Kamis, 15 September 2022

PISAH LEPAS KKN UNNES SEMARANG


Penyerahan cinderamata dari kkn 


Kadilajo ~  " Tidak terasa 2 bulan ternyata terasa begitu cepat berlalu " demikian ungkapan Dimas Ariasmara salah satu mahasiswa KKN Unnes Semarang asal Jakarta saat ketemu Kabar Kadilajo Klaten.


Sebagaimana sambutan Fathia selaku koordinator KKN Unnes Semarang didesa Kadilajo saat acara Pisah Lepas di Balai Desa ( 15/9 ) " Kami atas nama mahasiswa KKN Unnes Semarang di Desa Kadilajo selama dua bulan ( 17/7-17/9 -2022 ) , mengucapkan terima kasih atas diterima dilayani dan disambut dengan baik oleh pemerintah Desa,  LKD , tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat desa Kadilajo segera program giat kami dapat berjalan lancar.


Sejumlah kegiatan yang telah kami lakukan seperti peragaan pembuatan pupuk organik, pencegahan stunting dengan pemanfaatan daun kelor , pendaftaran  BUMDes ,pembuatan briket, serta input data tentang desa Kadilajo di Wikipedia , semoga bermanfaat. 


Sehubungan dengan selesainya KKN kami mohon maaf atas segala kesalahan, dan kekurangan  selama berada di desa Kadilajo Ini.


Dan mohon diri kami akan kembali ke Kampus di Semarang"


Hadir sejumlah tokoh masyarakat 


Acara perpisahan dan pelepasan yang diselenggarakan secara sederhana bertempat di Aula Kantor Kades Kadilajo dihadiri kepala desa , sejumlah LKD, tokoh masyarakat serta tamu undangan.


Dalam sambutannya Kades Kadilajo mengatakan " Terimakasih atas kontribusi mahasiswa KKN Unnes Semarang yang telah ikut serta dalam pemberdayaan masyarakat desa Kadilajo dan dirasakan sangat berguna.


Selanjutnya mohon maaf jika pemerintah Desa serta warga masyarakat Desa Kadilajo dalam menanggapi hadirnya KKN Unnes Semarang kurang berkenan di hati.


Desa Kadilajo dirasakan masih banyak kekurangan.

Selamat jalan kembali ke Kampus dan tetap jalin komunikasi dengan kami "


Kesan pesan wakil masyarakat disampaikan Anggota BPD " Intinya kami berterima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan  oleh KKN Unnes sangat berguna bagi masyarakat " demikian penuturan Ramelan. 


Dalam acara tersebut juga diberikan cinderamata dari KKN Unnes Semarang kepada pemerintah Desa Kadilajo berupa plakat dan Peta Desa Kadilajo.


Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Kades Kadilajo serta foto bersama.


By@kiss

KKN UNNES Semarang

Pemandu acara 


Rabu, 14 September 2022

SELAMAT JALAN OM SUSANTO

Mengenang tokoh masyarakat desa Kadilajo yang telah mendahului kita


Bersama Teman bermain masa kecil


_Sejumlah catatan kenangan bersamanya_


Kadilajo ~ Nama pemberian orang tuanya saat lahir di Ngebong dk  Kalikajar Desa Kadilajo pada tahun 1954 adalah Susanto.


Anak sulung enam bersaudara pasangan Pak Gunadi dan Bu Srini yang tinggal di dk Kadilajo RT 02 RW 01 Desa Kadilajo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah 57483.


Saya lahir dua tahun lebih muda dibandingkan Om Susanto, tetapi memang teman-teman akrab bermain saya banyak yang usianya lebih tua, diantaranya Pratikto , Haryoko dan Susanto.


Banyak pengalaman unik dan berkesan khususnya ketika berteman dan mbolang bersama Om Susanto.


Pada prinsipnya Om Susanto sejak remaja orangnya baik , kreatif dan familiar.

Hobinya suka mbolang pada zamannya yakni mancing hingga seharian , nyepeda onthel dengan sasaran yang cukup jauh serta mengambil buah-buahan dan mencari jangkrik ke kali Woro.


Nakalnya  remaja jadul masih dalam batas kewajaran misalnya memetik buah-buahan dikebun milik orang lain tanpa Izin, maklum dahulu tidak semua orang memiliki pohon buah-buahan seperti zaman sekarang.


Saya masih ingat betul barangkali saat itu saya masih SD belum kelas 6 , pas hari libur berdua jalan kaki mancing ke bedhelan Sukorini hingga Barukan Manisrenggo.


Berkhayal 


Ditengah teriknya matahari menyusuri kali kecil pinggir jalan Lor STM TC , kami berdua ber andai-andai


" Mas Kiss , ( dia memanggil saya dengan sebutan Mas , karena memang awu alur keluarga lebih tua kami  ) misalnya dari  permintaan kita dikabulkan Tuhan dan tiba-tiba turun dari langit apa yang Mas minta " ?

tanya Dik Sus.


" Saya pingin sepeda motor , biar bisa jalan-jalan jauh dan tidak capek " jawabku


Dik Sus bilang " Saya juga minta motor gede " ujarnya.


Waktu itu tahun 1960 an barangkali sepeda motor seperti Honda keluaran negeri  matahari terbit belum ada.


Mbolang di bulan Ramadhan 


Pada suatu hari di bulan Ramadhan barangkali saya kelas 1 SMP, pulang sekolah kami berdua mbolang naik sepeda onthel saat terik matahari kearah selatan menuju Rowo Jombor.


Disana kami jalan-jalan turun ke Rowo yang kebetulan kering karena kemarau panjang sehingga oleh petani dipergunakan untuk budidaya mentimun.


Saking lapar dan haus Dik Sus sambil makan timun muda, bilang " Wah Seger banget Mas Kiss ..ayo makan gak apa-apa" ajaknya.


" Maaf, saya lagi puasa Dik eman-eman kalau medhot.." jawabku 


Dan akhirnya sampai sore kami pulang dan hingga sampai rumah jelang saatnya berbuka puasa.


Nyepeda onthel ke Samas


Seingat saya, kami hanya bertiga saya, Pratikto dan Susanto kalau tidak salah tahun 1970 suatu hari kami bertekad mbolang nyepeda onthel menuju pantai Samas kabupaten Bantul Yogyakarta.


Jangan tanya tentang uang di saku anak-anak zaman dulu gaco awak waras dan semangat ada kemauan ada jalan prinsipnya.


Kami berangkat pagi-pagi dan hingga tiba di tujuan dengan lancar.Siang hari kami pulang dan sampai di suatu tempat yang ada kebun tebunya kami istirahat.

Karena lapar dan haus kami sepakat untuk 'nyolong tebu' untuk melepas dahaga.Belum selesai menikmati tebu kami dikonangi CB si penjaga keamanan disitu.


Tanpa basa-basi karena kami 'tertangkap basah' ya pasrah saja menerima hukuman.Tidak ada pertimbangan kebijakan dan rasa kasihan sang CB menghukum dengan cara menggembosi semua ban pit kami.


Setelah itu kami nuntun pit beberapa km akhirnya ketemu bengkel yang baik hati, semua ban kempes dipompakan secara gratis.


Kemudian melanjutkan perjalanan pulang sore mampir ke Candi Boko disana beli tape dan minum air sumur yang bening, ini masih diingat Pratikto hingga sekarang.


Akhirnya malam hari sampai rumah dengan selamat.


Golek Jangkrik di Kaliworo 


Kejadian yang tidak pernah saya lupakan adalah suatu hari sekitar pkl 16:30 tahun 1965 - 6 an , saat meletusnya G 30 S/ PKI.


Saya berdua saja dengan Om Susanto pergi ke Pijenan mencari dhuwet dan jangkrik di Kaliworo.

Sore itu suasana sepi tidak ada orang lain di sungai selebar kurang lebih 1 km yang bagai padang pasir itu.


Suasana sore itu mendung sehingga terlihat agak gelap, tiba-tiba datang sebuah truk warna hijau mengangkut banyak orang yang kemudian diturunkan di pinggir alur sungai Woro Kulon dk Pijenan Manisrenggo.


Kami berdua tidak tahu truk dan siapa orang-orang yang diturunkan tersebut tetapi dari jarak tidak lebih 50 meter saya melihat sebagian penumpangnya membawa senjata api laras panjang.


Hal tersebut terbukti  beberapa saat setelah orang-orang itu sepertinya disuruh berbaris kemudian terdengar suara tembakan secara beruntun.


Kami berdua melihatnya ketakutan karena barisan orang-orang itu roboh sehingga tidak terlihat lagi oleh mata , kemudian kami lari kencang kencang pulang hingga sampai rumah.


Sejatinya masih banyak pengalaman menarik lainnya bersamanya, tetapi cukup saya simpan dalam hati saja.


Setelah saya lulus SMP, kemudian melanjutkan sekolah Om Susanto ke STM Kristen Klaten saya ke Ungaran Semarang hingga bekerja diluar kota  kami tidak saling ketemu lagi.


Akhirnya pada saat kami sudah tua dipertemukan kembali ketika sama-sama berniat berkontribusi ikut memajukan desa kelahiran tercinta.


Om Susanto menjabat ketua RW dan saya menjadi bagian didalamnya sebagai penasehat selama tiga tahun masa pengabdian.


Juga ikut serta membidani lahirnya Pokdakan Tirto Amarto hingga sama-sama sebagai penasehat, mengantarkan kesuksesan Pokdakan yang telah berbadan hukum tersebut.


Demikian sekilas catatan pengalaman saya ketika bersama Om Susanto sedari masih anak-anak hingga tua.


Hingga akhirnya Rabu Wage 9-3-2022 pkl 05:00 pagi di usia 68 tahun Om Susanto kembali menghadap sang pencipta dengan tenang.


Selamat jalan saudaraku engkau telah menyelesaikan tugas duniamu dengan baik, dan engkau orang baik di mataku.


Semoga diterima dan damai disisi Tuhan yang maha kuasa.


Aamiin YRA 


Kadilajo, 9 Maret 2022


By@kiss







Acara di ponpes Al Munawwir

Kegiatan di Balai desa Kadilajo

SUGENG TINDAK PAK HARYANTO

 *Sugeng Tindak Pak Haryanto*


Mengenang tokoh-tokoh masyarakat dk Kadilajo yang telah selesai dengan tugas duniawinya



Bersama Pak " Guru" Haryanto


Kadilajo ~ Di GWA Rismala Kadilajo Klaten sekitar pukul 12 : 56 WIB sehabis sholat Jum'at ada berita yang mengagetkan.


Berita lelayu dari Jakarta yang diteruskan oleh Cak Wur salah satu anggota grup yang juga selaku Takmir Masjid Lailatul Qodar Kadilajo.


Hari Jumat Wage tanggal 12 Februari 2021 bertepatan dengan tahun baru Imlek dan 30 Jumadilakhir 1442 H sekitar pkl 13 : 30 WIB Pak H Haryanto menghadap Rabbnya setelah menderita sakit dan dirawat di disebuah rumah sakit di Jakarta pada usia 74 tahun dan Jazatnya dimakamkan di Jakarta.


Haryanto bin Setrapawiro lahir di padukuhan Kadilajo RT 03 RW 01 Desa Kadilajo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten pada tanggal  04 - 07 - 1947.


Pada saat menginjak dewasa sosok Haryanto bersama sejumlah sahabatnya merupakan pemuda yang aktif dalam dakwah Islamiah dilingkungan Desa Kadilajo.Terutama di lingkungan padukuhan Kadilajo yang saat itu memiliki sebuah langgar panggung terbuat dari kayu berdinding gedhek.


Pada era 1960 an belum banyak warga masyarakat yang ber KTP Islam menjalankan rukun Islam secara kaffah


Langgar kecil yang berdiri di pekarangan Mbah Bayan Arjopairo isteri Martopairo RT 03 RW 01 Desa Kadilajo merupakan pemberian dari Mbah Poncodiryo yang asal muasalnya dari Cawisan Sleman Yogyakarta sekitar tahun 1963.


Atas inisiatif Mbah Bayan Arjopairo langgar kecil yang reyot dan lapuk dimakan usia itu direstorasi menjadi Mushalla ukuran 5 X 7 m dengan bangunan permanen pada tahun 1967 dan diresmikan oleh Soetijoso Bupati Klaten.


Dengan berdirinya Mushalla yang diberi tetenger Lailatul Qodar tersebut membuat generasi muda Islam yang jumlahnya terbatas menjadi bersemangat untuk berdakwah dan menjadikan Mushalla ini sebagai basecamp.


Dan kelak menjadi cikal-bakal berdirinya Ikatan Pemuda Masjid Kadilajo ( IPMK  , 1984 ) yang kami inisiasi bersama Ngadiso ,Wiyono dkk , kemudian bermetamorfosa menjadi Remaja Masjid Lailatul Qodar ( Rismala , 1990 an  ) Kadilajo atas ide Wuryanto Nursalim dkk hingga saat ini 


Pemuda masjid aktivis era 1965 an  tersebut diantaranya Tukiran, Sukapto , dan Haryanto D yang mengajak anak-anak remaja diantaranya seperti Ngadiso , Mulyono dan Kiswanto untuk memakmurkan Mushalla yang masih belum banyak memiliki jamaah kala itu.


Haryanto D saat menempuh pendidikan guru di kota Klaten aktif ikut berorganisasi dalam sebuah organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah.


Sedangkan Mbah Bayan Arjopairo beserta keluarga dan lingkungannya memilih guru spiritual Mbah KH Asy'ari dari Gumutri Sleman Yogyakarta yang masuk dalam ormas Islam terbesar Nahdlatul ulama dan terus berkembang luas hingga saat ini diwilayahnya.


Namun bagi Haryanto perbedaan wadah organisasi kemasyarakatan tersebut tidak dianggap sebagai masalah.


Pemuda Haryanto D pada tahun 1970 an memilih hijrah ke Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan demi kebaikan masa depannya, setelah sebelumnya membuat sanggar " Omong Kosong " dirumahnya.


Haryanto yang menikahi Undarti akhirnya sukses berkarir sebagai pahlawan tanpa tanda jasa alias guru di ibukota negara republik Indonesia Jakarta.

Hingga akhir hayatnya Haryanto tetap istiqamah sebagai pendakwah demi perkembangan agama Islam yang dipeluknya.


Di mata saya sosok Haryanto dimasa hidupnya merupakan pribadi yang sederhana, santun , baik hati , disiplin, pekerja keras dan mudah bergaul.

Kesukaannya berorganisasi sejak muda ditularkan kepada saya saat masih duduk di kelas 6 SD Negeri Kembang.


Saya pernah diajak ikut serta dalam forum rapat koordinasi pengurus ormas Islam terbesar kedua level Kabupaten Klaten di sebuah gedung di Jalan Pramuka timur Bank BRI cabang Klaten.


Hal tersebut senantiasa saya ingat selama hidup dan menjadikan saya terbuka wawasan dan punya pengalaman sehingga suka berorganisasi sejak saat itu dan ternyata banyak manfaatnya hingga sekarang.


Haryanto seorang yang pintar melukis dia juga menjadi guru saya dalam menggambar sehingga ketika SMP nilai menggambar saya selalu bagus bahkan lukisan terbaik saya sempat diikutsertakan dalam even pameran lukisan di kawedanan Gondang Winangun tahun 1972.


Disamping itu sejak awal Haryanto senantiasa memotivasi saya untuk terus belajar dan belajar agar memiliki bekal wawasan dan pengetahuan yang luas.


Juga menggagas bagaimana pemuda masjid tidak belajar semata-mata untuk mengejar akhirat namun juga memiliki kemampuan berwirausaha guna mendapatkan bekal kehidupan duniawi.


Haryanto tetap menganggap saya sebagai saudaranya yang disenangi sehingga tidak segan-segan mengingatkan untuk senantiasa meningkatkan amal ibadah semata-mata kepada Alloh SWT.


Hal ini dilakukannya sejak dahulu kala, setelah purna dan jika mudik berusaha silaturrahim kerumah saya.


Catatan saya bertemu almarhum sebelum pandemi covid 19 disamping silaturrahim, memberikan tausyiah dan sempat berswafoto dirumah saya untuk kenang-kenangan.


Terimakasih Pak Haryanto engkau adalah guru , motivator dan saudaraku yang baik.


Semoga engkau kembali menghadap Alloh SWT dalam keadaan husnul khatimah.

Diampuni dosa dan kesalahanmu , diterima amal ibadahmu dan tidak ada yang lainnya kecuali balasan Jannah yang indah dan kekal abadi.


Kami keluarga besar Rismala sebagai generasi penerus dan Takmir Masjid Lailatul Qodar Kadilajo Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten merasa kehilangan salah satu sesepuh terbaik.


Innalilahi wa Innailaihi rojiun , ndherek belasungkawa.


Selamat jalan pak Haryanto Dwijodarsono


Kadilajo, 13 Februari 2021


Kiswanto

Selasa, 13 September 2022

SERINGLAH SILATURAHMI AGAR SENANG DAN HEPI

 

Pak Bambang Soepijanto ( sedakep ) 

*Buatlah hatimu senang, agar umurmu panjang*

Saat memberikan sambutan acara Temu Kangen dan Silaturahmi Forkis 7108 Ahad 11-9-2022 di Jogjakarta Pak Bambang Soepijanto mengatakan buatlah hati kita senang, hepi salah satunya dengan ketemu teman-teman lama seperti ini.

Karena dengan hati senang dan tertawa memicu otak dan kelenjar pituitari memproduksi hormon endorphin.
Besarnya hormon endorphin akan memberikan perasaan senang, lebih kebal terhadap penyakit dan lebih awet muda.

Dengan demikian saya setuju pertemuan yang membanggakan seperti ini dilakukan setiap dua hari sekali. Namun demikian mengingat masih banyaknya kegiatan lainnya saya menyarankan Forkis 7108 dapat melanjutkan TKS dua kali dalam setahun.

Pelaksanaannya pada awal tahun Masehi dan pasca hari raya idul Fitri.Pertemuan pertama untuk mengawali tahun baru dengan semangat baru dan yang kedua kita bersilaturahmi sekaligus halal bihalal.

Karena saya setelah pensiun PNS masih bekerja menggantikan Bob Hassan sebagai Ketua umum Panel kayu Indonesia. 

Saya bertanggung jawab atas terselenggaranya TKS Ke 5 dan selanjutnya dengan memberikan support dananya.

Demikian ucapan mantan Direktur Jenderal di Kementerian Kehutanan Dr , Ir ,H Bambang Soepijanto , MM , IPU ,tersebut disambut tepuk tangan pertanda setuju dan kegembiraan peserta TKS ke 4 yang dihadiri sejumlah mantan kepala dan staf Sub BRLKT Opak Progo , Eks pegawai P 3 RP DAS Gunungkidul dan penyuluh kehutanan Jateng dan DIY.

*" Pokoknya yang penting mereka mau hadir kita senang dalam acara semacam ini"* pesan beliau pada saya saat mengakhiri pertemuan yang menyenangkan dan berkesan indah tersebut.

Barakallahu fiikum

By @kiss

Saat menyampaikan Sambutan



Pak Bambang Soepi bersama ketua Paguyuban



DOA TKS FORKIS 7108 KEEMPAT

 

TKS Forkis 7108 ke 4


Assalamu'alaikum wr wb


Hadirin yth saya bacakan doa silakan mengamini

A'udzubillahi minas syaitonirijim Bismillahi rahmanir rohim Alhamdulillahi rabbil alamiin Asyhadu an laa illaha ilallaah wa asy hadu anna muhammddar rosuulullaah  alhamdulilladi  . arsala rosuulaahu wadini bil qak ama ba'du                       

  Ya Allah yo rohman Ya Rohim  Yang Pengasih lagi Maha Penyayang ,kami mengucapkan syukur KediratMu ,atas segala Nikmat hidayah dan innayahMu ,sehingga hari ini kami bisa menghadiri Acara silaturohmi Forkis 7108, pada hari ini  Ahad Kliwon merupakan acara temu kangen &   silaturahmi yang ke 4

   Ya Allah Ya Robb. Tuhan Penebar kedamaian ,jadikanlah acara temu kangen dan silaturahmi ini sebagai momentem untuk merekatkan kekeluargaan dan persaudaraan di antara kami ,dan jauhkan kami dari perselisihan ,agar dapat selalu menjaga kerukunan sesama .   

Ya Allah Ya Karim ,bimbinglah kami agar mampu merawat persaudaraan ini dengan sepenuh hati , jernihkanlah pikiran dan lubuk hati kami,untuk. bisa menyadari bahwa ,persaudaraan ini butuh saling pengertian dan pengorbanan           

  Ya Tuhan Ya Rohman ,Engkau telah memberikan kami Umur yang panjang, yang barokhah dan bisa bermanfaat bagi kita semua.               
Dan Kami mohon Ya Allah  pertemuan yang diinisiasi Forkis 7108 ini bisa tetap lestari,dan mohon jagalah kesehatan kami,. dan keselamatan kami ,agar kami dapat kembali ketempat masing masing dalam keadaan sehat wal afiat.  

Ya Alloh yang maha bijaksana, berkahilah penggagas Paguyuban Forkis 7108 , pelaksana, donatur dan yang hadir dalam acara Temu Kangen dan Silaturahmi yang mulia ini, sebagai amal kebaikan mereka dunia akhirat.

    Ya Allah Ya Rabb   ,tempat kami kembali, ampunilah semua dosa dosa kami ,dosa kedua orang tua kami,dan Pemimpin kami,. Dosa teman teman yang telah mendahului kami,.  Terimalah amal ibadah mereka,,muliyakanlah mereka ,dan tempatkanlah di keindahan SurgaMu yang kekal abadi Aamiin YRA.             

      Ya Allah ,.  Ya Tuhan kami kasih sayangMu tiada tara , Kabulkanlah do,a dan permohonan kami.     

Rabbana atina fidunya hasanah wa fil akhirati hadanatae waqina adzabannar.               Wa Lillahi Mafi sama wati mama fil ard Ya, furu Limayasah Waya, dibu masya, wa laahu Hofurorrohim            
Alhamdulillahi Rabbil alamiin

Wassalamu'alaikum wr wb

Jogja, Ahad 11-9-2022
Pembaca doa

Djemingin

Pembaca Doa TKS Forkis ke 4


 
Ketua Pelaksana & Ketua Paguyuban


Minggu, 11 September 2022

TEMU KANGEN & SILATURAHMI FORKIS 7108


Peserta TKS Forkis 7108 foto bersama



*Temu Kangen dan Silaturrahmi Forkis 7108 ( Pensiunan Rimbawan DIY dan Jawa Tengah )*


*Sejarah*


Forum Komunikasi Informasi dan Silaturrahim pensiunan rimbawan eks NIP 71 dan 08 ( Forkis 7108 )  yang tergabung dalam grup WA terbentuk pada 19 Januari 2016, dengan anggota  sekitar 60 orang.


Forkis 7108 bertujuan mengumpulkan balung pisah yang telah bercerai berai selama bertahun-tahun karena kendala komunikasi kala itu.


*Temu Kangen dan Silaturahmi ( TKS )*


Anggota Forkis 7108 menjadikan silaturrahim sebagai salah satu tujuan utama agar diperoleh limpahan rezeki dan umur panjang yang barokah dari Alloh SWT.


TKS sejak terbentuknya Forkis 7108 telah berjalan sekurang-kurangnya tiga kali.


Sehubungan sikon pandemi covid 19 selama dua tahun ( 2000-2001 ) TKS jeda sambil menunggu suasana kondusif kembali.


Mengingat tahun 2022 dinilai telah memungkinkan dan aman maka TKS ke 4 digelar kembali pada :


Hari, tanggal  :  Ahad , 11 September 2022

Jam                 : 10:00 WIB - selesai 

Tempat            :  RM Pondok nDeso Jl Imogiri ( Kidul Terminal bus Giwangan ) kota Yogyakarta 55163

Acara                : Temu Kangen dan Silaturrahim Forkis 7108 ke 4 ( empat ).


Mantan pejabat Sub BRLKT Opak Progo


Tema " Ngumpulke balung pisah Eks Sub BRLKT Opak Progo Yogyakarta " serta Proyek  Perencanaan Pembinaan Reboisasi dan Penghijauan Daerah Aliran Sungai ( P3 RP DAS ) Gunungkidul.


Terselenggaranya TKS ke 4 tidak menarik dana dari anggota, karena telah diback up  anggota Forkis 7108 Pak Bambang Soepijanto mantan Direktur Jenderal di Kementerian Kehutanan sebagai donatur tunggal.


* RAB TKS*

Panitia telah menyusun rencana anggaran biaya sesuai dengan kebutuhan dan dikirimkan ke donatur di Jakarta.


*Panitia TKS Forkis 7108*


*Ketua*

 _Paguyuban_

1. Kiswanto 

_Pelaksana_

1. Sumiyarso 

2. Sukasno Hartoyo 

*Sekretaris*

1. Supriyanto 

2. Slamet Widodo 

*Bendahara*

1. Endang Maryatun 

*Seksi Umum*

1. Sugeng Widodo 

2. Waluyo

3. Sadiyo 

4. Amir


*Peserta TKS*


Disamping anggota Forkis 7108 , baik yang aktif dan terdaftar di GWA maupun yang pasif ( tidak ada HP Android )  juga diundang pensiunan rimbawan Eks SB RLKT Opak Progo Yogyakarta  dan P3 RP DAS Gunungkidul.


Jumlah peserta yang hadir mencapai 60 orang,diantaranya P Suroto Dwijo Pranoto , Ibu Ris Supratiwi mantan kepala Sub BRLKT Opak Progo pertama, Pak Bambang Soepijanto mantan Dirjen di kementerian kehutanan, serta sejumlah mantan pejabat lingkup Eks Sub BRLKT Opak Progo Yogyakarta, serta Pensiunan penyuluh kehutanan.


*Susunan Acara TKS Forkis Ke 4*


MC : Supriyanto 


1. Pembukaan  ( 10:00 WIB  )

2. Prakata


    a. Ketua Panitia ( Bpk Sumiyarso )

    b. Ketua Paguyuban ( Kiswanto )


3. Pembacaan Doa ( Bpk Djemingin )

4. Sambutan 


     a. Bpk Suroto Dwijo Pranoto

     b. Bpk Bambang Soepijanto 

     

7. Ramah Tamah 

8. Ishoma

9. Musyawarah Rencana TKS ke 5 

10. Kesan dan Pesan ( wakil peserta Ibu Ris Supratiwi)

11. Penutup 


Salah satu catatan penting dalam TKS Forkis Ke 4 adalah adanya kesediaan Pak Bambang Soepijanto untuk membackup pendanaan TKS ke 5 dan selanjutnya.Bahkan dengan semangat ditantang minimal ada 2 kali pertemuan pertahun , pertama awal tahun Masehi dan setelah hari raya idul Fitri ( sekalian halal bihalal ).


Hal tersebut merupakan solusi mengatasi kendala selama ini terkait dengan rendahnya kemampuan pendanaan dari anggota Paguyuban.


Mantan Direktur Jenderal tersebut meyakini dengan sering bertemu dengan sesama pensiunan kehutanan yang tergabung dalam Forkis 7108 yang langka ini ( mungkin satu - satunya di dunia ) membuat perasaan hati menjadi bahagia / senang . 


Dalam kondisi hepi tubuh akan memproduksi hormon endorphin yang membuat tentram , lebih kebal penyakit serta lebih awet muda dan ujung-ujungnya akan membuat badan sehat dan panjang umur.


Pernyataan dan kesanggupan Pak Bambang Soepijanto tersebut disambut suka cita dan rasa syukur oleh segenap yang hadir khususnya Paguyuban Forkis 7108 yang mendapatkan amanah sebagai penyelenggara TKS saat ini dan kedepan. 


Pak Bambang Soepijanto



TKS Forkis Ke 4 secara umum dinilai berhasil sebagaimana diungkapkan Pak Bambang Soepijanto dalam GWA Forkis:


"  Makasih pak Kiss, Pak Mi, Pak Pri & bapak-bapak serta ibu-ibu, semua sahabat sy yg bisa hadir pd acr TKS ke IV tadi siang. Sy sangat bahagia bisa  bertatap muka & bersilaturrahmi dg bapak- ibu semua. Smg kita semua  dipertemukan lagi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa pada TKS yg ke V. Aamiin YRA "


Juga diucapkan Pak Suharsana Pensiunan Sub BRLKT Opak Progo Yogyakarta selaku anggota Forkis 7108 :


" Swn pak Kis..... temu kangen tadi siang sangat akrab dan mengingatkan kembali waktu kita bersama sama menghijaukan Gunung kidul di th 1980 an.yg begitu banyak tantanganya.Namun sekarang rasanya sangat puas krn hsl jerih payahkita  dah dinikmati oleh masarakat....selamat sore kagem bpk ibu..."


Ketua Panitia & Ketua Paguyuban


Ditanggapi Pak Sumiyarso selaku ketua Pelaksana :


" _*Assalamualikum wrwb*_


*Alhamdulillah berkat do'a bpk/ibu kami sdh sampai di semarang dengan selamat.*


_*Tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada para sinior, guru2 kami, para sahabat yang telah berkenan hadir atau yg belum bisa hadir dalam rangka temu kangen keluarga besar pensiunan Alumni Rimbawan Sub Balai RLKT OP & P3 RP DAS GUNUNGKIDUL Tahun 2022*_


_*Wabil khusus kepada para sahabat, Donatur dan panitia yg telah memberikan perhatian,sumbangan pemikiran,tenaga dan materi untuk menyengkuyung terselenggarakan acara ini diucapkan terima kasih teriring do'a semoga menjadi amal ibadah yg di terima Allah swt, Aamiin yra*_


*Atas segala kekurangan,kekilafan/ kesalahan  selaku panitia dan provokator saya pribadi dan penyelenggara dengan kerendahan hati mohon maaf yg sebesar-besarnya*


_*Harapan kami semoga silaturahmi yg di inisiasi bpk Bambang Soepijanto diselenggaran setahun 2 x kedepan lebih semarak dan semua Alumi bisa menghadiri, Tak lupa salam untuk keluarga semoga tetap sehat wal afiat dan bisa bertemu kembali tahun baru 2023 dan halal bihalal  1444 H*_"


*Wasalamu alaikum wrwb*"


Demikian ucapan ketua pelaksana. 


Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan sukses atas ridho Alloh SWT.


By@ kiss


Kiswanto & Pak Bambang Soepijanto

Bersama P Suroto DP

Kebersamaan yang membahagiakan


SAMBUTAN KETUA PAGUYUBAN TKS 4 FORKIS 7108



Sambutan Ketua Paguyuban



Yth

 Bpk Suroto Dwijo Pranoto 

 Bpk Bambang Soepijanto

 Ibu Ris Supratiwi 

 Bpk Ibu Anggota Forkis 7108 serta 

 Bpk Ibu undangan yang berbahagia 


Assalamu'alaikum wr wb 

Salam sejahtera untuk kita semua 


Mengawali prakata ini marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan, Alloh SWT karena karunia-Nya sehingga kita sehat & sempat hadir di tempat ini dalam kondisi selamat.


Sungguh berbahagia hari ini kita pensiunan ( sebagian masih aktif ) rimbawan Eks Sub BRLKT Opak Progo baik unsur pejabat struktural, staf serta PLP/ PK dapat bertemu dalam acara Temu Kangen dan Silaturrahmi 


Forum ini digagas oleh Paguyuban / GWA Forkis Eks NIP 71&08 dengan tema *Ngumpulke balung pisah Eks Sub BRLKT Opak Progo Yogyakarta*


Sekilas flashback 


Mengingat adanya kebijakan otonomi daerah dulu kita tercerai-berai mengalir mengikuti jalan dan takdir masing-masing hingga diantara kita pensiun diluar kelembagaan Kehutanan seperti Mantri Tani, Bappeda dan / institusi pemerintah kabupaten dimana yang bersangkutan ditugaskan.


Keterbatasan sarana komunikasi saat itu menyebabkan diantara kita kehilangan kontak, komunikasi terputus dan jarang bisa jumpa darat.


Berkat teknologi informasi khususunya dengan hadirnya HP Android kita bisa bernafas lega karena satu demi satu bisa mengumpulkan balung pisah dalam bingkai Paguyuban / GWA.


Sebagaimana kami menggagas membuat Forum Komunikasi Informasi dan Silaturrahim ( Forkis ) pensiunan rimbawan Eks NIP 71 & 08 wilayah DIY - Jateng  pada  Desember 2017 dg tujuan mempertemukan serta menjalin silaturahmi kembali kendati hanya lewat dumay.


Forum ini ternyata banyak manfaat diantaranya dapat berbagi cerita suka duka saat menjalankan tugas kedinasan dahulu, berbagi informasi penting serta saling mendoakan dalam kebaikan.


Kendati saat ini tengah hangat adanya Perkumpulan Penshutindo , namun falsafah nya jauh berbeda, Forkis dibentuk atas dasar hubungan batiniah seperti empati serta emosional, karena senasib seperjuangan sedangkan Penshutindo merupakan lembaga terstruktur atas dasar wilayah administratif domisili sehingga antar anggota belum saling mengenal sebelumnya.


Jeda waktu yang cukup lama tidak saling ketemu darat memotivasi adanya Temu Kangen dan Silaturrahmi ( TKS ) diantara anggota yang telah lansia namun tetap semangat ini.


Bpk Ibu hadirin yang dirahmati Alloh SWT 


Kita selayaknya bersyukur hingga saat ini diberikan umur panjang dan sehat, karena  puluhan teman-teman sejawat kita yang telah berpulang ke hadirat Tuhan YME mendahului kita (  _terkini Alm Pak Sadar Purwanto yang berkeinginan hadir pada acara ini wafat H-13 (29-8-2)_  )


Kita doakan almarhum/ almarhumah rimbawan yang telah wafat berpulang dengan husnul khatimah.. alfatihah 


Kita meyakini bahwa dengan melakukan silaturahmi sebagaimana hari ini dapat melapangkan rezeki dan memperpanjang umur, Insyaa Alloh.


Semoga sisa usia kita ini senantiasa bermanfaat untuk berbuat baik dan berakhir dengan husnul khatimah... Aamiin YRA.


Bpk Ibu yang berbahagia,


Kata adalah doa 


Ada kalanya benar, sebuah kata adalah doa.Alkisah Pak Suroto Dwijo Pranoto saat menjabat Ka Sub BRLKT Opak Progo terkenal sebagai pimpinan yang stylenya keras dan tegas.


Saya yakin Pak Suroto tidak mengenal diri saya kala itu hingga beliau mutasi ke tempat yang lain, bahkan barangkali hingga saat ini.


Ibarat seorang guru ( sesuai namanya Dwijo) yang mengantarkan murid-muridnya kegerbang kesuksesan sesuai takdirnya masing-masing secara ikhlas.Jasa guru pasti akan dikenang muridnya sepanjang masa.


Alkisah, pada suatu hari tahun 1986 sidak ke kantor cabang Gunungkidul, saya dan sejumlah teman kebetulan berada di kantor.

Beliau bertanya " Kemana kacabnya kok tidak ada "?

Salah satu staf menjawab " Dinas luar kelapangan Pak..."

" Apakah Ka cabang sering koordinasi dengan Pemda Gunungkidul " tanya beliau dengan nada menyelidik.

" Setahu saya sering sekali pak .."  jawab saya meyakinkan.

Dengan cepat Pak Suroto menjawab sambil menunjuk saya  *" Kamu bakat jadi pejabat.. pintar melindungi pimpinan..."* dan disambut senyum dan diamini oleh yang hadir, karena kami tidak ketiban awu anget alias dimarahi


Setelah peristiwa tersebut berlalu seiring berjalannya waktu.Dan ternyata kata-kata Pak Suroto setelah sekian puluh tahun tepatnya 23 tahun diluar dugaan Prof Soempeno Putra Bupati Gunungkidul memberikan amanah kepada saya menjadi pejabat eselon tiga di Bappeda selaku Kabid Perekonomian.


Matur nuwun pak Suroto atas doa panjenengan Alloh SWT meridhoi dan mengabulkannya 




Bpk Ibu yang telah lulus sebagai ASN,


Sementara Pak Bambang Soepijanto saat menjabat Ka cabang di kabupaten Gunungkidul sekitar 1986 kendati institusinya belum mantap tetapi ingin menampilkan PLP dan stafnya keren di mata instansi lainnya dengan melengkapi id card.

Dan filosofi beliau yang saya ingat sampai sekarang adalah " omong kosong manakala ada program tanpa ada uang "


Dan terbukti teman-teman dalam GWA sering ada program Temu Kangen tetapi tidak pernah terwujud ketika pensiunan PNS dengan gaji minimalis terbentur kebutuhan hidup sehari-hari yang tidak ringan.


Pak Bambang Soepijanto


Matur nuwun sanget pak Bambang Soepijanto atas dukungannya sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar, Semoga menjadi amal kebaikan yang diridhoi Alloh SWT.


Bpk Ibu yang berbahagia , 


Kami selaku ketua paguyuban merasa bangga dan mengapresiasi atas semangat Bp Ibu untuk bersilaturahmi hari ini kendati berjarak jauh bukan menjadi halangan hadir., namun juga ada sejumlah peserta yang secara mendadak membatalkan kehadirannya karena alasan kesehatan ( Bu Susi Rembang, Pak Felix TJ , Pak Alip Bantul ,Bu Riris Jogja dan Pak Sukaji Semin Gunungkidul) dan titip salam kagem kita semuanya.


Semoga mereka segera sembuh kembali dari sakit yang diderita nya 


Terimakasih juga kami sampaikan kepada Bp Ibu undangan, teman-teman Forkis 7108 serta panitia yang telah bekerja keras dalam rangka menyukseskan acara TKS  Forkis ke 4 ini.


Mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini 


Kupat janure tua , menawi lepat nyuwun pangapura.

Apabila ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, apabila dikasih umur panjang Insyaa Alloh kita dapat bertemu lagi.


_Barangkali diantara kita ada yang berkenan memberikan dukungan finansial sebagai shodaqoh ( ngundhuh ) sebagaimana dilakukan Pak Bambang Soepijanto hari ini ,kami sangat berterimakasih_


Matur nuwun 


Wa'salamu 'alaikum wr wb 


Jogja, Ahad 11-9-2022


Hk,

Ketua Paguyuban 


Kiswanto