Minggu, 29 Desember 2019

SEPOTONG CERITA TENTANG NGLANGGERAN

Awal dan akhir 


Gunungkidul  ~ SENYUMAN, BUAH DARI KOMITMEN DAN KERJA KERAS

Sekitar 9 tahun silam dalam rangka implementasi program penanganan lahan kritis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami pilih lokasi salah satunya di desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul

Saat itu kami berada di bidang perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  ( Bappeda ) Kabupaten Gunungkidul DIY.

Bukan tanpa alasan pilihan itu jatuh disana, disamping guna mendukung destinasi wisata alam dan minat khusus Gunung Api Purba, kami sudah mengenal sejak lama tentang soliditas dan semangat untuk maju poktan di Nglanggeran ketika kami bertugas sebagai Penyuluh Lapangan Penghijauan ( Penyuluh Kehutanan)  tahun 1991 an.

Komoditas durian menjadi pilihan utama mengingat jenis tanaman ini cocok dan telah lama tumbuh dan berbuah disana, juga sejalan dengan kawasan pengembangan Hortikultura buah - buahan menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gunungkidul hingga tahun 2030 an

Pencermatan dan keputusan itu kini setelah 5  -  6 tahun kemudian  mulai membuahkan hasil, sejumlah tanaman durian sudah berbuah dan panen perdana, eloknya ada sebuah durian mencapai bobot 12,2 kg, Subhanalloh

Lestarikan dan pelihara terus apa yang telah kita perjuangkan bersama untuk pembuktian outcome program yang telah dirancang secara serius untuk berpihak pada masyarakat pedesaan dilahan marginal bukan program omong kosong

Kita bisa tersenyum bersama saat ini, sebagaimana saya yakin dan menebar senyum sejak awal program dimulai

Salam sukses Durian Nglanggeran
Sukses destinasi wisata terpadu Agrowisata dan minat khusus Gunung Api Purba ( GAP ) serta hadirnya Embung geomembran si Banyu Langit.

Ikut bangga dan bahagia mendengar tepuk kesuksesan itu bergema seantero jagat raya sebagai desa wisata terbaik.

By @kiss

Alhamdulillah setelah 6 tahun 

Selasa, 24 Desember 2019

SIMBOK YA IBUKU

Dari kiri mbah Sasap, Simbok dan Kirmadji Harto Sukirno 


Kadilajo  ~  Menyebut orang yang melahirkanku sedari kecil biasa dengan panggilan simbok.

Simbok merupakan sulung alias mbarep dari sembilan bersaudara  tiga laki-laki dan enam perempuan.

Sembilan bersaudara itu yakni Yatirah Harto Sukirno, Lamiyem /Sari Proyomartono, Yatiyem Proyomartono, Mulakir Padmosukirno, Djuwali Dwijowardoyo, Dalimo, Sunanti Tamto Supatmo, Sukani dan Partini.


Wajah Ibuku



Yatirah binti Sukiyat Somahardjo adalah nama kecil pemberian orang tuanya yang tinggal di dk Randuawar, desa Kemalang, kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah Indonesia.

Menurut data pada akta nikah nomor 40 /16 Jumat Legi tanggal 13 Februari 1948 simbok nikah dengan Kirmadji Harto Sukirno bin Wiryo Sudarmo (30 tahun)  pada umur 26 tahun.

Konon simbok lahir dengan weton Kamis Wage  tanggal dan bulan tidak jelas pada tahun 1922.

Sebagai konsekuensi anak perempuan mbarep dengan banyak saudara simbok diminta membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah termasuk momong adik adiknya.

Saking banyaknya pekerjaan simbok dipandang tidak perlu sekolah pada saat itu tapi lebih baik membantu mbah Putri berdagang pakaian kepasar Kembang dan Surowono.


Ayah & ibuku



Dari pernikahan simbok dengan Kirmadji Harto Sukirno bin Wiryo Sudarmo Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten memiliki lima anak dan satu anak laki-laki dari pernikahan terdahulunya.

Kirmadji Harto Sukirno adalah cucu Lurah pertama di desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Marto Wijoyo  lahir dari pernikahan Sasap binti Marto Wijoyo dengan Wiryo Sudarmo dari Ngemplakseneng.


Keluarga besarku ,1967



Pernikahan simbok dengan cucu Lurah pertama desa Kadilajo melahirkan Sukitri, Sukapto, Sukapti, Kiswanto dan Siti Wiratni sedangkan anak laki-laki dari pernikahan sebelumnya adalah Sri Mulyono.

Simbok merupakan sosok pekerja keras,jujur, disiplin, setia, prihatin, taat beribadah  serta sederhana dalam kehidupannya.

Guna mendukung pendapatan keluarga karena bapak memilih bertani dari pada jadi PNS simbok berdagang pakaian meneruskan pekerjaan mbah Somahardjo putri.

Setelah anak anak mentas dan suaminya meninggal pada Ahad Pahing 17 November 2002 pada usia 85 tahun, akhirnya simbok menyusulnya wafat menghadap keharibaan Alloh SWT pada Rabu 24 Desember 2008 pada usia 86 tahun karena sakit sepuh.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun

Semoga almarhumah simbok ya ibuku yang telah mengandung, melahirkan, membesarkan, mendidik  dan mengajarkan kebajikan padaku diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta husnul khatimah kelak masuk ke dalam surgaNya Alloh SWT dalam kebahagiaan yang kekal abadi.

Kami bangga punya simbok sepertimu
Kami mencintaimu....

Aamiin YRA...
Alfatehah....

Catatan haul ke 11 atas wafatnya almarhumah simbokku Yatirah Harto Sukirno binti Sukiyat Somahardjo

Kadilajo, 24 Desember 2019

By @kiss

Kamis, 12 Desember 2019

PENGALAMAN KETIKA REM BLONG

Bersama Sunarno driver hebat itu 


Kadilajo ~ Saya saat jadi Pemipin proyek Penghijauan punya pengalaman yang sangat menakutkan di turunan Clongop Hargomulyo , kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul DIY

Kejadian itu sekitar tahun 1999 di bulan Desember.

Saat mengadakan persiapan lapangan acara Puncak Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional ( PPKAN) tingkat Provinsi DIY.

Titik lokasi upacara yang dihadiri Gubernur DIY itu adalah puncak Clongop desa Hargomulyo  kecamatan Gedangsari.

Ketika dari calon lokasi upacara akan turun ke rumah kepala desa jalannya menurun cukup tajam dan panjang kami berlima naik mobil  kijang " pajero" ( panas njaba njero)  kotak.

Mobil tidak membawa beban lain kecuali kami berlima , salah satunya pak Indarwitanto.

Tiba-tiba sopir mantan PLP disamping saya berbisik  " pak rem..remnya..."  sambil bersikap tenang.

Saya sambil berusaha tenang  " hati hati mas gunakan hand rem...dan presneling satu saja..."  kata saya yang tanggap kondisi darurat pada rem mobil plat merah tua pada si driver anak mantan salah satu Camat di Gunungkidul itu.

Ayo kawan kawan kita tenang sambil berdoa semoga kita selamat sampai rumah pak Kades di bawah.

Ya semuanya telah tahu kalau rem kijang kotak operasional kantor itu blong.

Sambil berdoa sejujurnya saya dkk dihantui perasaan takut apa yang akan terjadi nanti.

Akhirnya beberapa menit kemudian Alloh SWT mengabulkan doa kami agar terhindar dari musibah tatkala baru punya hajat dalam rangka  memelihara sumber daya alam hutan, tanah dan air dari degradasi.

Setakut apapun kita berusaha tenang dalam suasana yang sejatinya amat sangat genting dan menciutkan nyali itulah salah satu kunci keberhasilan lolos dari musibah.

Driver yang tenang dan menguasai medan juga menjadi andil signifikan untuk mengatasi masalah rem tidak berfungsi.

Kami bersukur kepada  Allah SWT atas lolosnya dari petaka akibat rem blong si Pajero.

Terima kasih mas Sunarno

Alhamdulillah, barakallah..

Sudah menjadi resiko bekerja di wilayah topografi berbukit, bergunung,  serta berjurang sebagaimana Kabupaten Gunungkidul DIY

Alhamdulillah akhirnya kami selamat dari musibah rem blong.

Di samping barangkali sudah takdir, namun peran sopir sangatlah penting dan menentukan saat bersikap menghadapi masalah rem blong saat berjalan menurun.

Setiap kejadian tentu merupakan skenario terbaik Alloh SWT untuk umatNya.

Namun, janganlah lupa berdoa mohon keselamatan sebelum kita akan menempuh sebuah perjalanan.

Subhanalloh alhamdulillah
Allahuakbar

By @kiss

Minggu, 01 Desember 2019

TAMU DARI KEBUMEN ITU MAS SARNO NAMANYA






Kadilajo,  Rabu 27 November 2019 sekitar pukul 15:00 wib ada tamu yang mencari saya. Tamu tersebut datang setelah tiga orang sahabat dari Muntilan Magelang pulang meninggalkan rumah

Tiba tiba ada orang kulo nuwun saya coba lihat dan membuka pintu pikir saya orang akan nebas pelem depan rumah.Karena beberapa hari terakhir setidaknya sudah 5 orang datang ingin menebas pelem Arummanis kenangan itu

Monggo pak wonten kersa tanya saya.

Nyuwun pirsa leres niki daleme pak Kis?

O nggih leres lha wonten punapa pak?

Panjenengan dipun padosi rencang saking Kebumen jawabnya

O nggih diaturi kesini.. Karena mobilnya sementara berhenti dijalan.

Sambil mengenakan kaos saya berpikir siapa ya teman dari Kebumen itu  teman kerja dulu  teman sekolah, teman diklat atau... teman apa?

Saya pas keluar melihat ada mobil APV hitam plat B dari pintu samping keluar seorang laki laki umur kira kira kepala enam.

Sungguh saya sama sekali tidak mengenal wajah tuanya, setelah tamu itu mengulurkan tangan untuk berjabat sambil bilang pangling ya mas Kis?

Bersama Mas Sarno 

Kita sebenarnya pernah kontak sms an tapi tidak intens sekali saja barangkali kemudian loss kontak lagi.

Saya Sarno dari Ambal Kebumen teman SMPN Kemalang dulu katanya

Subhanalloh alhamdulillah allahuakbar

Dan kini setelah 47 tahun saat lulus SMP N Kemalang tahun 1972 baru bisa ketemu darat

Hanya sebentar kami bisa bicara ngalor ngidul mengenang masa lalu saat remaja belajar bersama, beli bakmi dan brangkal bersama grup belajar STC  ( Study Team Core) yang terdiri sekitar sepuluh anak.

Diantaranya Sunardi Konalan, Kadilan Dologan, Gatot Nadri, Kuwat Dompol, Sugiyo Surowono, Sumono Kalikajar, Juwani Dompol, Juni Kadipolo, Sarno Gadungan, Tukino Dukuh dll

Alhamdulillah hampir semua anggota STC itu jadi orang dan sukses akhirnya ada Insinyur, dokter, tenaga paramedis, guru, ASN / PNS dan pengusaha berhasil.

Kelompok belajar itu dipusatkan dirumah saya menurut mas Sarno konon dipilih karena dipandang sebagai murid yang memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan yang lainnya

Walaupun rumah anggota jauh waktu malam rela dan semangat belajar bersama di Kadilajo dengan lampu senthir kemudian tidur bersama pagi bangun mandi di Kali Umbul kemudian berangkat sekolah.

Mas Sarno dulu tinggal di Gadungan, Kanoman, Karangnongko Klaten ikut kakak ipar Pak Suhardi yang kebetulan jadi guru geografi kami.

Alhamdulillah kami masih diberikan kesempatan untuk bisa temu kangen dan silaturahim mengingat sejumlah teman sudah meninggal dunia lebih dahulu.

Kami sempat berfoto saya berikan No WA dan berharap foto berdua itu segera dikirim ke WA saya, hingga kutulis ini mas Sarno belum kontak lagi..

Maklum No hp mas Sarno telah hilang bersama raibnya hp saya sehingga saya tidak bisa lagi menghubunginya

Terima kasih mas Sarno atas kerawuhan panjenengan ternyata masih ingat zamane kita masih SMP dulu..

Semoga kita tansah pinaringan sehat wal afiat panjang umur ingkang barokah dunia akhirat...

Haru dan bahagia rasanya kendati bagai mimpi pertemuan ini...

Aamiin YRA

Kadilajo,  1 Desember 2019

By @kiss









Jumat, 29 November 2019

LENCANA KORPRI

Lencana Korpri itu 


Kadilajo ~ Hari ini Jumat Pon  , 29 November  2019,

Hari Korpri ke 48.

Merupakan hari spesial khususnya bagi ASN atau PNS , yang setiap tahun tentu diperingati sembari upacara bendera.

Mengingatkan saya pada sebuah emblim alias lencana Korpri pemberian dari seorang sahabat setelah pulang dari mengikuti upacara peringatan hari lingkungan hidup 10 Juni 1996 di  Istana Negara Jakarta.

Dia hadir di Istana Negara berkat prestasi prestisiusnya meraih penghargaan tertinggi dibidang lingkungan hidup 23  tahun silam.

Kenapa dengan emblim itu?

Barangkali merupakan salah satu wujud terimakasih atas kontribusi kecil saya bisa mengantarkannya menjadi champion peraih Kalpataru kategori pengabdi lingkungan di bumi Gunungkidul Handayani.

Kendati semua itu merupakan sebuah konsekuensi dari tupoksi yang sudah seharusnya saya laksanakan secara amanah dan tanpa pamrih.

Namun ada pepatah mengatakan bahwa dibalik kesuksesan seseorang tentu ada orang lain dibelakangnya.

Ketika engkau ragu ragu untuk maju saya yakinkan bahwa kita bisa, saya all out memback up nya

Dan kesuksesan yang pernah engkau ragukan itu akhirnya bisa kita raih secara nyata, sehingga menjadikan  kebahagiaan dan kebanggaan kita bersama

Dan lencana korpri yang  terbuat dari tanduk rusa pemberianmu itu masih tersimpan dengan baik, sebagai cinderamata nan tak pernah terlupakan selamanya.

Terima kasih sahabatku,
Terima kasih pak Warsono

Jogja, 29 - 11 - 2019

By @kiss

Minggu, 17 November 2019

AYAHKU


 
Dari kanan Ayah, Ibu dan nenek 

Kadilajo ~ Ayahku konon lahir di Kadilajo tanggal 8 Oktober 1917 dari rahim seorang ibu bernama Sasap Wiryo Sudarmo.

Ibu Sasap adalah puteri kedua dari Marto Wijoyo Lurah pertama desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Dengan demikian ayahku seorang cucu Lurah pertama di desa Kadilajo.

Ibu Sasap memiliki kakak perempuan bernama Kawit Ardjopawiro lahir 1893 yang menikah dengan mbah Martodimedjo Bayan Keputran tanpa memiliki keturunan.

Wiryo Sudarmo memiliki dua putra pertama Kirmadji Harto Sukirno (1917) dan Ngatino Yitno Subroto.


Ayah & ibuku



Ayahku menikah dengan Yatirah binti Sukiyat Somahardjo sulung sembilan bersaudara dari padukuhan Randuawar desa Kemalang kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten pada  Jumat Legi  13 Februari 1948.


Ayah ibu dan anak²nya



Dari pernikahan tersebut melahirkan 5 ( lima ) orang anak 3 perempuan 2 laki-laki , Sukitri , Sukapto ,  Sukapti , Kiswanto dan Siti Wiratni.


SK Pegawai Negeri Ayahku



Tahun 1946 tepatnya tanggal 20 November dengan nomer SK As. 590  ayahku diangkat menjadi pegawai negeri sipil di kementerian Pekerjaan Umum dengan jabatan mandor pembantu pengairan di Kali Woro dengan gaji pokok Rp 10,00

Ayahku adalah sosok yang rendah hati, jujur ,pekerja keras ,namun tidak ambisius jabatan.

Dibuktikan setelah sekitar 3 tahun menjadi PNS ayah tidak betah akhirnya resign alias keluar.

Saya pernah bertanya kenapa ayah keluar dari PNS, sementara saat itu jarang orang yang bisa sekolah formal hingga lulus ujian memiliki ijazah dan bisa diterima jadi PNS.

Ayahku lulus SR diterima jadi PNS pusat ternyata jawabnya,  " saya tidak suka di reh ( diperintah), ingin mandiri.." katanya padaku diamini ibuku.

Bahkan kemudian ijazah SR ayahku direlakan untuk dipinjam saudaranya guna melamar pekerjaan.
Sehingga ijazah itu tidak dikembalikan lagi pada ayah.

Ayah ibuku mengajarkan anak-anaknya jujur, sederhana , mandiri dan senantiasa berilmu dengan cara menyekolahkan pada lembaga pendidikan formal.

Setelah keluar dari PNS ayahku, juga pernah diminta jadi carik desa karena nenek moyangnya Lurah yang era itu masih kental sistem kekerabatan namun ayahku tetap kukuh pada prinsipnya tidak mau di reh.

Akhirnya lebih memilih menjadi petani yang mandiri, menggarap lahan sawah pemberian orang tuanya sebanyak dua patok dengan luas sekitar setengah hektare.

Ibuku berdagang pakaian di pasar Kembang (Pahing)  dan di pasar Surowono, Tangkil setiap pasaran pon dan kliwon. Kalau kulakan ibuku  ke pasar Beringharjo Jogja dan pasar Klewer Solo dengan naik bus umum saya sering diajak serta.

Dari hasil bertani dan berdagang itulah orang tuaku bersemangat dan kerja keras agar anak anaknya tidak ketinggalan dalam pendidikan di sekolah.

Ayahku suka bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas agar diperoleh hasil yang optimal dan berkah.

Ibadahnya tekun sangat jarang meninggalkan sholat lima waktu dan sering sholat berjamaah dengan isteri serta anak-anaknya beliau jadi imam bertempat di ruang pesholatan keluarga.

Maklum era 1960 an belum ada masjid disekitar tempat tinggal kami.

Suara rendah dan halus serasa menyejukkan saat jadi imam itulah salah satu hal yang tidak akan pernah aku lupakan hingga kini.

Beliau sangat demokratis, bukan tipe otoriter sebagai kepala keluarga, segala sesuatu perlu dimusyawarahkan untuk mencari solusi terbaiknya.

Rajin, teliti, tertib dan serba bisa adalah sosok ayahku yang sangat dekat dan sayang pada anak anaknya menurut perasaan beliau paling dekat denganku. Barangkali karena weton kami sama yakni Senin Legi nilainya 9 konon siapapun yang berweton hari itu mudah bergaul sehingga disayangi teman-temannya.

Yang dinilai unik konon ibunya ayah, ayah, saya dan anak ragil saya berweton sama Soma manis. Waallahu 'alam.

Kendati saya kecil dinilai nakal namun belum pernah sekalipun ayahku menanganiku beliau anti kekerasan dlm rumah tangga baik secara fisik maupun tutur kata.

Seumur-umur saya belum pernah melihat ayah dan ibuku bertengkar dengan kata-kata maupun secara kekerasan fisik.

Face ayah adalah senantiasa dihiasi senyum manis dan tutur kata yang santun.

Ayahku pandai menulis dan membaca huruf arab gundul, tulisan huruf Jawa serta menulis alus. Beliau suka menulis hal-hal yang dinilai penting seperti doa, serta setiap kelahiran anak-anaknya dicatat secara tertib mulai nama, tempat tanggal lahir, jam, hari lengkap dengan pasaran (weton) serta tahun hijrah. Disamping ditulis di notes juga di duplikasi di belakang gebyog penyekat ruangan.

Hampir semua jenis pekerjaan dirumah bisa beliau handel seperti servis sepeda onthel, memasang doran pacul, membuat suh sapu, membetulkan genteng,bahkan mencukur rambut ketika kami kecil.

Saya bersama Ayah ( Smg,1967 )



Dalam rangka menyenangkan hati dan membuka wawasan ayah sering mengajak saya pergi melihat pasar malam di kota Klaten, melihat Sekaten dan tempat bersejarah di Jogjakarta naik sepeda angin, dan ke Semarang naik sepur. Dan demi masa depanku beliau mendorong saya sekolah keluar daerah setelah lulus SMPN Kemalang, yakni ke Ungaran Kabupaten Semarang.

Agar tahu bagaimana bertani saya juga sering diajak kesawah ikut mencangkul, merawat tanaman, memanen hasil, nurut banyu irigasi malam hari, serta membawa pulang hasil pertanian dengan cara nyunggi.

Kendati ayah tidak suka menjadi PNS, namun era tahun 1960 an menjadi pegawai pemerintah rasanya masih menjadi idola dan kebanggaan tersendiri, sehingga dengan menyekolahkan anak anak diharapkan kelak bisa bekerja dengan mapan walaupun gajinya kecil. Prestisius dan predikat piyayi adalah nilai seseorang jika bisa menjadi pegawai negeri.

Anak-anak digadang gadang setelah tamat sekolah bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan utamanya PNS.

Ayahku adalah figur teladan yang tiada duanya, selalu mendoakan dan mendorong saya untuk maju dan sukses.

Ketuntasan urusan beliau sebelum wafat telah secara arif dan bijaksana serta demokratis menghibahkan harta bendanya kepada anak-anaknya tanpa ada masalah.

Alhamdulillah ketika beliau dipanggil menghadap Rabb nya anak-anak telah mapan semuanya.

Diusia 85 tahun tepatnya Ahad Pahing tanggal 17 November 2002 ditengah bulan suci ramadhan pukul 02:05 menit dinihari beliau wafat setelah sakit tua dengan tenang dan tetap ada senyuman dibibirnya.

Subhanalloh alhamdulillah, allahuakbar.

Kami semua sedih dan berduka, namun harus ikhlas menerima kenyataan, atas musibah ini kami berucap innalillahi wa Inna illaihi roji'un semoga almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya dan husnul khatimah.

Terima kasih ayah, engkau telah mengajarkan banyak hal positif dan bermanfaat bagi kami

Maafkan kami, dan selamat jalan

Damailah ayahku disisi Allah SWT

Aamiin YRA.

Kadilajo, 17 November 2019
 (haul ke 17 wafatnya ayahku 17-11-2002/17-11-2019)

By @kiss

KELOMPOK KESWADAYAAN MASYARAKAT ( KKM) TIRTO TANJUNG DESA KADILAJO

KKM Tirto Tanjung desa Kadilajo 


Kadilajo ~ KKM Tirto Tanjung desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten dibentuk sejak 2015 saat Pamsimas 2 dilaksanakan dan berlaku hingga 2018.

Sehubungan dengan telah berakhirnya masa bakti pengurus KKM Tirto Tanjung periode pertama, maka dipandang perlu untuk melakukan pemilihan pengurus baru untuk tiga tahun kedepan.

Kepengurusan KKM Pamsimas Tirto Tanjung periode 2019 - 2022  yang dibentuk 1 November 2019 tersebut  yakni Koordinator Nursetya Wibowo , anggota Harjono, Joko Santosa, Sukiman, Satini, Widodo, Diah Damayanti, Nur Khasanah dan Kiswanto.

Apakah KKM itu  ?

Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM)  merupakan lembaga yang pembentukan dan pengelolaannya diprakarsai dan ditentukan oleh masyarakat sehingga kekuasaan /legitimasinya bersumber dari warga masyarakat.

KKM sebagai lembaga kepemimpinan kolektif dan oleh karenanya juga berperan sebagai representasi warga yang berhimpun dalam himpunan masyarakat setempat yang bersifat organisasi anggota atau yang bertumpu pada anggota, artinya  *keputusan tertinggi berada ditangan anggota*.

KKM melakukan proses pengambilan keputusan secara kolektif, demokratis dan partisipatif

KKM adalah lembaga  *eksekutif* dengan peran utama sebagai pengendali (steering)  bukan selaku pelaksana ( implementing).

KKM keanggotaannya dipilih langsung oleh masyarakat, dengan kriteria sebagai perwujudan dari nilai nilai luhur kemanusiaan seperti dapat dipercaya, jujur, adil, ikhlas dan tanpa pamrih.

Agar KKM dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara baik dan amanah maka perlu memahami tentang apa itu KKM serta tupoksinya.

A .  Tugas Pokok

1.   Merumuskan dan menetapkan kebijakan penggunaan dana BLM Pamsimas.

2.  Mengorganisasi masyarakat untuk ikut serta merumuskan visi,misi, renstra dan rencana program peningkatan kesejahteraan masyarakat tahunan.

3.   Memfasilitasi aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam merumuskan kebutuhan dan usulan program penyediaan layanan air minum dan sanitasi untuk dapat dikomunikasikan, dikordinasikan dan diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten.

4.  Mengkoordinasikan pengelolaan program program yang diterima masyarakat dengan berbagai program sektoral.

5.   Mendorong berlangsungnya proses pembangunan partisipasipatif sejak awal perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan hingga monitoring dan evaluasi.

6.   Membangun transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat dan pihak luar secara terbuka.

7.   Memonitor, mengawasi dan memberikan masukkan untuk berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat miskin untuk mendapatkan pelayanan dasar maupun pembangunan desa umumnya.

8.   Memonitor, mengawasi dan mengendalikan keputusan keputusan yang telah diambil KKM termasuk penggunaan dana bantuan program pemberdayaan yang diterima.

B .  Fungsi KKM

1.   Penggerak dan pemicu munculnya kembali nilai - nilai kemanusiaan, kemasyarakatan dan demokrasi dalam kehidupan nyata masyarakat.

2.   Penggerak proses pengambilan keputusan yang adil dan demokratis.

3.   Pengendalian aspek sosial terhadap proses pembangunan.

4.   Pembangkit dalam memediasi aspirasi dan partisipasi masyarakat.

5.   Sebagai wadah informasi dan komunikasi bagi warga masyarakat desa setempat.

Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ( PAMSIMAS)

Tujuannya :

Meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani diwilayah pedesaan yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi secara berkelanjutan, meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pengarusutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

By @kiss

_sumber leaflet Pamsimas 2 kab Klaten 2015_