Selasa, 25 Juni 2019

KEROKAN BERBAHAYAKAH ?

Doreng merah hasil kerokan 


Kadilajo ~ Selama ini awam mempunyai sejumlah pandangan terhadap kerokan atau kerikan.

Ada yang mengatakan akan membuat kulit menjadi tipis, ada yang bilang tidak baik karena memperlonggar pori kulit dan sebagian menilai akan menjadikan ketagihan.

Kerokan lazimnya dilakukan jika seseorang merasa tidak enak badan atau masuk angin.

Buat yang suka kerokan atau kerikan ,ada penelitian menarik dari FK UNS tentang kerokan.

Meski ada pengobatan modern, hingga kini orang Indonesia, terutama di Jawa, tetap akrab dengan kerokan saat merasa tidak enak badan.

Seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Didik Gunawan Tamtomo meneliti manfaat kerokan. Penelitian itu dilakukan tahun 2003-2005.

”Kerokan adalah kearifan lokal. Pasien saya menyatakan, kalau belum kerokan, belum puas,” kata Didik di Solo.

Pada tahap awal, Didik melakukan survei kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya, dari 390 responden berusia 40 tahun ke atas yang mengembalikan kuesioner, hampir 90 persen mengaku kerokan saat ”masuk angin”.

Responden Didik adalah para pasien, tetangga, dan pedagang di pasar. Para responden meyakini manfaat kerokan untuk menyembuhkan ”masuk angin”.

Istilah ”masuk angin” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Masuk angin merujuk pada keadaan perut kembung, kepala pusing, demam ringan, dan otot nyeri.

Kerokan di Indonesia biasanya menggunakan uang logam ataupun alat pipih tumpul yang digerakkan di kulit secara berulang-ulang menggunakan minyak sebagai pelicin.

1. Tidak merusak

Pada tahap kedua, Didik menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian. Ia mengerok bagian tangannya lalu dibiopsi, yaitu diambil sedikit jaringan kulit epidermisnya (kulit ari) untuk pemeriksaan mikroskopis.

”Selama ini ada anggapan, orang yang sering dikerok kulitnya akan rusak, pori-pori kulitnya membesar, atau pembuluh darahnya pecah. Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar,” kata Didik.

Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah. Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.

2. Meningkatkan endorfin

Penelitian tahap akhir adalah penelitian biomolekuler, yakni pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan. Didik mengumpulkan sejumlah orang dengan kondisi serupa, seperti berat badan, usia, dan mengalami nyeri otot sebagai salah satu ciri ”masuk angin”. Semua responden adalah perempuan karena mereka dinilai lebih suka kerokan daripada laki-laki.

Para responden dibagi dalam dua kelompok dan menjalani pemeriksaan darah. Kelompok pertama kemudian dikerok, sedangkan kelompok kedua tidak. Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya. Ada empat hal yang diamati, yakni perubahan kadar endorfin, prostaglandin, interleukin, serta komplemen C1 dan C3.

Hasilnya, kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat.

3. Kadar prostaglandin turun.

Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos lain serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan memengaruhi kerja sejumlah hormon.

Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot. Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.

”Adapun perubahan komplemen C3, C1, dan interleukin yang menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan,” kata Didik.

Ia menyarankan, kerokan sebaiknya dimulai dari atas ke bawah di sisi kanan dan kiri tulang belakang, dilanjutkan dengan garis-garis menyamping di punggung bagian kiri dan kanan. Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan dengan kulit tidak terlalu sakit.

Salah satu unsur dalam kerokan yang mendukung pengobatan adalah hubungan emosional antara orang yang dikerok dan orang yang mengerok. ”Ibu yang mengerok anaknya sambil bercerita merupakan unsur biopsikososial dalam pengobatan yang kini digalakkan dalam pengobatan modern,” kata Didik.

*GALAKKAN GERAKAN "AYO KEROKAN" ...!*

Copas by @kiss

Senin, 24 Juni 2019

ANDHAP ASOR ADALAH SIKAP RENDAH HATI

Adab Marang Guru 


Kadilajo ~ Andhap asor iku salah sijine cekelane wong Jawa.

Filosofi dasare wong Jawa ana ing satengahe urip bebrayan karo masyarakat sakupenge.

Andhap asor iki dudu ajaran sing ngongkon ngasorake derajate pribadi, dudu.

Pakurmatan lan ajining dhiri isih tetep kudu dijaga. Nanging kanggo ngurmati wong liya wong Jawa dikongkon Andhap asor.

Andhap asor iku tegese wong Jawa kudu mapanake awake dhewe luwih cendhek lan luwih asor tinimbang wong liya.

Sepisan meneh nganggep awake dhewe luwih cendhek lan luwih asor tinimbang wong liya kuwi dudu dinggo ngasorake lan ngilangake regane awak, ananging ajaran iki kanggo nyegah wong aja nganti sombong, umuk, semengkean, adigang adigung adiguna.

By @kiss

Dari berbagai sumber

Minggu, 23 Juni 2019

TIPS SUKSES DALAM KARIR

Peroleh reward dari Pimpinan 


Kadilajo ~ Setelah rampung menempuh jenjang pendidikan formal lazimnya orang pingin masuk ke dunia kerja.

Memasuki dunia kerja tak seorangpun ingin menemukan sebuah kegagalan membangun karier.

Sebuah kesuksesan dalam karier dapat diukur dengan cepat naik pangkat atau jabatan yang diikuti naiknya gaji alias take home pay seorang karyawan.

Menurut seorang motivator tersohor TDS ada empat syarat untuk menggapai sebuah kesuksesan dalam karier.

Empat hal tersebut meliputi :

1.   Bisa dipercaya

2.   Punya nilai tambah, sehingga menjadi yang terbaik dibandingkan dengan yang lain.

3.   Berperilaku menyenangkan dengan mengacu 3 T  : yakni tepat  timing, tempat dan tata cara.

4.   Dikenal oleh orang yang tepat dalam jumlah yang banyak.

Dengan empat hal tersebut diatas seseorang akan terlihat oleh atasan, sehingga akan ketara, ketari dan keterima.

Semoga bermanfaat.

By @kiss

Kamis, 20 Juni 2019

KADES KADILAJO MINTA DUKUNGAN WARGA BERSINERGI DENGAN KATDES MAJUKAN DESA

Halal bi halal RW 01 desa Kadilajo 


Kadilajo ~ Pasca pelantikan dan pengambilan sumpah janji 268 Kades hasil pilkades serentak tahap dua pada 270 desa tanggal 13 Maret 2019 di Pendopo Pemda Kabupaten Klaten Kamis, 16 Mei 2019 masyarakat menunggu kiprah pemimpin itu.

Tidak terkecuali masyarakat desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Menurut penuturan ketua BPD Sutardjo acara serah terima jabatan Kades Kadilajo dari Suradi kepada Bambang Sarwadi dilakukan pada hari Senin, 20 Mei 2019 di Balai Desa Kadilajo.

Dihadiri sejumlah anggota BPD, perangkat desa serta pejabat kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Tidak ada pidato sambutan dari kedua belah pihak saat pisah sambut orang nomor satu di Kadilajo itu, sehingga masyarakat belum mendengar suara Kades Kadilajo tentang komitmennya kedepan imbuhnya.
Bambang Sarwadi 


Warga RW 01 desa 
Di samping itu Bambang Sarwadi juga mohon dukungan akan bersinergi dengan perangkat desa (katdes) dengan mengusung semangat perubahan untuk membangun Kadilajo demikian warga RT 01 menambahkan.

Kita doakan semoga Alloh SWT meridhoi dan memberikan petunjuk kepada katdes dan Kades baru ini sehingga dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara jujur dan berintegritas demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kadilajo.

By @kiss


Senin, 17 Juni 2019

UPAYA KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEMNYA


Pantau Pohon Wuni di Kali Wuni 

Monitoring penanaman pohon Langka

Beberapa waktu yang lalu kami telah menanam sejumlah bibit pohon Tanjung, Wuni dan Lerak sebagai tetenger nama Kali dan konservasi tanah serta air.

Termasuk upaya revitalisasi serta pelestarian pohon langka secara mandiri dan swadaya.

Menjadi salah satu bagian dari program ini tentu saja diperlukan pemeriksaan,pemeliharaan dan monitoring pasca penanaman.

Beberapa hari yang lalu  saya menyempatkan melihat dari dekat perkembangan bibit pohon dimaksud dilokasi.

1.   Pohon Wuni ( Antidesma bunius)

       Lokasi di Kali Wuni Ledok Kidul Tepen padukuhan Kadilajo 1 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Berada di atas lahan pekarangan milik om Sumarno Kalikajar.

Kondisi saat ini hidup terlihat sejumlah tunas baru bermunculan.

Penanaman bibit pohon Wuni setinggi  0,5 meter pada Rabu Pon tanggal 27 Februari 2019,pkl  08:15 pagi.

Asal mula bibit seorang donatur peduli terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup khususnya flora langka dari Sleman Yogyakarta.

2.    Pohon Lerak ( Sapindus rarak)

       Lokasi di dukuh Kalikajar padukuhan Kadilajo 1 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Berada di lahan pekarangan milik mas Sriyanto.

Pohon Lerak 
Kondisi bibit pohon Lerak saat ini hidup ditandai dengan tumbuhnya tunas baru dari kedua batang tersebut.

Penanaman bibit pohon Lerak setinggi  0,5 meter pada hari Ahad Wage, 10 Maret 2019 sekitar pkl  08:00, bersama komunitas pegiat lingkungan SATRIA ERTIGA Kadilajo.

Asal mula bibit pohon Lerak dari seorang donatur yang peduli terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup khususnya terhadap flora langka dari Pringsewu Lampung Sumatera Selatan.

3.   Pohon Tanjung ( Mimosops Elengi)

      Lokasi di tanah kas desa Kadilajo terletak di dukuh Kalikajar padukuhan Kadilajo 1 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten.

Ditanam tanggal 26 bulan Februari 2016, dengan tinggi bibit sekitar 0,50  cm.

Wit Tanjung di Kali Tanjung 
Kondisi saat ini tumbuh subur menghijau dengan tinggi kedua batang pohon tersebut sekitar  2,5  -  3  meter.

Asal mula bibit dari seorang donatur yang peduli terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup khususnya terhadap flora langka dari Kabupaten Gunungkidul DIY.

Ditanam bersama Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM Pamsimas Tirto Tanjung)  desa Kadilajo.

Demikian rangkuman hasil pemeriksaan tanaman langka yang alhamdulillah kondisinya semuanya tumbuh dengan baik.

Langkah konkret yang kecil ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak agar secara sadar  berupaya melakukan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya

Demi keberlangsungan kehidupan kini dan mendatang.

Ayo kita ciptakan Green Kadilajo, Desa Kadilajo Hijau sehingga tercipta iklim mikro yang menyejukkan suasana.

Semoga bermanfaat dan barokah.

Kadilajo, 2019

By @kiss

Senin, 10 Juni 2019

ROAD SHOW SILATURAHIM SOWAN ALIM ULAMA KE KRAPYAK PUSAT

Ponpes Al Munawwir Ndlajo 


Kadilajo ~ Piwulang luhur nenek moyang doeloe ada paribasan  ' aja cedhak Kebo mengko gupak, cedhaka Kiai supaya wangi..'

Hakekat dari pitutur becik itu adalah memberikan peringatan atau warning  agar dalam bergaul hendaknya hati-hati.

Jangan sampai salah gaul, karena akibatnya bisa fatal.

Jamaah Masjid Lailatulqodar dan Al Munawwir Ndlajo desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten sudah paham dan mengimplementasikan wejangan arif bijaksana itu.

Menyusul agenda silaturahim sowan alim ulama di bulan Syawal pasca hari raya idul fitri Ahad, 9 Juni 2019 ke sejumlah sasaran Kiai di Jateng dan DIY panitia tengah merancang agenda berikutnya.

Menurut penuturan Wuryanto Nursalim sang koordinator Rabu Pon, 12 Juni 2019 atau 8 Syawal 1440 H di programkan sowan silaturahim ke Ponpes Al Munawwir Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Calon peserta yang sudah request sekitar 30 orang.

Di Krapyak pusat kendati satu spot namun disitu ada sejumlah alim ulama yang disowani diantaranya :

1.    KH R Najib Abdul Qodir hufadz 1
2.    Bu Nyai Hj Shofiyah Abdul Qodir hufadz 2
3.     Bu Nyai Hj Ida Zaenal Moenawwir di komplek pusat
4.     KH Munawwir Tanwir kompleks T
5.     KH Munawwir di komplek L
6.     Dan ke Ponpes Al Fitroh Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul Yogyakarta.

Ponpes Al Munawwir Pusat ada hubungan langsung dengan Ponpes Al Munawwir Ndlajo karena pengasuhnya merupakan cucu dari Al Munawwir Pusat.

Sementara untuk sowan silaturahim tokoh dan sesepuh MLQ serta Rismala Kadilajo dilaksanakan Selasa, 11 Juni 2019 pagi.

By @kiss

RW 01 KADILAJO AKAN GELAR HALAL BI HALAL

Marjono sekretaris didampingi unsur penasehat 


Kadilajo ~ Warga RW 01 desa Kadilajo kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten berencana menggelar halal bi halal sebagaimana tahun tahun sebelumnya pasca hari raya idul fitri alias lebaran.

Pengurus RW 01 desa Kadilajo mengagendakan perhelatan tersebut pada Selasa Pahing, 11 Juni 2019 atau tanggal 7 Syawal 1440 H.

Dimulai pukul 19:30 wib hingga selesai bertempat di Rumah bpk Edy Sulistiyo RT 02 RW 01 desa Kadilajo tepatnya Kulon Ponpes Al Munawwir Ndlajo.

Selesai halal bi halal dilanjutkan pertemuan warga untuk musyawarah terkait dengan upaya peningkatan dan kemajuan pembangunan di wilayah RW 01.

Marjono selaku sekretaris menghimbau semua warga RW 01 desa Kadilajo menyempatkan hadir dalam momen indah itu,untuk silaturahim sekaligus saling bermaaf maafan.

Menurut pantauan Kabar Kadilajo warga dukuh Grenjeng dan Sepuluh telah menyelenggarakan halal bi halal kemarin.

By @kiss