan pokoknya guru mbah Mardjo muda yang fisik tubuhnya tidak terlalu tinggi namun gempal dan kuat itu aktif sebagai pengurus Masjid Lailatul Qodar ( MLQ ) Kadilajo yang didirikan tahun 1967 oleh keluarga mbah Bayan Ardjopawiro.

Bersama sahabat seperjuangannya adalah Haryanto Djemidi (alm) , Mohtarom, Lasiman , Sabar , Sukino, Tukiran , Sukapto (alm) , Supardi (alm) muda serta anak² waktu itu Ngadiso ,Mulyono dan Kiswanto.


Saat jadi ketua Takmir MLQ




Performanya yang sederhana dan mudah bergaul sehingga almarhum memiliki jaringan silaturahmi yang luas di berbagai kalangan.

Ketua dan Sekretaris Takmir

Di takmir MLQ mbah Umar cukup lama mendapat amanah selaku ketua , sedangkan saya sekretarisnya.

Baru setelah merasa perlu ada regenerasi almarhum digantikan yang lebih muda dan kemudian diposisikan dalam dewan penasehat takmir MLQ bersama saya hingga akhir hayatnya.


Kisah hidupnya diawali sekolah SMP non moslem tidak sampai tamat di Solo karena faktor ekonomi.


Semangat untuk maju membuatnya giat diberbagai kegiatan diantaranya menjadi tenaga semprot malaria .

Mulai menekuni bidang agama Islam saat ada lowongan modin difasilitasi pegawai KUA .


Ketekunan dan kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil setelah berkesempatan ikut kursus pendidikan guru dan dapat diangkat menjadi PNS.


Peran almarhum dalam pengembangan Islam di Kadilajo sangat signifikan , salah satunya menjadi mediator wakaf tanah almarhum Pak Suharno Kalikajar untuk dibangun sebuah masjid  tahun 2004 an hingga berdirinya ponpes Al Munawwir Ndlajo 2010.


Disamping itu juga sebagai pelaksana renovasi MLQ tahun 1993 dari ukuran 5 x 7 m hingga berdimensi 8 x 12 m bangunan utamanya.


Sambutan Pemdes Kadilajo



Pak Marjo Umar Suhudi orang baik semasa hidupnya. Sederhana , jujur , sregep dan disiplin dalam kesehariannya , sebagaimana disampaikan dalam sambutan pemdes Kadilajo yang diwakili Samidi  saat upacara pemakaman Rabu Pon 12 April 2023 menuju peristirahatan yang terakhir.


Di TPU dk Kadilajo


Jenazah almarhum dimakamkan di TPU dk Kadilajo kec Karangnongko kab Klaten.


Innalillahi wainna ilaihi rojiun..hari ini kami kehilangan sosok teladan yang sederhana dan sangat baik


Selamat jalan mbah Umar...insyaallah kembalimu dengan husnul khatimah


Aamiin YRA


Bersama Lik Tukiran (78) adik Almarhum




Mbah Sabar (81) jaket hitam kakak ipar almarhum


By@kiss

Kamis, 02 Maret 2023

MENGENANG MENDIANG PAK NARDI DAN PAK GIYANTO

 

Mendiang Pak Nardi ( Jan 23 )


_Innalillahi wainna ilaihi rojiuun_

*PAK NARDI*

Panggilannya Pak Nardi , nama lengkapnya H Sunardi . Tinggal di Darakan Barat KG II / 1050 RT 31 RW 13 Prenggan Kotagede Yogyakarta.

Sebagai rimbawan pensiun saat berdinas dibidang Kehutanan kabupaten Sleman tahun 2010 an.

Sebelum hijrah ke Sleman Pak Nardi bertugas di kabupaten Gunungkidul sejak institusinya Cabang Sub BRLKT Opak Progo hingga menjadi Dinas PKT tahun 1994 an.


Bersama P Nardi ( kiri ) 1991 an


Saya mengenal dan cukup akrab dengan Pak Nardi sebagai sosok moslem yang rajin beribadah dengan penampilan cukup necis.Dalam pergaulan cukup ramah dan semanak serta baik hati.

Didunia kedinasan cukup tertib dan disiplin dalam mengemban tugas dan kewajibannya.

Saya tidak tahu persisnya Pak Nardi mutasi ke Sleman , barangkali saat bergulirnya otonomi daerah tahun 2001 an , bersamaan saya juga dialihtugaskan dari dunia kehutanan ke bidang peternakan oleh Bupati.

Setelah peristiwa itu lama tidak pernah komunikasi dan belum sempat temu darat.

Saya giat mencarinya untuk bisa ngumpulke balung pisah lewat Paguyuban Forkis 7108 dan dia sempat masuk dan bergabung di GWA tetapi tidak aktif. Bahkan 2 kali TKS  Forkis 7108 , 11-9-2022 dan 28-1-2023 tidak bisa hadir.

Ketidak aktifan pak Nardi ternyata karena kondisi kesehatannya sering ngedrop karena GGK sehingga harus ikuti terapi hemodialisis secara rutin.

Dan yang cukup mengagetkan Pak Nardi dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu Pahing tanggal 25 Februari 2023 pkl 18.45 wib pada usia 69 tahun.

Dikebumikan Ahad Pon 26 Februari 2023 pkl 10.00 wib.
Meninggalkan seorang isteri Hj Sumbangsih serta dua puteranya yakni Titin Wayan dan Endon Sutopo yang telah memberinya lima orang cucu.

Sebagaimana diberitakan anggota Forkis 7108 sbb

[26/2 01.47] Sadiyo PLP:
Kabar duka.
Innalillahi wainnailaihi rojiun.
Telah meninggal dunia dengan tenang sore ini Sabtu. 25 Februari 2023.
Bp. H SUNARDI mantan pegawai kehutanan Sleman.
Dimakamkan besuk Minggu 26 Februari 2023. Jam : 10.00 WIB.
Di  Kotagede.
Semoga almarhum berpulang Husnul khotimah. Aamiin YRA

Pak Nardi dg BB 32 kg

[26/2 02.04] Sadiyo PLP:

Ketika habis ta'ziah alm mas Indar witanto (7-2-2023) adiknya mas Indarto  saya sama mbah Mul mampir di rumah almarhum  masih bisa menemui saya sama mbah Mul walaupun dgn keadaan gerah tapi masih bisa komunikasi waktu itu berat badannya tinggal 32 kg dan sudah routin periksa dokter dan cuci darah.

Demikian diwartakan oleh pak H Sadiyo.

Selamat jalan Pak Nardi insyaallah kembalimu husnul khatimah , engkau baik dimataku selama kita bergaul.

*PAK SUGIYANTO*


Pak Giyanto berpeci


Nama panggilannya Pak Giyanto adalah seorang laki² sederhana dalam penampilan , tindakan  maupun pemikirannya.

Pak Giyanto merelaksasi sahabatnya


Tidak ambisius dalam urusan duniawi tapi cukup khusuk dalam menjalankan syareat agama yang dipeluknya. Dia senantiasa rendah hati dan suka menolong sesama dengan memanfaatkan ilmu yang ditimbanya dari sebuah Perguruan olah kanuragan dan pernafasan.

Saya bisa menilai agak detail karena kami pernah bergaul secara intens sekurangnya selama dua bulan full saat mengikuti diklat PLP Wanagama 1 tahun 1978.

Senantiasa dekat dengan saya


Kemudian kami sama² di tugaskan oleh Menteri Pertanian menjadi PLP di kabupaten dati II Gunungkidul DIY.

Pria kelahiran Bantul tahun 1949 itu menyunting gadis idamannya dari Jatiayu Gunungkidul dan kemudian merintis wirausaha dengan mendirikan pabrik tahu di Kadipiro kidul RT 11 Ngestiharjo , Kasihan , Bantul , DI Yogyakarta.

Kekhusyukannya dalam urusan ukrawi tahun 1980 an berniat mendirikan mushalla di pekarangan rumahnya yang tidak terlalu luas ,saya ikut mengapresiasi dan akhirnya impian indah itu dapat terwujud.

Keakraban kami dalam bersilaturahmi ditandai dengan saling anjangsana kerumah masing² dengan penuh kehangatan.

Salah satu kenangan yang tak terlupakan adalah CB plangkok / glatik saya dipakai untuk inventaris pengurus Pramuka Kwarda DIY lantaran Pak Sugiyanto pada tahun 1982 an.

Dan pada suatu saat Pak Giyanto bersama isteri setianya silaturahmi ke Klaten dengan membawa tahu produksinya sendiri yang cukup berlebih.


Pak Giyanto kanan saat diklat 


Kekariban tersebut diawali sejak diklat PLP di Wanagama 1 , dan akhirnya terus berlanjut saat jadi PLP hingga akhirnya Pak Giyanto mutasi ke daerah asalnya kabupaten Bantul.

Setelah itu karena kesibukan masing² dan kendala alat komunikasi yang belum ada HP sehingga kami nyaris putus hubungan  sampai pensiun tiba dia di Bantul sedangkan saya istiqomah di bumi Handayani.

Hingga akhirnya datang berita duka Pak Sugiyanto kembali kepangkuan sang khalik pada Jumat Kliwon 25 November 2022 pkl 05:40  wib di RS Ludiro Husodo Jogja pada usia 73 tahun karena sakit dan dimakamkan di TPU Kwaron Ngestiharjo pkl 15:00 wib.

Entah apa maknanya , yang jelas sesuatu pertanda apik dan tak biasa bahwa pulangnya arwah Pak Giyanto sama persis tanggal dan bulan dengan wafatnya sang isteri tercintanya yakni 25 November , satu warsa sebelumnya ( 2021 ).

Subhanalloh walhamdulillahu allohu akbar

Kepergian pak Giyanto meninggalkan tiga putera Budi Nugroho , Rahmad Sya'bani dan Agus Salim yang telah memberikan cucu sebanyak 7 orang.

Selamat jalan pak Giyanto yang baik isyaallah kepergianmu husnul khatimah , banyak cerita indah tatkala kita bergaul kala itu sebagai saksi kebaikan budimu.

Dan bersama isteri setiamu kelak dapat bersatu ketemu di surganya Allah SWT yang indah & kekal abadi.

Aamiin YRA

Innalillahi wainna ilaihi rojiuun , pak Nardi & pak Giyanto telah menyelesaikan tugas dunianya dengan baik dan kembali menghadap sang pencipta jagat raya seisinya dengan damai.

Alfatehah....

Ditulis di Klaten , 2 Maret 2023
By

Kiswanto



Minggu, 12 Februari 2023

108 ORANG RIMBAWAN TELAH TIADA

 


*DAFTAR  RIMBAWAN 7108 EKS SBRLKTOP INGKANG SAMPUN SEDA*

_Innalillahi wainna ilaihi rojiun_

I. Kabupaten Kulon Progo

1. Pak Ngadiyo
2. Pak Sugito
3. Pak Sutardjo
4. Pak Slamet Riyanto
5. Pak Dalwan Dwiyanto (15-10-2019)
6. Pak Payem Dwiatmojo
7. Pak Suwito (4-2-2020)
8. Pak Sukiman
9. Pak Kismadi (22-5-2022)
10. Pak Sugiwasono (28-11-2022)

II. Kabupaten  Sleman

1. Pak Suwardi
2. Pak Basuki
3. Pak Mursidi
4. Pak Joko Mulyono
5. Pak Ahmad Zamzaini
6. Ibu Dwiyati Wuryaningsih
7. Ibu Kiswati (31-7-2020)
8. Ibu Sumini (7-7-2022)
9.Pak Punto Legsono
10. Pak Ponidjiyanto (29-8-2016)

11. Pak Sugeng Nirmolo

12. Pak Sudarwanto

13. Pak Dul Rochim

14. Pak Sunardi (25-02-2023)

III. Kabupaten Magelang

1. Pak Arif Mastori (24-07-1989)
2. Pak Muh Ilham
3. Pak Wasilan
4. Pak Sarojo
5. Bu Mei Haryati
6. Pak Imam Solikin
7. Pak Suhadi MS (26-1-2022)
8. Pak Bambang Haryanto
9. Pak Sutrisno
10. Bu Tiur Andriyani
11. Pak Rachmat Wijaya

12. Pak Akiyat Haryono (20-03-2023)

IV. Kabupaten Gunungkidul

1. Pak M Sukarno
2. Pak Sularso
3. Pak Th Mudiantoro
4. Pak Dalyono
5. Pak Santoso Gendut
6. Pak Suradi (21-1-2023)
7. Pak Sudaryanto (23-8-2021)
8. Pak Trimo (8-01-1989)
9. Pak Paiman
10. Pak Bohar (28-12-2022)
11. Pak Setiyanto
12. Pak Widiyanto (16-9-2022)
13. Pak Sutiman
14. Pak Suwandi
15. Pak Supardi
16. Pak Bb Setiyawan (4-7-2021)
17. Pak Surani
18. Pak Winarto
19. Pak Sunaryoto
20. Pak Sunarto
21. Pak Mugimin
22. Pak Mujiyo
23. Pak Sihono
24. Rachmat Tugiyono
25. Pak Kadjirin
26. Pak Indarwitanto (7-02-2023)
27. Pak Parwoto

V. Kabupaten Bantul

1.Pak Kasiran
2.Pak Surojo
3.Pak Surahman Tohari
4.Pak Tentrem Murjono
5.Pak Sumanto
6.Pak Subiran
7.Pak Agus Budi Winaryo (16-11-2019)
8.Pak Sugiyanto (25-11-2022)
9.Pak Sujiyanto (1-2-2023)
10.Pak Suharjono
11.Pak Nizam Gozali
12.Pak Suratidjo
13.Pak R Sugiharto (18-03-2018)

VI. Kabupaten Temanggung

1. Pak Djumadi
2. Pak Roto Benowo
3. Pak Sutanto
4. Pak Sugiyarto
5. Pak Darno
6. Pak Rohmad
7. Pak Agung Wibowo
8. Pak Setijo Rahardjo
9. Pak Suwardiyanto


VII. Sub BRLKT Opak Progo

1. Pak Eddy Rismono Jaffar
2. Pak Sanung (28-11-1998)
3. Pak Sasmito
4. Bu Suwarti (12-10-2019)
5. Pak Sadar Purwanto (30-8-2022)
6. Pak Soedihardjo
7. Pak Bambang AS
8. Pak Sunarto
9. Pak Sugiyarto
10. Pak Suyamto
11. Bu Marginem
12. Pak Abdul Ghafar S
13. Pak Edy Sugiyarto
14. Pak Tondo Sunaryo
15. Pak Sarnyoto
16. Pak Sisworo Purboyo
17. Pak Yudhastatowo M
18. Pak Budiyono
19. Pak Mustamto
20. Bu Sri Surani
21. Pak W Sumarmo

22. Pak Heru

23. Pak Budi Winarno (30-3-2023)

_semoga almarhum / ah seda kanti husnul khatimah..Aamiin YRA_

*Total Ingkang sampun seda 106 orang*

_dok forkis 7108_

_sumber info teman² internal_


Klaten , 12-2-2023

By@kiss

Selasa, 07 Februari 2023

SELAMAT JALAN PAK INDARWITANTO

 

Pak Indar sebagai Panitia TKS Forkis 7108 ke 5


Sepuluh hari setelah Temu Kangen & Silaturahmi ( TKS ) ke 5 paguyuban Forkis 7108 ( _komunitas rimbawan eks NIP 71 & 08 , DIY - Jateng_ )Sabtu 28 Januari 2023 di RM Pondok Ndeso Jogja ada berita yang mengejutkan.

Tepatnya hari Selasa Wage , 7-2-2023 sekitar pkl 06 : 50  WIB di GWA Forkis 7108 atas nama Endar Witanto menulis pesan

" [7/2 06.50] Endar Witanto Yk: Berita lelayu Telah meninggal dunia BPK Indar Witanto  td jam 5.30 Mohon maaf atas semua kesalahannya.

Artinya bahwa berita ini dikirim oleh pihak keluarga ,  karena tidak mungkin orang yang meninggal dunia dapat memposting di GWA.

Delapan belas menit kemudian direspon oleh pak Bambang Soepi :

[7/2 07.08] Bambang Soepijanto: Innalillahi wainna ilaihi rojiun, sy & kelg ikut berduka yg mendalam atas berpulangnya bpk Indar Witanto teriring doa smg almarhum diampuni kekhilafannya & di tempatkan yg terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin YRA

Saya sangat kaget dan tidak begitu saja percaya , sehingga berulang kali mencermati kata demi kata terkait berita duka tersebut , yang ternyata benar adanya setelah membaca dengan teliti & konfirmasi pada narasumber yang dapat dipercaya.

Karangan Bunga Pak Bambang

Dan Pak Bambang Soepi juga secara khusus ikut belasungkawa yg mendalam dengan mengirimkam karangan bunga.

Karbung kelbes Forkis 7108

Demikian pula Paguyuban Forkis 7108 mengirimkan sebuah karangan bunga sebagai penghormatan terakhir atas kesetiaan dan jasa almarhum kepada paguyuban semasa hayatnya.

Pak Indarwitanto bukan Endar lahir di Jogja 20 Agustus 1963 , menikah dengan Wahyuni dan memiliki 3 orang jagoan dari buah perkawinanannya yakni Winto Kurniawan , Andhica Ramadhan dan Okky Wicaksono.

Menurut penuturan Slamet Widodo Doir: Anak ke 1, Winto sudah kerja di Ombusman Jogya.
Anak ke 2. Andi kerja di RS Hardjo Lukito
Anak ke 3. Okky kerja di Fak Pertanian UGM

Ke 3 anaknya alumni UGM semua modoni , demikian imbuhnya.

Tinggal di Jl Sidikan nomor 21 , Pandeyan , Umbulharjo , Yogyakarta, merupakan domisili yang ketiga setelah pindah dari Kalangan , Baturetno ,  Banguntapan , Bantul dan semula hijrah dari rumah perdana di Payak , Sri Mulyo , Piyungan yang dinilai kurang layak huni karena dibawah Sutet dan disekitarnya merupakan sentra pembuatan batu bata dimana asap setiap saat mengganggu pernafasan waktu anak² masih kecil.

Sosok pria yang punya TB 170 an cm dan pernah dimiripkan GP sang gubernur Jateng dua periode saat ini memiliki sense of humor yang tinggi , familiar , jujur dan obyektive dalam bersahabat.

Mengawali karir menjadi staf cabang Sub BRLKT Opak Progo kabupaten Gunungkidul ber NIP awal 71 dan pensiun per 1 September 2021 sebagai staf Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi DIY pada usia 58 tahun.

Saya cukup akrab dengan almarhum semasa satu kantor Cab SBRLKT , Dinas PKT hingga menjadi Dinas Kehutanan Kabupaten Gunungkidul tahun 2001 karena saya mutasi ke Dinas Peternakan sedangkan Pak Indar stagnan sebagai rimbawan.

Dan sebagai mitra kerja almarhum kinerjanya baik , bertanggungjawab  tertib dan mudah bergaul. Terhadap saya Pak Indar kala itu menjadi salah satu figur sahabat yang tulus lahir batin dan sering memotivasi untuk kemajuan karir saya kedepan dengan yakin dan mantap.

Saat terakhir dalam persiapan penyelelenggaraan TKS ke 5 Paguyuban Forkis 7108 saya minta bantuan untuk berpartisipasi sebagai anggota panitia pelaksana almarhum dengan senang hati menyatakan siap dan katanya :

" *Mksh p kis.Akan sy laksanakan sebaik baiknya.* " (  _copas tulisan asli pak Indar 27-1-23_  )

Dan Sabtu , 28 - 1 - 2023 memang tidak banyak perbincangan karena sikon , tetapi saat sholat dluhur kami berjamaah bertiga dengan almarhum & Pak Amir di mushalla RM pondok ndeso hanya singkat mengatakan sangat senang dapat ketemu teman² lama.

Dan atas pertanyaan yang saya kirim japri.

[30/1 18.05] kiswantoadinegara:

Assalamu 'alaikum wr wb

Sebagai bahan evaluasi

Menurut anda bagaimana kesan / pesan terhadap penyelenggaraan TKS ke 5 kemarin  ?

Terima kasih

🙏

Pak Indar merespon dan menjawab

[30/1 19.10] Endar Witanto Yk:

_Walaikumsalam wr wb menurutku monoton kita cuma dengerin pengalaman beliau, kita bisa ketemu teman lama bisa cerita masa lalu, diselingi acara apa yg bisa nambah gayeng._

*Kisah kepergiannya*

Dimata saya Pak Indar adalah orang baik , insyaallah wafat kanti husnul khatimah.

Tanpa sakit yang berarti untuk pulang , dengan gampang kembali ke haribaan sang pencipta , tidak merepotkan keluarga dan tersiksa raganya .

Sebagaimana cerita anak² nya kepada sahabat dekat ayahandanya yang hadir takziah di rumah duka Sidikan diantaranya :

1. [7/2 11.55] YB Suprapto: 

Td pagi sy kerumah duka menurut informasi putranya pak Indar td pagi msh subuhan katanya ada rasa sakit didada, kemungkinan beliau jantungnya pak Kis

[7/2 12.00] YB Suprapto: Ceritanya mirip dgn pak Widianto, waktu itu pak Widianto antar  jemput pak Harsono, kemarin pak Indar antar jemput pak Gito

[7/2 12.40] YB Suprapto: Selisihnya 5 hari dan 10 hari dg TKS pak , demikian cerita pak Prapto yang tinggal di Karangjati kidul Monjali kepada saya.

2. [7/2 18.00] Slamet Widodo Doir:

Alkhamdulillah bs ke rumah alm. kakek Endar utk ngaruhke dan ikut bela sungkawa serta mendoakan alm dan kelg, ditemui mas Okky dan mas Andi..

Menurut cerita mas Okky, alm tdk sakit, cm mngeluh sm mas Andy kok sesek dadanya, terus dikeroki oleh mas Andy,selesai dan terasa enak,lalu ke kmar mandi dan meninggal, smpat dibawa ke RS jg namun sdh meninggal, yg ngonangi istrinya saat akan ke kmar mandi, kejadian kurleb 06.00an pagi.
Begitu modoni "

Demikian Doir mengisahkan.

Sekali lagi Pak Indarwitanto adalah sosok yang perilakunya baik , sebenarnya banyak sekali kisah menarik saat berdinas bersama diantaranya pengalaman rem mobil dinas  kijang kotak  " pajero " blong di Clongop , menyewa jetsky di Telaga Sarangan berdua saya drivernya, dll.


Di Telaga Sarangan , 1990 an

Selamat jalan pak Indar sahabat baikku , dimataku engkau adalah salah satu sahabat terbaikku...

Saya, kami merasa kehilanganmu...

Sosok Jujur dan obyektive


Engkau telah sukses dan menyelesaikan tugas duniamu dengan baik pula.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun, saya & keluarga ikut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya *bapak Indarwitanto* teriring doa semoga almarhum diampuni dosa kekhilafannya , diterima amal ibadahnya & di tempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT.

Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran , ketabahan dan keikhlasan.

Aamiin YRA

Klaten , 7 Februari  2023
Sahabatmu

Kiswanto






Sabtu, 21 Januari 2023

SELAMAT JALAN SAHABAT


Alm Pak Suradi



Satu demi satu telah pergi.Pergi tidak kembali lagi.


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun


Hari ini Ahad 22-1-23 almarhum pak Suradi dikabarkan menghadap Illahi.


Pak Suradi dipanggil untuk kembali ke Rabb nya Sabtu pahing 21-1-23 pkl 21.17 wib di RS Muwardi Solo sebab serangan jantung.


Laki-laki kelahiran Klaten 67 tahun tersebut mengawali karir sebagai PLP di kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul DIY tahun 1978.


Lahir & tinggal di dk Galan RT 09 RW 04 Pandanan , Wonosari , Klaten , Jawa Tengah.


Almarhum meninggalkan 1 isteri Sri Rahayu dan 3 orang anak  yang masih lajang yakni Aprilina Yanti , Dwi Syapardi dan Albizzia Tri.


Performance almarhum yang beristerikan seorang pahlawan tanpa tanda jasa tersebut merupakan sosok yang baik , jujur , sederhana dan pendiam namun bersahabat.


Almarhum tugas pertama sebagai PLP di desa Girimulyo sedangkan saya di Girisuko kecamatan Panggang.


Kami bersahabat cukup dekat sehingga sering saling mengunjungi untuk silaturahmi kerumah saat off kerja.

Rumah tinggal ortunya dipinggir Jl Raya Pakis - Baki - Solo Baru , dan saat itu memiliki beberapa ekor kerbau.


Tahun 1981 , ada rotasi wkplp saya pindah ke kec Ngawen dan pak Suradi ke kec Semin Gunungkidul zone utara perbatasan kabupaten Klaten sehingga dekat dengan daerah asal kami.


Pak Suradi pensiun istiqomah sebagai penyuluh kehutanan sedangkan saya lompat pagar di struktural, dan kemudian lama tidak saling ketemu setelah purna tugas.


Belum genap setahun almarhum sekeluarga ingin bikin surprise bertandang ke rumah saya Kadilajo tetapi Alloh SWT belum meridhoi.


Dikarenakan tidak memberi info terlebih dahulu sehingga rumah kami kosong sebab ada agenda keluar kota.


Sejak saat itu sering komunikasi via WA , tapi kalau di GWA Forkis 7108 almarhum pasif.


Hingga hari almarhum kembali kami belum sempat kopi darat.


Selamat jalan Pak Suradi ,engkau orang baik dimataku , engkau juga telah menyelesaikan tugas duniamu secara baik kendati belum sempurna ,insyaallah husnul khatimah.


Klaten , 22 Januari 2023

Jumat, 30 Desember 2022

SUGENG TINDAK PAK BUHAR

 

Almarhum Pak Buhar dan teman Rimbawan


Hari Kamis Wage sekitar pukul 15.48 di GWA Forkis 7108  ada postingan foto seperti ada orang meninggal tapi tanpa caption.

Saya respon dengan menanyakan  pada anggota yang ngeshare " foto apa ini pak Endar ?

Pak Endarwitanto membalas " Pak Buhar meninggal tadi pukul 13.00 , dan waktu pemakaman infonya menyusul " jawabnya.

Info lebih lanjut bahwa jenazah almarhum , yang meninggal mendadak diduga akibat penyakit asmanya kumat , mengejang saat pegangan cagak kemudian  denyut jantungnya off dimakamkam malem Jumat Kliwon 29 Desember 2022

Betapa sangat kaget dan sedih saya mendengar berita duka yang tiba-tiba muncul itu , sambil mengucapkan Innalillahi waina ilaihi rojiun...ndherek belasungkawa mugi almarhum Pak Buhar seda kanti husnul khatimah , diampuni dosa kekhilafannya, diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran , ketabahan dan keikhlasan....Aamiin YRA "

Saya tulis di Forkis 7108 dan DM ke nomor WA almarhum pak Buhar yang tinggal di dk Karanganyar , kelurahan Ngalang , kapanewon Gedangsari , kabupaten Gunungkidul DIY.

Ketemu terakhir dengan almarhum saat acara Temu Kangen & Silaturahmi ( TKS ) Forkis 7108 ke 3 September tahun 2019 di Jogja. Pada TKS ke 4 , 11-9-2022 sebenarnya almarhum telah konfirmasi hadir namun pada hari H izin.

Pak Buhar saya kenal sebagai orang  baik , sederhana , pekerja keras dan jujur semasa hidupnya. Sifat familiar dan humoris serta ketaatan terhadap agamanya yang rahmatan lil alamin membuat banyak orang suka bersahabat dengannya.

Kenal dan bersahabat dengan saya sejak mulai berdirinya Cabang Sub BRLKT Opak Progo di Gunungkidul , sekitar tahun 1983 an.

Bahkan pernah menjabat sebagai bendahara Proyek Inpres Bantuan Penghijauan kabupaten Gunungkidul selama dua tahun anggaran yakni TA 1998/1999 dan 2000 , dengan lancar dan tanpa masalah yang berarti dimana saat itu saya selaku Pemimpin Proyeknya.

Pak Buhar merupakan pensiunan PNS yang semula merupakan ASN pusat Kementerian Kehutanan RI yang kemudian menjadi pegawai pemkab Gunungkidul saat otonomi daerah diberlakukan dan mengabdi di Dinas Kehutanan dan Perkebunan.

Banyak sekali kebaikan almarhum kepada saya baik dalam hal kedinasan maupun menyangkut urusan pribadi ,yang tidak dapat disebutkan one by one.

Sehingga saya berani bersaksi disaat almarhum pulang kehadiratNya , bahwa pak Buhar merupakan orang baik dimasa hayatnya.

Sugeng tindak Pak Buhar , mohon maaf atas segala kekurangan dan terimakasih atas jasa dan budi baikmu dikala kita menjalin tali silaturahmi.

Insya Alloh wafatmu khusnul khatimah.

Klaten , Akhir Desember 2022

By@kiss


Sabtu, 05 November 2022

KISAH PLP LAHAN KRITIS DI GUNUNGKIDUL

Hutan Rakyat Swadaya berkembang



Episode 6


_Memasuki era keswadayaan masyarakat dan masa kejayaan penghijauan_



Oleh : Kiswanto*


Kendati proyek bantuan penghijauan belum dihentikan tetapi tiba masanya untuk membangkitkan semangat swadaya masyarakat untuk berpartisipasi dalam penghijauan pada lahan mereka.

Hal ini sesuai dengan filosofi penyuluhan dengan tujuan utama untuk merubah perilaku meliputi pengetahuan,sikap dan keterampilan ( PSK )  petani dari tidak tahu, tidak mau hingga melakukan secara mandiri.


PLP Penyuluhan


Ketidaktahuan diatasi dengan berbagai metode penyuluhan salah satunya adalah pembuatan Unit Percontohan (Demplot ) Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam ( UP UPSA ) dengan demonstrasi plot  Ini diharapkan petani dapat melihat secara langsung implementasi dilapangan.

Mengingat prinsip penyuluhan jika aku mendengar aku lupa, jika aku melihat aku tahu alias mengerti dan jika aku berbuat ( praktek ) saya dapat ( mengerjakan ).


Unit Percontohan ( Demplot ) UPSA


Demplot UP UPSA dibuat dipinggir jalan dan lokasi strategis sehingga mudah dilihat oleh petani yang lewat.Demplot ini seluas 10 hektar untuk peragaan kegiatan penghijauan dengan tanaman kayu kayuan dan sebagian untuk budidaya tanaman semusim pada lahan kering, termasuk upaya konservasi tanah dan air berupa terasering serta budidaya ternak kambing.

Didalam UP UPSA juga merupakan wahana untuk introduksi varietas unggul baru seperti Lamtoro Gung, rumput gajah, Jati unggul dan benih unggul tanaman semusim.

Pembuatan Demplot UP UPSA dengan target satu desa satu unit.

Petugas yang menangani UP UPSA terlebih dahulu harus memiliki sertifikat pernah mengikuti Diklat Petugas Lapangan Percontohan Demplot Penghijauan atau UP UPSA.


Studi Banding ke luar daerah


Selaku PLP agar memiliki pengalaman dan pengetahuan cukup disamping mengikuti diklat kedinasan juga dapat belajar dengan berbagai narasumber dilapangan seperti studi banding utuk menambah wawasan


Pamong desa pada saat itu terutama Carik atau kaur ekobang lazimnya sangat menguasai kondisi daerahnya termasuk bagaimana membaca persil dalam Peta Desanya.

Saya bisa belajar banyak dari mereka.Pak Sastro adalah seorang Carik suatu desa binaan saya yang mendapat proyek bantuan penghijauan dengan kegiatan Pembuatan tanaman.

Sambil jalan kaki memasuki daerah bertofografi bergunung dengan lereng cukup terjal Pak Sastro Carik senior itu  sangat hafal dengan lokasi tersebut masuk persil berapa,milik siapa, luasnya berapa dan masuk blok apa.


Pengalaman di lokasi


Pengalaman dilokasi yang tidak pernah dapat terlupakan adalah ketika ceking lokasi di tebing bawah Gunung Gambar tiba-tiba langit gelap karena ada awan hitam disertai suara petir menggelegar pertanda akan turun hujan.

Saya merasa khawatir " Pak Carik bagaimana Ini kalau hujan deras dan petir seperti itu sedangkan kita berada di diatas tebing yang curam..? "  tanya ku.
" Tenang saja Pak Kis diatas itu ada tempat berteduh.." katanya sambil tangannya menunjuk ke atas.Sedangkan sejauh mata memandang tidak ada gubug kecilpun apalagi rumah. Pak Sastro sangat familiar dengan lokasi tersebut dan ternyata di tebing yang tinggi di bawah puncak gunung gambar sisi utara itu terdapat sebuah goa yang bisa untuk ngeyup kami berdua dengan aman hingga hujan deras itu reda.

Demikian pula Carik Desa lainnya yang pernah saya temui rerata sangat tertib administrasi , menguasai lapangan dan mumpuni dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Sejatinya dimanapun kita ditugaskan dan berada dilingkungan baru disitulah dapat belajar banyak hal-hal berbeda dan membangun jejaring dengan orang lain.


PKS Supervisi Kegiatan


Tugas pokok dan fungsi saya ketika tidak lagi menjadi PLP di tingkat desa seperti saat di Panggang dan Ngawen namun menjadi lebih luas cakupannya, terutama melakukan pembinaan terhadap para PLP di desa dan kecamatan saat menjadi Penyuluh Madya Penghijauan ( PMP ) di BPP pada tahun 1991.


Menjadi PMP dan PKS


Sedangkan tahun 1992 - 1999 kapasitas saya selaku Penyuluh Kehutanan Spesialis ( PKS ) mempunyai tupoksi pembinaan dan mengkoordinir PLP dan PMP se kabupaten Gunungkidul.


Pembinaan Lomba Penghijauan Swadaya


Metode penyuluhan lainnya yang terpilih untuk memotivasi kelompok tani melakukan penghijauan swadaya adalah dengan diselenggarakan lomba penghijauan swadaya ( LPS ). 

Lomba ini diselenggarakan secara berjenjang mulai lomba tingkat kecamatan, lomba tingkat kabupaten Gunungkidul, lomba tingkat Provinsi DIY dan tingkat nasional.

Metode lomba penghijauan mendapat respon positif dari masyarakat dan ditetapkan sebagai kebijakan tingkat kabupaten Gunungkidul oleh Pak Soebekti Soenarto dan Bupati selanjutnya.

Mulai tahun 1991 - 1998 Gunungkidul serasa diatas angin dan memasuki era kejayaan dalam prestasi lomba penghijauan swadaya dan PLP berprestasi baik tingkat provinsi DIY maupun nasional.

Demikian pula prestasi lomba bidang lingkungan hidup hingga dapat meraih penghargaan bergengsi berupa kalpataru , waktu itu kewenangan bidang lingkungan hidup masih melekat pada lembaga yang mengurusi bidang kehutanan.


Mengapresiasi Kelompok Berprestasi


Partorejo ( 1994 ) ketua kelompok tani di Jerukwudel,Rongkop mendapatkan kalpataru kategori penyelamat lingkungan dengan kegiatan penghijauan lahan kritis sekitar Telaga Wotawati.Atas keberhasilannya air telaga menjadi bening dan lestari karena erosi dan sedimentasi terkendali oleh adanya vegetasi tetap yang banyak.


Kalpataru


Warsono ( 1996 ) PLP kecamatan Rongkop menyabet penghargaan bergengsi kalpataru kategori pengabdi lingkungan setelah menginisiasi habitat burung walet dengan penghijauan sehingga populasi dan produksi sarang burung walet meningkat disamping sejumlah kegiatan positif lainnya.


Penilaian Lomba Penghijauan Swadaya zona Selatan


Prestasi dan penghargaan juara terbaik Nasional dalam lomba hutan rakyat swadaya justru didominasi oleh kelompok tani di zona pegunungan sewu dimana kekritisan lahan paling parah pada awalnya.


Juara HRS zona Utara



Namun demikian prestasi kelompok tani hutan rakyat swadaya zona utara dan tengah juga ada yang bisa unjuk gigi tingkat nasional seperti di desa Putat kecamatan Patuk dan Karangmojo Gunungkidul.

Prestasi kelompok penghijauan zona selatan diantaranya Hutan Rakyat Swadaya Desa Giriwungu , Giripurwo dan Giriasih kecamatan Panggang dapat meraih kemenangan yang menakjubkan.

Demikian pula Desa Tileng , dan Desa Jepitu kecamatan Rongkop dapat menunjukkan prestasi yang luar biasa dilevel Nasional.

Hutan Rakyat Swadaya ( HRS ) Desa Tileng mendapatkan juara nasional 1991 an yang mengagumkan tanaman penghijauan berupa jati,akasia dan mahoni mampu tumbuh baik di tengah bebatuan karst yang berwarna hitam.Perakaran tanaman pioneer itu mampu menembus keras dan keringnya bebatuan pegunungan sewu.

Dampak positifnya air telaga Lodoireng dapat lestari dan lebih jernih walaupun dimusim hujan.


Tamu studi banding dari Kalimantan



HRS Desa Tileng inilah yang akhirnya dapat menjawab tantangan saya waktu lomba pidato penyuluh kehutanan dengan tema Upaya Penyelamatan Hutan Tanah dan Air ( PHTA ) kabupaten Gunungkidul di Gorontalo Sulawesi Utara 1992.

Para pejabat pemerintahan di Sulawesi Utara dalam studi banding yang diantar Pak Soebekti Soenarto Bupati Gunungkidul dan jajarannya sangat kagum dan heran atas keberhasilan penghijauan lahan kritis di Gunungkidul.

Pemerintah provinsi Sulawesi Utara berkeinginan mengajak beberapa orang petani Gunungkidul agar dapat memberikan contoh bagaimana caranya bisa menanam pohon penghijauan hingga berhasil baik dilahan kritis wilayah Sulawesi Utara yang kondisi lahannya justru masih lebih baik dibandingkan dengan Gunungkidul.

Dampak positif lainnya atas pidato saya saat temu wicara dengan Presiden RI dalam rangka peringatan HPS di kabupaten Karawang Jawa Barat 16 Oktober 1991 dan pidato penyuluh kehutanan di Gorontalo Sulawesi Utara 1992 Gunungkidul menjadi terkenal sehingga sering menjadi obyek studi banding keberhasilan penghijauan dari berbagai daerah di Indonesia.


Kapusluhut mengapresiasi Prestasi Gunungkidul


Pemerintah pusat juga menaruh perhatian yang baik berupa peningkatan anggaran proyek Penghijauan, pemberian sarana dan prasarana penyuluhan serta mobil Dinas untuk operasional dari Departemen Kehutanan.

Atas dasar banyaknya kelompok tani dan PLP berhasil menjadi juara provinsi dan nasional dalam lomba penghijauan dan lingkungan hidup maka saya selaku PKS yang berperan aktif dalam pembinaan dan penyiapan segala sesuatunya diapresiasi oleh Bupati Gunungkidul dengan memberikan piagam penghargaan sebagai pembina.

Penghargaan tersebut diantaranya

- Tahun 1991 sebagai pembina kelompok perintis lingkungan hidup.
- Tahun 1993 sebagai pembina penghijauan kab Gunungkidul
- Tahun 1994 sebagai pembina penghijauan kab Gunungkidul
- Tahun 1994 sebagai pembina penghijauan dan lingkungan hidup kabupaten Gunungkidul
- Tahun 1995 sebagai pembina penghijauan kab Gunungkidul
- Tahun 1996 sebagai pembina terbaik lomba lingkungan hidup kabupaten Gunungkidul
- Tahun 1996 sebagai pembina penghijauan kab Gunungkidul


 

Penghargaan Bupati


- Tahun 1997 sebagai pembina terbaik lomba penghijauan kab Gunungkidul
- Tahun 1998 sebagai pembina terbaik lomba penghijauan dan lingkungan hidup kabupaten Gunungkidul
- Tahun 1998 sebagai juara 1 pembina lingkungan hidup Tk kab Gunungkidul


Piagam Bupati Pembina LH


Selaku PKS yang bertugas mengkoordinir PMP dan PLP se kabupaten Gunungkidul ditunjuk sebagai pejabat pengesahan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit penyuluh kehutanan di Gunungkidul.

Disamping itu Tahun Anggaran 1998 / 1989 , 1999/2000 dan 2000 ditunjuk sebagai pemimpin proyek Penghijauan di kabupaten Gunungkidul.

Juga merangkap sebagai pelaksana tugas pejabat struktural Dinas Perhutanan dan Konservasi Tanah serta Dinas Kehutanan kab Gunungkidul.


Saat jadi Pinpro Penghijauan


Sangat jarang terjadi seorang pejabat fungsional penyuluh kehutanan merangkap jabatan pemimpin Proyek dan juga pelaksana tugas jabatan struktural , kendati hal tersebut tidak ada larangan.

Menjelang otonomi daerah posisi saya berada dipersimpangan jalan antara jabatan fungsional dan jabatan struktural.

Atas berbagai saran dilihat kinerja saya selama ini dinilai lebih baik memilih jalur struktural karena skope nya lebih luas sehingga akan dapat memberikan pertimbangan penyusunan kebijakan dibidang pembangunan kehutanan secara terpadu dan komprehensif.

Dan saya berpikir penghijauan lahan kritis di Gunungkidul telah melewati masa kritis sehingga bebannya tidak seberat era 70 - 80 an.


Gunungkidul ijo royo-royo


Saat ini masyarakat petani sudah bisa merasakan manfaat dari hasil Penghijauan sehingga secara sadar mereka akan menanam pohon kembali setelah memanennya secara swadaya.

Dan saat saya ketemu Profesor  " Telo " Suhardi minta advis dan pertimbangan terkait hal tersebut beliau mengatakan " Tidak masalah anda masuk jalur struktural dan ditugaskan di instansi mana saja karena sudah memiliki jiwa rimbawan justru akan bisa mewarnai setiap kebijakan dilihat dari aspek Kehutanan dan Penghijauan.."

Ya beliau guru dan sekaligus  " teman " saya. Saat di Wanagama guru saya karena merupakan dosen sementara sebagai teman saat libur beliau sering mengajak saya bermain dan jalan jalan mbonceng CB Gelatik saya.

Hasil penelitian kenapa umur harapan hidup masyarakat Gunungkidul relatif lebih panjang dibandingkan dengan kabupaten lainnya di DIY kesimpulannya karena masyarakat Gunungkidul sering mengkonsumsi telo , karena penelitian tentang telo di Gunungkidul itulah sehingga Pak Hardi sering di panggil Profesor  " Telo ".

Akhirnya beliau disamping Jadi dosen Fakultas Kehutanan UGM juga diminta menjadi staf ahli Dewan Ketahanan Pangan Nasional Di Jakarta karena penelitian tentang telo tersebut.

Disaat otonomi daerah diberlakukan semua PNS pusat khususnya Departemen Kehutanan diminta memilih mau menetap di mana bebas di seluruh wilayah Indonesia.

Kemudian status kepegawaian saya berubah dari pegawai negeri pusat Departemen Kehutanan menjadi pegawai pemerintah daerah kabupaten Gunungkidul.


Di Dinas Kehutanan ( 1999-2000 ) 


Berawal pindah dari Dinas Kehutanan ke Dinas Peternakan ( 2001 ) , 


Saat Di Dinas Peternakan bersama LPM UGM


Ke Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura ( 2009 ).


Saat di Dinas TPH


Pernah masuk nominasi pejabat eselon dua dan mengikuti fit & propertes di Provinsi DIY bertiga dan semuanya mendapatkan rekomendasi layak.Karena qodarullah belum diridhoi Allah SWT sehingga amanah itu tidak jatuh ditangan saya.


Saat Kabid Perekonomian Bappeda


Sehingga tahun 2010 saya hijrah dari eselon tiga Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura menjadi Kepala Bidang Perekonomian Bappeda hingga purna tahun 2012 dengan selamat nir sambekala.

Kurun waktu 34 tahun separuh lebih dari umur saya dihabiskan secara totalitas untuk Gunungkidul Handayani


Proses panjang lahan kritis jadi ijo royo²


Saya tidak bergeming tetap milih di Gunungkidul walaupun tidak lagi sebagai penyuluh kehutanan.

Tetapi sebagaimana jiwa rimbawan komitmen terhadap penghijauan dan lingkungan hidup tidak akan pernah hilang sampai akhir hayat.

Yang menjadi PR selanjutnya adalah bagaimana melestarikan apa yang telah diperjuangkan dan berhasil dengan baik sehingga bermanfaat bagi orang banyak  dari generasi  ke generasi sehingga Gunungkidul tetap Handayani hari esok lebih baik.


Keberhasilan Penghijauan yang Lestari


Mengutip kata-kata motivator bahwa ada 4 hal penting sebagai syarat kesuksesan dalam karir seseorang pertama bisa dipercaya, kedua punya nilai tambah,ketiga berperilaku menyenangkan dan keempat dikenal oleh orang yang tepat dalam jumlah banyak.

Sebagai renungan.

Tamat


Penulis :

Pegiat dan Pemerhati LH


- PLP/ Penyuluh Kehutanan Kab Gunungkidul 1978-1999
- Pejabat Struktural di Dinas Kehutanan, Dinas Peternakan, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura 2000-2009


- Kepala Bidang Perekonomian pada Bappeda Gunungkidul 2010-2012


- Pegiat dan Pemerhati Lingkungan Hidup 2012-sekarang


Disnak Kordinasi Pawonsari di Pacitan

Di Dinas TPH , PPK SL PTT



Merevitalisasi Proses Perencanaan